Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Kebangkitan Sang penguasa


__ADS_3

"Mirai! Mirai bangunlah!" Nampaknya Hong Sim masih berkutat ia menepuk nepuki wajah Mirai lalu membaringkannya di tanah.


"Sial...!" Bisiknya ia pun mulai mengarahkan kedua tangannya ke tubuh Mirai yang tak berdaya itu.


Whusssshhh! Hong Sim pun lekas menyalurkan sebagian energi positifnya ke arah tubuh Mirai agar suhu tubuh Mirai tetap mengangat.


Hong Sim sungguh berkutat untuk membantu mengembalikan ke sadaran Mirai, tapi belum ada hasil yamg maksimal untuk mengembalikan kesadarannya.


Tanpa Hong Sim Sadari, dalam peti mati itu sesuatu mulai bereaksi... Seseorang segera membuka matanya dan mencercipkannya beberapa kali. Ia pun bangkit kemudian duduk sesaat di peti mati lalu ia pun memutar ingatannya...


"Sungguh tidur yang cukup nyenyak' Bisik pria tampan itu seraya menguap lebar. Ia menoleh ke arah binatang kontraknya...


"Hong Shim... Kau kah itu?" tanya Pria dalam peti mati itu.


Sadar jika suara itu adalah suara majikannya, ia pun menoleh ke arah Shu Feng dan seketika mengabaikan Mirai yang masih belum sadarkan diri itu.


"Ahh... Tuan!" Hong Shim lekas berdiri lalu menghadap dan bersimpuh di hadapan Shu Feng.


"Ampun Master... Maafkan aku! Karna aku lamban sekali... sampai sampai terlambat membuat anda sadar kembali" Hormat Hong Shim menundukkan atensinya.


"Mmmh..." Shu Feng masih belum sadar benar.


"Selamat datang kembali Master. Selamat datang di dunia kekal yang tak bisa menghentikan mu" sambut Hong Shim.

__ADS_1


Shu Feng menyeringai... Kemudian Shu Feng pun memperhatikan tubuhnya... Ia menggerakan lengan kanan dan kirinya, dan ia pun lekas berdiri kemudian menyingkap jubahnya leluasa "Ini adalah tubuh asliku..." Bisiknya di iringi tawa yang begitu renyah.


"Hahaha... Akhirnya aku kembali ke tubuh asliku. Hmmm. Sungguh tak ada tubuh yang nyaman selain tubuhku... Oh Ia, siapa yang telah membawaku ke mari?" Tanya Shu Feng menatap Hong Shim, ia pun lekas keluar dari peti mati itu dan menghampiri Hong Shim.


"Ampun Master, gadis ini lah yang telah membawa roh mu kemari... Dia adalah wadah sementara, sebelum anda kembali bangkit" Tukas Hong Shim berdiri dan menghampiri Mirai. Seketika Netra Shu Feng mendelik ke tempat di mana Mirai tergeletak tak berdaya.


Ia pun membelalakan matanya... "Bukankah dia adalah... Wanita yang aku pilih saat aku hendak lenyap" Bisik Shu Feng lekas mendekati Mirai.


"Benarkah? Bagai mana hal tersebut bisa terjadi Master?" Hong Shim merasa tak menyangka jika ada kejadian kebetulan seperti itu.


"Mungkin. Pertemuanku dengannya adalah takdir" Balas Shu Feng seraya menghampiri Mirai. Ia lekas bersimpuh di hadapan Mirai, tangan kekar nya segera merangkup tubuh itu dan mendekapnya dalam pelukan hangat Shu Feng yang memiliki dada kekar penuh roti sobek.


"Master, apa yang akan kamu lakukan?' Tanya Hong Shim curiga.


"Dia begini karna ulahku... Sekarang, izinkan aku membalas budiku untuknya..." Bicara demikian seraya mendekatkan wajahnya dengan lembut, sesaat ia sibak rambut yang basah menggerai di depan wajah Mirai... Shu Feng pun terlihat melempar senyum bahagianya ke arah wanita di depannya.


"Master!!" Hong Shim memeking dan tak pernah menyangka jika hal tersebut akan di lakukan Shu Feng pada Mirai...


Ternyata Shu Feng memberikan sebuah mutiara bermata biru, permata picis tersebut adalah permata kehidupan kelalnya...


SYUÙTT! Permata tersebut berhasil masuk ke dalam mulut Mirai tanpa terjadi kontak langsung.


Hong Shim menatap masam juga terlihat mengeluh "Master. Kenapa anda begitu rela memberikan sebagian dari nyawa anda padanya..." Dengan mata berkaca kaca Hong Shim sungguh kecewa pada apa yang telah Shu Feng korbankan hanya untuk wanita yang baru saja ia kenal itu.

__ADS_1


Bahkan, Hong Shim saja yang sudah mengikutinya selama ratusan tahun belum pernah mendapatkan apapun dari pria itu... "Master..." Tangis Hong Shim tak tertahankan...


"Sssttt..." Shu Feng menyematkan jemarinya di bibirnya. Ia pun menatap Hong Shim lalu tersenyum simpul ke arahnya...


"Dia lebih membutuhkannya ketimbang aku. Lagi pula... Aku tak membutuhkan hidup kekal sekarang. Musuhku juga akan segera lenyap"


"Maksud anda kakak anda?" Tanya Hong Shim.


"Kau tahu kan kakak ku saja sudah menyerahkan pusaka berharganya untuk orang lain. Dan lagi ia pun sedang sekarat sekarang... Dabmn hampir tiada..." Balas Shu Feng.


"Tapi. Anda berbeda tuan, kakak anda memberikan paruh nyawanya pada wanita yang ia cintai. Sedangkan anda... Anda sama sekali belum menemukan wanita yang pantas mendampingi anda" keluh Hong Shim.


Setelah mutira permata biru itu di lepas dari raga Shu Feng. Hidup Shu Feng sudah tak kekal lagi, ia menjadi manusia biasa untuk saat ini... Meski wajahnya tak menua. Tapi umurnya tak akan lama... Paling sisa hidupnya sekitaran 30 sampai 70 tahun lagi.


"Dialah yang akan ku pilih... Di kehidupan ku nanti, dialah yang akan menemaniku kelak" gurau Shu Feng makin membuat Hong Shim kian sedih saja.


"Master. Kenapa anda jadi baik seperti ini? Ini seprti bukan anda yang sebelumnya' Tangis Hong Shim.


Shu Feng berubah sikap setelah lama tinggal di dalam tubuh Mirai. Mungkin kebaikan Mirai menular pada Shu Feng. Hingga Hong Shim terasa asing pada sosok di depannya itu.


"Hem... Ayo bangun. Jangan berpura pura tidur"


Shu Feng menggoyang goyangkan tubuh Mirai, tak berselang lama. Mirai pun membuka perlahan kelopak matanya yang berat "Cepay bangun atau aku akan menciummu" Goda Shu Feng. Mendengar hal tersebjmut Mirai seketika membelalak "Apa!!" pekik Mirai mulai menggeserkan tubuhnya menjauh dari cengkraman pria genit itu.

__ADS_1


Ternyata Shu Feng berhasil bangun berkat Mirai. Dan Kini Mirai juga kembali sembuh oleh kekuatan permata picis milik Shu Feng.


Akankah kompetisi di lanjutkan atau malah di batalkan karna Shu Feng telah bangkit dan mulai membuat cuaca sekitar kian exstirim saja....


__ADS_2