
***
Perahu sang penguasa kota berhasil mendarat di dermaga layang kota layaras. Setelah pintu perahu tersebut terbuka, Mirai dan kawan kawannya pun mulai turun dari kapal tersebut.
Mirai dkk bergerak beriringan secara serentak mengikuti langkah para orang orang sakti itu berpijak.
JRENG!
Mirai dan kawan kawan di sambut hangat oleh penduduk kota layaras terutama para prajurit elit kota tersebut.
Putri Mio terbelalak seketika itu kala menatap pemandangan yang sungguh berbeda dengan dunia bawah "Putri... Apakah kau pernah ketempat ini sebelumnya?" tanya Putri Mio pada Mirai.
Putri Mio tak pernah menyangka jika akan ada dunia di atas langit dan dunia tersebut terlihat mengapung di udara. Pemandangan tersebut adalah pertama kali terjadi dalam hidupnya...
"Selamat datang penguasa kota! Semoga anda panjang umur! Panjang umur! panjang umur!" Seru seluruh rakyat yang ada di area tersebut.
__ADS_1
"Terimakasih... Terimakasih!" Sang penguasa kota mengangguk angguk kala merespon sambuatan para rakyatnya yang sungguh perduli padanya.
Sementara Moo Shan Shan, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dia sungguh tak habis pikir oleh ulah Xing Yue yang terlihat bodoh.
"Kakek buyut!" Xi Zayn menghampiri sang penguasa kota.
Mirai menatap di kejauhan lalu mengerutkan dahinya "Zayn. Apa yang kamu lakukan sedari tadi. Kenapa terlambat?" tanya Xing Yue mengecercidkan netranya.
Zayn menggaruk kepalanya yang tak gatal seraya mendelik kanan kiri seakan mencari alasan "Eemm... Itu. Anu, tadi aku ketiduran kakek buyut. Mohon maaf atas kecerobohanku" Bisiknya malu malu.
"Tutup mulutmu" bentak Xing Yue mendelik kasar ke arah Moo Shan Shan. Nampaknya Xing Yue memang mendengar jelas umpatan tersebut.
"Xi Zayn. Sebaiknya... Kamu ajak tamu tamu terhormat kita ke kediaman sementaranya... Ingat, jangan buat kesalahan apapun!" tegas Penguasa kota Xing Yue memperingatkan. Xi Zayn pun mengangguk paham.
Setelah Xi Zayn membawa Mirai dan kawan kawannya ke kediaman sementara mereka sesuai ujaran Xing Yue. King Yue pun lekas menyapa rakyatnya "Untuk mengucapkan rasa terimakasih ku pada rakyat rakyatku... Malam ini, aku akan mengundang kalian ke istana ku untuk makan malam bersama para tamu terhormat kota layaras!" Tegas Xing Yue. Pernyataan tersebut lagi lagi membuat Moo Shan Shan menggelengkan kepalanya. Sedangkan para rakyat yang kala itu mendengarkan pernyataan demikian malah senang dan menyambut dengan antusias undangan dari sang penguasa kota itu.
__ADS_1
"Hemmm... Dasar pria sombong. Padahal seharusnya wanita tabib itu di biarkan beristirahat beberapa saat... Tapi dia malah ingin mengundang rakyatnya untuk menyapa wanita itu. Bisa bisa, akan timbul rasa cemburu sosial yang akan memicu pertentangan dan perpecah belahan antara masyarakat kota layaras. Kenapa dia sangat bodoh dan ceroboh sekali..." bathin Moo Shan Shan menggumam.
"Hidup penguasa kota! Hiduppp!!"
"Hidup penguasa kota! Hidup!" Seru para rakyat nya. Sang penguasa kota sungguh senang dengan respon baik yang di berikan para rakyatnya untuknya dan juga jamuannya malam ini. Namun, seseorang tidak senang akan kedatangan tamu terhormat itu. Ia mengepalkan tangannya dengan rasa iri yang teramat dalam. Ingin sekali ia membunuhnya malam ini juga, agar sang penguasa kota tidak terlalu tergila gila pada wanita itu.
"Xing An!" Pekik Xue Jing seraya mengepalkan tangannya erat.
"Ya nona..." balas pelayan setianya yang bernama Xing An.
"Siapkan pembunuh bayaran. Malam ini... Aku ingin dia tiada!" pinta Xue Jing mencercidkan matanya tajam. Dalam pupil matanya, yang ia lihat hanyalah bayangan Mirai dan segala keistimewaan yang ada pada dirinya. Dia sungguh benci kerap kali mengingat wanita tersebut...
"Tak akan pernah ada kompetisi untuk mu... Dasar wanita ***-***! Karna aku akan membunuhmu malam ini juga bersama antek antekmu yang bodoh itu!" Sumpah serapah telah di ucap Xue Jing bersama rasa benci dan cemburu yang kini telah mercuni seluruh hati nuraninya.
Sementara orang yang sangat ia benci itu, justru melempar tawa renyah kala Xi Zayn menceritakan kejadian lucu saat Mirai pergi tanpa sepengetahuan Xi Zayn siang itu.
__ADS_1