
BRUGH! Salah satu di antara ke tiga dayang itu terjatuh di lantai. Mio dan Ou Tian Feyn terbelalak seketika itu. Dua dayang yang ada di hadapan Ou Tian Feyn kaget karna Mio dan Panglima tidak berpengaruh akan bubuk tersebut. Hingga ke dua dayang itu berusaha untuk kabur dari hadapan Mio juga Panglima "Tidak semudah itu!" OU Tien Feyn segera memukul pelan dua pundak wanita dayang itu.
BRUUKK! Mereka pun terpekik "Akkhh!" Dan seketika lemas, mereka pun jatuh pingsan di front ruang tertutup itu.
"Mereka adalah penjahat nya?" Tanya Mio menatap Ou Tian Fyen.
"Tidak. Mereka mungkin saja, adalah orang suruhan atau kaki tangan pelaku sebenarnya" Jelas Ou Tian Feyn masih berandai andai. Seketika Mio dan Ou Tian Fyen bertindak... Tiga dayang itu lekas di ikat secara bersamaan di dalam sebuah tali injuk.
"Ada apa?" Tanya pangeran kerajaan tersebut menghampiri Ou Tian Feyn juga Mio.
Mio menoleh "Eh" Pekiknya menatap intrents ke arah di mana para pangeran datang ke arah Mirai dan Ou Tian Feyn. Nampaknya mereka hanya sedang berpapasan saja.
"Apakah anda semua adalah para pangeran istana Hong?" Tanya Mio lekas menghampiri para pengeran itu.
"...Apakah kau lupa? Kami adalah orang yang kau temui tadi pagi" Tegas Wuxi nyelonong dari belakang.
"Aku ingin bertemu dengan pangeran Li Yuan" Ujar Mio menatap intrens wajah wajah tampan para pangeran.
"Ada apa mencariku?" tanya Li Yuan mendekati Mio.
Kedua tangan para pengeran tampak berisi oleh beberapa barang jarahan di tangan ke enam pangeran itu. Mio sedikit tertarik akan apa yang para pengeran itu bawa "Apa yang ada di tangan kalian?" Tanya Mio mencercidkan alisnya curiga.
"Ini bukan urusnmu. Sebaiknya kau tak usah tahu" Balas Wuxi tak senang.
"Huh. Baiklah jika kau tidak mau memberitahuku. Lagi pula aku tidak keberatan" Mio lekas membuang wajahnya kesal kala berhadapan dengan Wuxi.
Huh sikap macam apa itu. Aku sebela pada pria yang sok soan dewasa padahal dia hanya bocah dengan mulut besarnya. Gumam Mio menghujat Wuxi.
"Kami di tugaskan tabib agung untuk mencari barang bukti. Oh ia, kenapa mereka?" tanya pangeran Li Zhau menunjuk ke tiga dayang yang tampak tak berdaya itu.
__ADS_1
"...Mereka hendak menyakiti kami dengan serbuk beracun" balas Ou Tian Feyn.
"Serbuk beracun?" Para pengeran sedikit terbelalak.
"Belarti ini juga akan menjadi bukti" Ucap Pangeran Li Yuan. Ia meraih sebuah saputangan dari dalam pakaiannya dan menekannya di beberapa serbuk putih yang berserakan itu.
"Jadi bukti?" tanya Mio.
"Tabib agung menugaskan kami mencari barang barang yang mencurigakan di area dapur utama istana inti. Dan kami sudah mendapatkan beberapa bahan juga makanan yang mencurigkan. Semua bukti ini akan kami berikan pada tabib agung" Jelas Li Yuan.
"Sekelian saja bawa ke tiga dayang jahat ini ke aula inti. Biar sekalian di adili dan di temukan siapa sebenarnya pelaku utama dari kejadian ini" Tegas Mio. Para pengeran mengangguk lalu mulai mengaskan para pengawal untuk membawa dayang dayang itu ke aula inti istana Hong.
Para pengeran melanjutkan tugasnya. Mereka berjalan menuju istana "Bukankah Putri mahkota meminta salah satu pangeran untuk mencarikan obat herbal?" tanya Ou Tian Feyn. Mio pun ingat dan lekas memekingkan suaranya "Tunggu pangeran Li Yuan"
Pangeran Li Yuan menoleh begitu pun pangeran lain mereka pun ikut menghentikan langkahnya "Ya ada apa?"
"Aku lupa satu hal"
"Tolong carikan obat herbal. Tabib agung hanya mempercayakannya padamu" ujar Mio sembari menyerahkan secarik kertas berwarna coklat gelap.
"..." Seakan Pangeran Li Yuan sudah paham ia pun menyerahkan barang jarahannya ke saudaranya "Tolong bawa ini ke aula inti"
"Baik..."
"Lanjutkanlah langkah kalian. Nanti aku akan menyusul" Ujar Li Yuan.
Mereka pun mengangguk dan segera enyah dari gadapan Ou Tian Feyn juga Mio. Sementara Li Yuan sigap masuk ke dalam ruang penyimpanan tanaman herbal kerajaan dan mendapatkan apa yang Mirai inginkan. Tak lupa ia juga membawa garam juga tungku api.
"Untuk apa tungku itu?" tanya Mio bingung.
__ADS_1
"Tabib agung akan membuat pil tingkat tinggi dengan tungku ini. Sebaiknya kita lekas ke aula, aku tak mau akan ada huru hara baru di aula" Tegas Li Yuan.
Dan Mio juga Ou Tian feyn pun mengangguk... Mereka pun sampai di aula istana sebelum para pengeran lain sampai ke sana.
"Itu dia pelayan Tabib agung sudah tiba dengan pangeran Li Yuan" Ujar Penasihat menunjuk pangeran dan Mio.
"Silahkan cepat masuk. Agar penyembuhan ibu suri dan permaisyuri dapat segera di selesaikan" Sambung penasihat kerjaan. Seluruh mata sudah tak tahan ingin segera mendengar langsung tentang ke sembuhan dua wanita tangguh di kerajaan itu.
"Aku akan segera masuk... Tolong jangan buat ke gauduhan. Meski ada suara yang sedikit meringis... Karna mereka pasti akan baik baik saja di tangan tabib agung" imbuh Mio segera masuk.
Sementara Ou Tian Fyen dan pangeran Li Yuan menunggu di luar istana untuk memberi aba aba pada pangeran lain kala mereka masuk dan menyerahkan barang jarahan tersebut.
"Mio kamu mendapatkannya?" tanya Mirai segera membuka matanya. Energinya telah kembali dan ia kini mampu menyelesaikan tugas yang sedikit tersendat tadi.
"Apakah semua ini cukup?" tanya Mio menatap Mirai.
"Ya. Ini semua cukup..."
Mirai kembali duduk bersila di depan tungku api yang mulai menyala setelah ia menyentil secuil energi ke arah tungku api itu. CTIK! Pesssss...
Ia lekas menujuk beberapa obat herbal itu ke arah tungku yang telah terbuka tanpa memegangnya. Ilmu itu tak sembarangan ia dapatkan, jasa Guru Besar Mu Zhi kini bisa ia rasakan di jaman kuno itu. Mio hanya bisa terbelalak.
Tangany Mirai kini sibuk membuka sebuah segel... Nampaknya ia cukup sibuk kala mengalirkan energi dengan konsetrasi yang tinggi ke arah tungku perapian itu.
Suara riuh mulai terdengar gaduh... Para jajaran keraajaan sedikit kaget kala mencium aroma yang sangat menggoda dari dalam bilik itu "Bau ini... Bau ini seperti bau pil?" tanya mentri pertahanan.
"Ia... Bau yang harum ini jarang kita rasakan... Ini sungguh membuat segar" bisik bisik.
Raja geram kala mendengar ke gaduhan di istana inti itu, sedangkan hatinya kini sedang gelisah kala menunggu jawaban tabib agung terkait kesembuhan dua wanita yang ia kasihi itu.
__ADS_1
Sial! Aroma ini adalah aroma pil tingkat tinggi. Tidak mungkin wanita iblis itu menguasai ilmu Alkemis? Apa lagi pembuatan Pil tingkat tinggi tidak bisa di lakukan oleh orang sembarangan... Siapa sebenarnya wanita itu. Bathin Selir agung. Ia sudah ketar ketir ketakutan. Lambat laun seiring berjalannya waktu... Mirai pasti akan membuka kedoknya. Dan ia kini bersiap siap untuk melarikan diri dari aula itu dengan berpura pura sakit.