Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Jadi buronan


__ADS_3

"Putri... Maafkan saya" Ucap Jendral Tian Feyn.


"Tak apa apa... Aku kira kamu adalah bagian dari mereka" Balas Mirai dengan pipinya yang merona merah.


"...Maaf sebalumnya. Tapi, kenapa anda lari dari kerjaran para pangeran Kerajaan Hong"


"Panjang ceritanya. Aku bahkan lupa harus memulainya dari mana" Jelas Mirai masih bersembunyi di balik semak belukar dan mengintip di sela sela dadaunan.


Tian Feyn tak habis pikir pada wanita di sampingnya itu, padahal dahulu... Putri Mahkota sangatlah cengeng dan hanya bisa manangis jika ia mendapatkan masalah. Tak pernah terbayangkan oleh Tian Feyn jika putri mahkota akan berubah sedrastis ini.


"Ah itu mereka..." Ucap Mirai seraya menyematkan jari telunjuknya di bibir tipisnya. Ia memberi sebuah isyarat diam untuk Tian Feyn. Tian Feyn mengangguk dingin, padahal hatinya sungguh panik saat Mirai tiba tiba menatapnya yang kala itu tengah memperhatikan rias wajah sang putri mahkota.


Drap! Drap! Drap!


"Hiiiyaaa!" para pangeran masuk ke area jalan buntu. Mereka mulai mengitari jalan buntu itu seraya menyisir area "Pangeran Kakak pertama... Ini jalan buntu!" Pekik Li Mao.


"...Aku yakin, mereka tadi lewat sini" Balas Li Zhau pangeran pertama.


"Mungkin ke arah lain. Sebaiknya kita berpencar" Pinta Pangeran Wuxi.

__ADS_1


"...Baiklah, aku dan Li Yuan ke arah timur... Kalian berdua ke barat" Tegas Li Zhau.


"Baik. Kakak Li Mau Ayo!" Ujar Wuxi.


"Ya...." Mereka mulai kembali memacu kudanya untuk berlari menjauhi jalan buntu tempat Mirai dan Tian Feyn berada.


"Wow... Apa itu tadi. Hampir saja... Hehehehe kita berhasil!" Mirai senang karna bisa terlepas dari kejaran para pangeran dari kerajaan Hong yang mencarinya tanpa sebab.


Mirai reflekas berdiri dan malah melompat hingga sebuah kerikil kecil terinjak dan membuatnya terpeleset "Huaaaa!" Ia teriak karna terkulai ke belakang, sebab ke seimbangannya hilang.


Tian Feyn yang selalu sigap menjaga Mirai, mulai meraih pinggang Mirai dan menariknya ke pelukannya "Hati hati!" Pekik panglima perang itu.


"Tri... Putri mahkota" Ucap Tian Feyn tak di gubris Mirai. Mirai malah terus menerus menatap Tian Feyn dan segala pesonanya.


Oh panglima, salahkah aku atas perasaan ini? Aku bukanlah putri Hyr In. Sejak aku hadir di dunia entah berantah ini... Aku mulai jatuh hati padamu. Betapa bahagianya aku kala bertamu dengan mu dan lebih dekat seperti ini. Aku mencintaimu panglima... Bathin Mirai berkecamuk.


"Putri Mahkota..." panglima menyeru untuk yang ke sekian kalinya.


"Ah..." Akhirnya Mirai bergeming juga dari lamunannya.

__ADS_1


"Putri mahkota. Apakah anda baik baik saja?" tanya Panglima Ou Tian Feyn.


Mirai mengangguk, tampaknya... Mirai belum sadar benar dari hayalannya "Jika anda baik baik saja. Mari pulang" Pinta Jendral Tian Feyn.


"...Ungh... Ya. Mari kita pulang" Balas Mirai mulai melepas dada kekar panglima Tian Feyn dan berdiri sendiri seraya merapihkan pakaiannya.


"Mari putri mahkota... Saya akan mengawal anda ke istana" Ujar Jendral Tian Feyn.


Mirai mengangguk dan mulai berfikir hal yang lain lain Aku tidak mau pulang ke istana dan bertemu Putra Mahkota Fei Si si cabul itu. Aku bosa bertemu terus dengannya dan mendengar hayalannya akan kematian ku. Aku juga bosa mendengarkan ocehannya yang selalu berkata kalimat yang sama "Aku akan membunuhmu! Aku akan membunuhmu..." Heh... Di kiranya aku ini anak ayam apa main cekik cekik saja. Heh, di abad ke dua puluh satu saja aku tak bisa mempertahankan nyawaku gara gara laki laki sepertinya. Lalu rohku transmigrasi hingga ke sini, dan malah bertemu pria gila yang smaa...oh autor! Aku bosan di permainkan oleh mu lagi... Gemas Hati Mirai mencecah dirinya dan nasib nahasnya.


"Putri... Tampaknya kereta istana sudah pergi lebih dulu. Dan tak ada kuda di sini untuk kita tunggangi... Jika jalan kaki, apakah anda tidak masalah?" tanya Tian Feyn.


"Jalan kaki?" Mirai sangat bersemangat.


"Ya. Jalan kaki..."


"Wah ini menyenangkan. Ayo... Ajak aku berkeliling kota Ming' Mirai lekas meraih tangan Tian Feyn dan membawa kabur Tian Feyn ke pusat kota. Padahal Mirai sedang jadi buronan kerajaan Hong. Dan juga ia tak tahu jalanan ibu kota Kerajaan Ming.


"Kita akan kencan sepuasanya Panglima Ou Tian Feyn" Pekik Mirai senang.

__ADS_1


Panglima yang canggung hanya bisa berlari mengikuti langkah Mirai yang kala itu menarik tangannya ke suatu tempat.


__ADS_2