Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Sambutan para tetua sekte


__ADS_3

Akhirnya Mirai dan kawan kawan pun bisa masuk ke dalam sekte tersebut. Para prajurit yang mengawal perjalanan di perlakukan dengan baik. Mereka di tampung di sebuah feviliun khusus para prajurit. Sementara Mirai dan yang lainnya di bawa ke tempat yang berbeda yakni kolam penyuci hati.


Suasana yang tak kalah indah dari tempat awal Mio tapaki tadi "Tempat apa ini. Indah sekali" Mio berdecak kagum. Tak dapat ia gambarkan oleh kata kata perasaannya saat ini...


"Tempat apa ini tetua?" tanya tuan muda pada salah satu tetua yang berkenan mengajaknya berkeliling.


"Ini adalah kolam penyucian. Kalian harus melewati kolam ini sebelum masuk ke tempat sakral tetua Moo Shan Shan" Tegas tetua Zhen Zhen.


"Begitu ya. Aku akan mencobanya" Mirai menyingkap roknya hingga setinggu lutut. Ia kemudian memasukan kakinya pelan ke dalam kolam itu "Hati hati. Jika hatimu tercemar oleh hal hal duniawi. Maka kakimu akan terbakar di kolam amarah" Ujar Tetua Zhen Zhen. Ada empat warna satu kolam itu.


Warna biru menggambarkan ke lapangan hati sedalam samudra. Warna hijau menggambarkan kebaikan dan ketenangan hati seperti alam yang tenang dan terawat, jika tak ada yang mengusik ke sempurnaanya. Warna kuning berlambangkan ambisi dan dan keserakahan dan warna merah, melambangkan hati yang kotor dan penuh dusta.


CLUB! Mio merasa ngeri, apa lagi Mirai sengaja berjalan cepat untuk mempersingkat waktu penyelamatan Kaisar Qing dan Ibu suri dari cengkraman orang yang ingin melenyapkannya. Kolam biru, hijau, dan kuning telah di lewati dengan amannya... Mio sungguh ketakutan kala Mirai mencelupkan kakinya di area kolam berwarna merah darah "Apakah itu hanya kolam biasa? Tak ada reaksi apapun saat putri mahkota masuk ke dalam kolam itu" Bisik Mio merasa di permainkan.


Tetua Zhen di buat terbelalak dan mengaga "Heh. Hebat sekali kau gadis muda. Bahkan, tak ada hal buruk yang mencemari hatimu" Salut tetua Zhen Zhen mengacungkan jempolnya.


"Apakah benar. Kolam itu berpengaruh?" tanya Mio pada dirinya sendiri.


"Silahkan cobalah..." Ujar Tetua Zhen Zhen. Mio pun melenggok dan menarik roknya hingga lutut hampir sama persis dengan apa yang Mirai lakukan tadi.


Club! Kakinya mulai masuk ke kolam biru, rupanya ia mulai bereaksi seakan ke takutan "Aah! Perasaan apa ini... Aku takut tengelam! Tolong aku!" Nampaknya hati Mio sedikit terganggu oleh sikap putri mahkota yang selalu mengabaikannya hingga ia menumpuk rasa iri pada putri mahkota.


"Melangkah lah perlahan kau pasti bisa melaluinya putri Mio" Tegas putri mahkota memyuport gadis itu.


Kakinya gemetaran dan melangkah ke arah kolam berwarna hijau. Di sana dia sedikit tenang dan lebih rileks "Ahh... Airnya dingin" bisik Mio.


"Airnya dingin karna kamu selalu bersikap acuh pada orang tuamu" Jelas Tetua Zhen Zhen.

__ADS_1


"Lanjutkan putri. Jika kau tak sanggup katakan pada tetua agar menghentikan pergerakanmu" Pinta Mirai. Putri Mio pun mengangguk.


"Jika dia gagal melewati kolam itu. Maka dia tak bisa ikut ke dalam ruangan sakral sekte ini" ucap Tetua Zhen Zhen memperingatkan.


Mio seketika gelisah kala kakinya masuk ke kolam berwarna kuning "Aahhh! Tidak! Hentikan. Panas! Panas sekali..." Mio menjerit hingga tetua Zhen Zhen mengangkat tubuh Mio dengan ilmu nya tanpa menyentuhnya sama sekali.


Whuuusss! Mio terangkat dari dalam kolam tersebut dan di turunkan di tempat awal ia memulai. Ia berdiri di samping Ou Tian Fyen dan Tuan muda "Kamu baik baik saja?" tanya tuan muda.


"Sakit! Hiks. Sakit sekali... Putri mahkota, kakiku melepuh... Hisk! Huh Hu Hu" Mio merengek dan menangis sesegukan.


"Putri Mio, aku punya sebuah salep untuk meringankan bekas luka bakar! Ambilah!" Mirai melempar kotak kayu kecil seukuran ibu jari dan melemparkannya ke arah tuan muda.


Pak! Ia mendapatkannya lalu lekas membuka tutupnya lalu mengoleskannya ke luka bakar di betis Mio "Selanjutnya" Ucap tetua Zhen. Ou Tian Feyn masuk ke kolam itu dengan tergesa gesa. Dan kolam biru, hijau lalu kuning tampak aman. Namun saat ia memasuki kolam berwarna merah, akspresinya mulai berubah. Ou Tian Feyn membohongi dirinya sendiri, ia memiliki sisi gelap tentang putri mahkota...


"Pria ini menyukai wanita yang paling ia hormati" Tegas Tetua Zhen Zhen.


Tetua Zhen Zhen tersenyum kala melihat tekad Ou Tian Fyen yang tak mau rubuh di hadapan wanita yang ia sukai itu. Hingga ia pun sampai dengan peluh bercucuran lebat di hadapan Mirai juga tetua Zhen Zhen.


"Hei anak muda. Kenapa kau tidak ikut turun?" tanya Tetua Zhen Zhen. Dengan berat hati tuan muda menjawab "Aku tidak ikut..." Balas tuan muda.


"Kenapa?" Mirai mengerutkan dahinya.


"Aku mau menjaga pelayanmu saja" balas Tuan muda membuat Mio salah paham.


"Kenapa menjagaku. Aku bukan anak kecil"


"Tapi kamu menangis. Mana ada oranv dewas cengeng" timbal Tuan muda.

__ADS_1


"Kau juga tadi memangis... Saat kakimu di tekuk putri mahkota" Bals Mio tak mau kalah.


"Baiklah kita impas" Tuan muda mulai meraih tubuh Mio lalu menggendongnya.


"Huaaaa! Apa yang kau lakukan?" Teriak Mio.


"Aku akan membawamu ke tempat istirahat sementara yang di tujuk tetua Zhen Zhen tadi" tegas Tuan muda.


"Hei anak anak muda. Kalian di larang melakukan tindakan tak senono di sekte ini... Jangan bersentuhan begitu! Kalian sudah mengotori sekte ini' Geram tetua Zhen Zhen.


"Tetua Zhen. Mereka bukanlah pasangan kekasih. Tuan muda bersikap baik pada pelayan hamba karna dia sangat menghormati nya. Dan mungkin ada paktor kasihan meliputi hati tuan muda pada pelayan saya" Mirai berusaha membuat tetua Zhen tidak naik pitam.


Akhirnya, tetua Zhen pun memberi pengampunan pada tingkah keduanya. Mirai dan Ou Tian Fyen melanjutkan langkah mereka menuju Tempat tersakral di sekte itu. Mereka membuntuti tetua Zhen yang kala itu mengarahkan mereka...


"Kemari..." Tetua Zhen telah sampai di aula megah yang luas dan hening. Tak ada perabotan di dalam sana, hanya ruangan kotak persegi panjang yang kosong.


"Tempat apa ini?" bisik Mirai.


"Ini adalah tempat mengumpulkan aura positif, dan menambah Qi dalam dirimu"


"Lalu apa untungnya untukku?" Mirai tak paham pada jawaban tetua Zhen Zhen.


"Di sinilah, tetua Moo Shen Shen tinggal" Jawab Tetua Zhen Zhen. Ia mulai bersimpuh ke arah patung buda yang tengah duduk bersila. Lalu ia pun bersujud seraya berkata "Tetua Agung. Hamba datang bersama tamu yang di pilih langsung oleh tetua Chen Lyn" Lugas Tetua Zhen Zhen.


Suasana hening itu pun mulai sedikit pengap dan hangat... Whuusssshhh! Tak bisa di jelaskan oleh kata kata. Entah jurus apa yang tetua Moo Shan Shan keluarkan hingga ia tiba tiba ada di hadapan tetua Zhen Zhen.


JRENG!! Ia tampak duduk bersila dengan pakaian yang serba merah. Mirai pikir Mo Shan Shan adalah seorang tua bangka sama seperti para tetua lainnya. Namun Mo Shan Shan sangat unik... Ia sama sekali tak terlihat tua dan malah berwajah cantik seperti seorang wanita.

__ADS_1


__ADS_2