
***
Ling Long menunggu ke datangan Mirai dengan sedikit lama. Ia mondar mandir di depan tubuh Xue Jing dengan sangat panik. Mau bagai mana pun, Ling Long akan di salahkan jika terjadi sesuatu pada Xue Jing. Bahkan untuk saat ini suhu tubuh Xue Jing menurun cukup drastis karna kehilangan banyak darah.
Setelah menunggu agak lama. Mirai pun tiba dengan pakaian bersihnya. Nampaknya ia telah mamdi di suatu tempat...
"Ling Long. Bantu aku..." Pinta Mirai mulai menghampiri raga Xue Jing yang hampir membeku.
"Baik' Angguk Ling Long.
"Ini akan sedikit membahayakan nyawa Xue Jing jika tidak secepatnya menutup luka. Sebenarnya tak mungkin melakukan oprasi di tengah remang seperti ini. Tapi jika tidak di coba... Maka kita tak akan pernah bisa menutup luka nya" jelas Mirai membuat Ling Long mengerutkan dahinya.
"Oprasi?" Istilah tersebut membuat Ling Long menggelengkan kepala. Tak ada istilah seperti demikian di masa tersebut.
"Ling Long. Pegang gunting ini!"
"Baik..." Ia meraih gunting yang Mirai berikan padanya.
Mirai lekas menyiapkan kain bersih dan lap. Ia menutup luka di dada Xue Jing dengan kain putih itu sebelum menarik pedang yang masih menancab.
"Minumkan pil ini... Agar terjadi sedikit pembekuan darah... Untuk menghindari pendarahan patal!" Pinta Mirai. Lagi lagi Ling Long mengangguk...
"Baiklah... Kita mulai'
Setalah di minumkan pil pembekuan darah, Mirai menunggu beberapa saat... Kemudian, ia pun menekan luka itu dan perlahan menarik pedang itu "Ggghhh...!" Xue Jing meringis. Giginya menggigit kuat kuat dan matanya memejam dengan ringisan kecil "Semoga kau bisa bertahan..." Bisik Mirai.
"Ling Long. Kau yakin tak akan membuka topi kelambu itu?"
"Tidak. Aku akan membantumu meski memakai kelambu ini"
"Baiklah... Jangan lakukan kesalahan, karna satu kecerobohan kecil bisa mengancam nyawa Xue Jing" tegas Mirai. Xue Jing pun mengangguk...
"Gunting?" Mirai menadahkan tanangnnya arah Ling Long.
Ling Long sigap memberikan nya pada tangan Mirai yang menadah padanya "Kau sigap juga..." Bisik Mirai. Long Long tersenyum menyungingkan bibirnya.
Krak! Krak! Krak! Mirai menggunting pakaian Xue Jing di area area luka tersebut. Setelah luka itu benar benar terlihat, Mirai pun membasuhnya dengan air garam steril "Air apa itu?" tanya Ling Long.
__ADS_1
"Air garam hangat... Ini akan sangat baik untuk luka dan membersihkan darah segar" Tegas Mirai.
"Benarkah? Bagai mana seseorang bisa bertahan jika lukanya malah di basuh air garam. Rasanya akan sangat nyeri mungkin... Kau yakin kau sedang mengobatinya?" Ling Long Curiga jika Mirai hanya ingin mengoyak koyak tubuh Xue Jing karna ia sangat marah pada wanita itu. Bagai mana pun juga, kelakuan Xue Jing sangat jahat pada wanita itu.
"Tutup mulutmu dan ikuti saja gerakanku. Jangan sampai karna kebodohanmu... Nyawanya tak tertolong...' Mirai menatap tajam ke arah Ling Long.
Gluk! Ling Long seketika membungkam mulutnya seraya menggumam dalam hatinya Sebenarnya. Manusia macam apa dia... Kenapa hanya menatap matanya saja hatiku seakan di tusuk. Aura pelatihannya sangat kuat dan energinya stabil... Aku curiga. Dia adalah seorang petapa tinggat pemurnian... Bathin Ling Long menggumam.
"Berhenti menatapku! Pokus pada pasienmu!" Bentak Mirai. Ling Long sektika kembali menunduk dan menatap jelas ke arah jasad Xue Jing yang mulai dingin.
"Aku akan membuka lebih lebar lukanya... Sial, darahnya terlalu banyak"
"Kenapa malah di buka lebih lebar? Itu akan melukainya"
"Jika tidak di tambah, mana tahu... Bagian dalam yang robek. Karna kita perlu menjahitnya dengan benang sintetis" umpat Mirai membuka luka itu lebih lebar.
"Diam dan ikuti aku. Semprotkan garam ke dalam luka ini cepat. Agar aku bisa melihat di mana letak paru parunya yang luka"
Dengan perasaan mual karna melihat darah, Ling Long Pun lekas menyemprotkan garan ke dalam luka tersebut. Mirai pun mengeringkannya dengan beberapa kain putih.
Ia bahkan memasukan kain di sela sela luka itu setelah mendapatkan luka serius di bagian paru paru Xue Jing "Bertahanlah bodoh. Karna aku akan mengerjakan jahitanku dengan cepat. Jangan sampai mati... Karna jika kau mati, maka kau akan berhenti mencibirku. Dasar mulut besar... Kau bilang ingin membunuhku. Tapi malah kau yang nyris mati..." Umpat Mirai seraya menjahit cepat paru paru Xue Jing yang robek.
"Jangan bengong! Potong cepat!"
"Maksudmu benang itu?"
"Benar jangan banyak bertanya. Kau pikir waktu kita banyak?" Amuk Mirai kesal.
"Ah maafkan aku...'
Kini alur tangan Mirai dan Ling Long cukup sebanding. Hingga jahitan pertama pun selesai "Heh. Lihat hasil karyamu Ling Long... Jika si bodoh ini berhasil melewati masa kritisnya. Katakan padanya jangan menjadi orang sombong..."
"Baik..." Ling Long pun mengangguk.
"Baiklah... Sekarang kita tutup lukanya. Kau bantu aku menyiapkan kain untuk membersihkan luka nya ya..."
"Baik..." Lagi lagi Ling Long mengangguk.
__ADS_1
"Aku akan mulai menjahit luka dasar si kulit... Coba kita lihat, ini cukup lebar karna tadi aku menambannya... Bertahan Xue Jing. Tinggal dua luka lagi yang harus aku tutup... Lagi pula, darah yang keluar agak sedikit berkurang karna pil pembekuan darah ku... Sekarang setelah berhasil menjahit seluruh luka. Kau tinggal meminum pil pemulihan" ujar Mirai.
"Tapi kedua luka belum kamu jahit"
"Jangan khawatir... Kita mulai sekarang" Mirai kembali menggerakan jarum medis juga dua pinset medis buatannya.
"Potong!" Tangannya cepat dan telaten hingga membuat Ling Long kelelahan "Potong!"
"Potong!" Tak sadar karna Ling Long terus menerus memotong benang sesuai permintaan Mirai. Jahitan di oprasi ke dua pun selesai "Fyuuhh! Kau sungguh gila..." umpatnya.
"Jangan senang dulu. Ada area yang cukup sulit... Kita perlu mencari sandaran untuknya. jika di tengkurabkan, maka akan terjadi pendarahan lain di area paru parunya.
"Lalu kita harus apa?"
"Kita jahit saja luka itu, kau harus menopang tubunya. Aku akan menjahit punggungnya" Tegas Mirai.
"Baik..." Ling Long mengangguk...
Mirai pun mengangkat tubuh Xue Jing dan menyenderkannya di dada Ling Long Ia mulai menggunting pakaian di punggungnya dan melubanginya dengan cukup lebar. Mirai kembali brkutat, hanya saja luka di punggung cukup kecil dan hanya menampung tiga jahitan saja.
"Ling Long selesai. Hah, sungguh melelahkan... Sekarang minumkan pil pemulihan, karan di gua ini sangat dingin... Pergilah sebelum penghuni gua ini kembali!" tegas Mirai.
Ling Long mengangguk dan pergi dari gua itu. Di bantu Bast Spirit level 7 miliknya yang berupa seekor katak raksasa yang Mirai lihat di rawa rawa tadi.
"Terimakasih..." Ucap Ling Long.
Mirai pun melambaikan tanganya "Hati hati..."
"Heh. Kasihan sekali kau Xue Jing. Dengan luka di tubuhmu... Maka kau tak akan pernah bisa menikahi kaisar..." Bisik Mirai seraya menyingingkan bibirnya.
"Baiklah. Aku akan menyusul langkah Ling Long lalu mencari lubang tempat Xigua dan Mio berada" Ia mulai melanjutkan langkahnya setelah membereskan peralatam medisnya.
Tapi, karna gua itu bukan lah gua kosong... Sang penghuni pun mulai tiba... Ssssstttt... Mirai sedikit tercengang dengan bau amis yang menusuk.
Area gua itu sedikit bergetar pertanda bahwa mahluk yang datang bukanlah mahluk kecil melainkan raksasa....
Mirai pun bersembunyi di balik telur telur raksasa itu. Ia beberapa kali mengumpat dari pandangan sang Monster.
__ADS_1
"Sial. Kenapa dia kembali lagi' Bisk Mirai mengepalkan tangannya erat. Sesaat rasa takut sedikit menyelimutinya. Sebab, Ketika netranya mamastikan hewan apa yang muncul. Ia sungguh di kejutkan oleh kedatangan ular raksasa yang hampir saja melahapnya tadi.
"Celaka... Dia datang" Bisiknya.