
***
Kompetisi di lanjutkan ke babak final setelah jeda selama kurang lebih 6jam untuk menyetabilkan energi para peserta kompetisi.
"Ling Long! Kau harus menang! Apapun yang terjadi. Kalahkan Mirai!" Tegas Xue Jing menpuk pundak Ling Long. Ia segera enyah dari ruangan istirahat para peserta dan membiarkan Ling Long bersama amarahnya. Bahkan karna terlalu kesal pada kelakuan Xue Jing yang mau enak sendiri dan cenderung keerad kepala, Ling Long pun membuang hati nuraninya dan menjadi seorang alkemis yang kejam... Ambisi nya mengalahkan Mirai tak lain dan tak bukan hanya demi menyelamatkan adik adiknya dari cengkraman tangan Xue Jing yang kejam.
Dengan langkah penuh amarah terhadap Xue Jing, Ling Long pun telah sampai di tengah arena peleburan bahan obat... Ia berdiri tegak dengan atensi menunduk, tangannya di kepal erat dan di guyuri oleh pujian juga tepukan tangan "Ling Long! Ling Long!... Berjuanglah Ling Long. Kau adalah harapan kota layaras!" seru para pendukungnya. Ling Long dengan percaya dirinya mulai menghempaskan tangannya sigap bersiap, namun lawannya sama sekali belum tampak batang hidungnya.
"Kemana wanita itu! Tak akan ku biarkan kau mengulur waktuku!" Umpat Ling Long. Setelah ia mendengus kesal, akhirnya Mirai pun melangkah pelan tampak santai menuju arena peleburan.
"Itu dia" bisik Ling Long dalam hati.
"...Akhirnya... Kau datang juga" Tegas Ling Long. Mirai menatap sayu ke arah Ling Long dan mulai berkata "Kau memang anak yang baik" Tiba tiba Mirai berkata demikian.
Entah kenapa, Ling Long sedikit tersipu "Cih. Tahu apa kau tentang hidupku!"
"Aku tak pernah mengetahui penderitaan mu dan seberat apa hidupmu. Tapi yang jelas, beban di pundakmu yang kau pikul sendiri itu... Akan ringan jika kau membagikannya dengan orang lain. Belum tentu, pilhan yang kau ambil ini adalah yang terbaik untukmu dan hidupmu"
"Diam! Sebenarnya apa mau mu! Kenapa kau malah mengusik hidupku!" Ling Long sedikit tersentak.
"Ling Long... Aku tahu, kenapa kau sampai melakukan hal ini. Kau memiliki beban bukan... Tekanan Xue Jing membuatmu melakukan hal ini?" Tanya Mirai melangkah menghampiri Ling Long. Ia ingin sedikit berbagi rasa sedih Ling Long yang ia pendam sendiri itu, malam itu... Setelah Xue Jing melepaskan ke tiga adik adik Ling Long. Mirai pun membawa mereka ke kediaman sementara di istanan Layaras.
__ADS_1
FLASBACK
Adik adik Long Long yang telah di bebaskan Xue Jing lekas di mandikan dan di beri pakaian bersih dan rapi, Kemudian... Mirai memberikan mereka makanan dan minuman, ke tiga adik Ling Long sungguh lahap bah orang kelaparan.
Bahkan mereka makan dengan sangat cepat, meski dalam mulut mereka masih terdapat beberapa potong bakpao yang belum terkunyah "Pelan pelan anak anak" Pinta Mio.
"Qiang Qiang... Ini milikku!" Ucap adik Ling Long yang pertama.
"Tidak Liu... Ini adalah makanan ku... Jangan di habiskan!" Bentak Liu tak mau kalah. Liu adalah adik ke 2 dan paling serakah.
"Kakak-kakak jangan bertengkar... Sudah kakak jangan bertengkar. Ini ku berikan makananku untuk kalian. Biarkan aku minum saja, itu sudah cukup" Ucap Ling Ling adik Ling Long yang ke 3 yaitu si bungsu.
Ke tiga adik Ling Long pun mengangguk "Nah... Jika kalian mengerti, ayo lanjutkan makan..." Ujar Mio. Melihat ke akraban Mio dan ke tiga adik Ling Long Mirai sungguh senang. Sudah lama ia tak pernah bertemu dengan anak anak yang lucu itu. Bahkan Mirai membayangkan satu pertemuan manis dengan Yue si anak miskin pencuri dompet panglima Ou Tian Feyn. Ia berfikir bagai mana kabarnya sekarang.
Usai makan, adik adik Ling Long pun tidur dengan sangat nyenyak hingga hari semi Final di mulai. Mereka bahkan tak tahu jika kakak nya mengikuti kompetisi tersebut.
Malam itu, Mirai memahami satu hal... Bahwa Ling Long adalah anak yang penuh tanggung jawab. Bahkan ia memikul segala permasalahaan hidup di pundaknya... Ia rela menjadi ibu sekaligus ayah demi hidup adik adiknya... Mirai sungguh terharu atas pengorbanan Ling Long.
Flasback off...
Ling Long bersiap dengan beberapa bahan herbal kualitas tingginya di dalam kantung penyimpanan itu...
__ADS_1
Syuuutt! Meski panitia belum memulainya... Tapi Ling Long sudah tak sabaraan ingin segera melawan Mirai.
"Demi menyelamatkan adik adikku! Aku akan melawanmu, meski kau berkata hal hal yang cukup membuatku tersipu. Tapi yang jelas aku tak akan pernah mengalah!" Teriak Ling Ling menatap tajam Mirai di balik topi caping bercadar itu.
Mirai tersenyum ringan lalu berkata "Silahkan saja" Balasnya enteng. Mendengar jawaban itu, Ling Long seakaan di cemooh... Ia pun menunjuk "Panitia! Lekas lah mulai... Aku sudah tak sabar ingin segera melawannya!" Bentak Ling Long.
Panitia nampaknya belum siap, ia beberapa kali menatap bayangan sebuah kayu siang itu yang di pakai orang orang di jaman dahulu untuk menentukan waktu...
"Lama!" Bentak Ling Long.
"Baiklah para Hadirin! Mari kita mulai babak final ini. Babak di mana seorang pemanang akan segera lahir di kota Layaras tercinta kita!"
"Mari kita sambut dengan Meriah, Xin Mirai melawan Ling Long! Babak penentuan kami nyatakan di mulai!" tegas panitia pelaksanaan kompetisi.
Seketika gerakan tangan Ling Long mulai sigap menarik dan memasukan bahan bahan herbal istimewa miliknya ke arah tungku beser bulat berwarna kuning ke emasan.
Whussshh! Ia sungguh berkutat dengan sekuat tenaganya kala melawan Mirai. Mirai pun melakukan hal yang sama dengan Ling Long, tapi gerakan Mirai cenderung santai dan tak tergesa gesa... Kemudian...
Baru saja mulai beberapa saat, seruan adik adik Ling Long yang terdengar nyaring itu seketika membuyarkan titik fokus wanita itu.
"Kakak!" pekik mereka. Ling Long terbelalak...
__ADS_1