Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Sedikit getir


__ADS_3

Semalam telah terjadi kegaduhan besar di istana Ming. Sebab seorang tabib istana terbunuh dan belum tahu apa motif dari pembunuhan tersebut.


"Kami akan melakukan pemeriksaan..." Para petugas berwajib yang di tunjuk Kaisar untuk mengusut kematian tabib istana yang bernama Young An pun mulai di lalukan.


Para pihak istana pun di insfestigasi satu persatu untuk mendapatkan barang bukti kala mengusut kasus yang sedikit rumit itu.


"Putri mahkota. Silahkan duduk, apa yang anda lakukan malam itu?" tanya para tim insvestigasi. Mirai mulai mengingat dan menceritakan hal apa yang telah ia simak sebelum melukapan sebagian dari ingatannya.


"Hmm... Cukup menarik. Tapi, meski di area tersebut kami tidak menemukan barang bukti. Namun untuk saat ini, anda akan kami jadikan saksi kunci..." tegas para penyidik.


"Saksi? Kunci... Apa maksud dari istilah tersebut" Mirai mengerutkan dahinya. Ia tak ingin jika dirinya terjerat dalam masalah yang sangat serius tersebut.


"...Artinya. Jika barang bukti ternyata mengarah pada anda. Maka kami, dengan berat hati akan menahan anda sebagai tersangka utama" Tegas para penyidik.


"Tersangka utama? Heh. Semudah itukah menunjukku demikian. Memang apa motif utama dari pembunuhan tersebut? Anda tak bisa menunjuk sembarangan apa laagi tanpa bukti yang jelas..."


"Ucapan anda memang benar putri. Namun, kami juga tidak bisa mengabaikan anda yang malam itu ada di tempat kejadian tersebut tanpa menaruh rasa curiga. Sebab andalah satu satunya yang jadi saksi mata malam itu" tegas para penyidik kerajaan yang berjumlah dua orang. Mereka sungguh menyudutkan Mirai dan mencurigainya.


"Hemmm... Jika kalian memang berfikir hal demikian. Kenapa aku tidak bisa mencarikan bukti untuk membebaskan dakwaan yang kalian lontarkan padaku..." Pekik Mirai menggebrak meja di depannya kasar.


"...Maaf jika anda tersinggung. Tapi, yang jelas... Kaisar telah memberikan kami titah untuk menemukan pelaku utama dalam pembunuhan tabib istana bernama tuan Young An" tegas para penyidik.


"Beri aku waktu selama satu pekan saja... Jika dalam satu pekan itu, aku tak menemukan apapun... Maka. Kalian berhak menuduhku sesuka hatimu" Bentak Mirai kesal.

__ADS_1


"Heh. Baiklah, kami akan merundingkan hal ini dengan para penyidik lainnya" Balas para penyidik mulai saling menatap satu sama lain, kemudian meninggalkan ruangan tersebut. Mirai sangat marah karna mereka menunjuknya sebagai tersangka kala itu...


"Menyebalkan. Kenapa juga aku harus ada di sana malam itu... Bahkan jika saja aku tak terlambat menyadarinya. Pria tabib itu mana mungkin terbunuh... Sial! Seandainya saja aku bisa menutar waktu dan menghentikan semua kejadian itu..." Mirai sungguh menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian yang tak di harapkan tersebut.


Sesaat ingatannya mulai berkumpul... Ia pun ingat perkataan pria pembunuh itu "Astaga, aku sungguh melupakan sesuatu... Bukankah pria itu berkata sesuatu tentang ibu suri? benar juga pria misterius itu bicara tentang membunuh ibu suri... Apakah ini ada hubungannya dengan obat yang telah di tukar dengan racun milik ibu suri?" Mirai pun sibuk memutar otaknya seraya menunggu keputusan para penyidik.


Brak!!! Mirai terperanjat dan seketika lamunannya pun buyar...


"Baiklah. Kami sudah memutuskan, selain itu... Kami juga akan mencari bukti lain. Dan semoga saja, pelaku utamanya bisa di temukan... Agar kamu bisa kami bebaskan dari dakwaan" tegas para penyidik. Nampaknya setelah bernegosiasi cukup lama dengan para anggotanya. Mereka pun mendapatkan pilihan yang baik untuk Mirai.


"Sebenarnya ada hal yang aku inginkan dari kalian" Ucap Mirai menyungingkan bibirnya.


"Katakan saja. Apa yang kau inginkan"


"Heh. Kali ini, silahkan saja kalian tertawa... Tapi nanti, aku akan melihat tangisan kalian yang terdengar parau ketika meratap pengampunan dariku" balas Mirai mulai berdiri dari duduknya lalu meninggalkan para penyidik tersebut.


Mirai lekas keluar dari ruangan pengap itu BRAK! Karena marah ia menggeserkan pintu dengan kasar. Tibalah ia di front ruangan sidik...


"Putri!" Sambut para pihak kerajaan. Putri Mio memeluknya seraya menangis "Jangan cengeng..." pinta putri Mahkota.


"Putri mahkota. Apa yang di tanyakan para penyidik padamu? Kenapa sangat lama sekali?" putra mahkota sungguh cemas pada istrinya itu. Mirai enggan menatap wajahnya yang menyedihkan itu hingga ia menjawab dengan sangat singkat.


"Tidak ada..." Mendengar jawaban tersebut, putra mahkota segera bungkam.

__ADS_1


"Oh putri mahkota... Aku sungguh khawatir, tapi syukurlah... Pihak penyidik tidak bertanya hal hal aneh padamu... Aku takut mereka akan menyalahkanmu atas kejadian malam itu" ibu suri menyeka deraian basah di pelipisnya.


"Jangan cemas ibu suri. Aku sama sekali tak punya motif kuat atas pembunuhan itu... Aku hanya di jadikan sebagai saksi mata saja. Tapi... Aku akan berusaha mencari tahu siapa pelaku utama penyerangan ini..." umpat Mirai. Ia mengepalkan tangannya kesal dan mengeratkan giginya kuat kuat karna gemas.


Heh... Coba saja kau uji kesabaranku. Pasti aku akan menemukan bukti kejahatan sang pembunuh itu dengan cepat. Lihat saja nanti... Bisik Mirai nyaris tak terdengar.


Siang itu, Mirai di kelilingi orang orang yang sangat menyayangi dan mengkhawatirkannya. Mereka sungguh senang kala Mirai kembali dari insvestigasi itu tanpa wajah yang sedih... Hingga di kejauhan, panglima Ou Tian Feyn menatap wajah Mirai dengan pandangan yang nanar.


"Putri mahkota... Maaf kau jadi terlibat masalah besar ini. Jika saja aku ada di sampingmu saat itu. Mana mungkin hal buruk ini akan menghampirimu begitu mudahnya" Bisik panglima.


"Semoga kamu bisa segera menguak tabir kepalsuan ini secepat mungkin. Aku yakin kamu pasti bisa... Bahkan, hal yang rumit di istana Hong pun mampu kami pecahkan dengan waktu yang singkat" Ou Tian feyn tak terlalu cemas jika saat itu Mirai terjerat sebuah kasus yang menurutnya cukup rumit.


"Aku lelah... Aku ingin kembali ke faviliunku" ucap Mirai melepas pelukan putri Mio yang sedari tadi terasa... menyekik lehernya.


"Ah putri..." putri Mio menekuk wajahnya sedih.


Mirai mengabaikan seluruh anggota istana yang begitu care padanya saat itu... dan ia pun tetap memantapkan langkahanya menuju faviliunnya. Nampaknya ia kembali ke faviliunnya untuk melancarkan sebuah rencana...


Mirai bukanlah orang yang bodoh. Ia bisa bertanya dan meminta saran dari Xigua maupun Shu Feng. Karna Mirai yakin, mereka pasti akan tahu sesuatu dan akan membantu masalah yang saat ini tengah di hadapinya...


Semangat putri mahkota, bukan hal yang mudah jika ingin menguak pembunuhan di kerajaan Ming dengan mudah apa lagi hanya dengan waktu satu pekan saja.


Namun kasus itu juga bagi Mirai bukanlah hal yang mustahil. Toh, Mirai adalah putri mahkota yang cukup pandai dan bertalenta... Hingga masalah apapun pasti akan ia pecahkan dan lekas mencari titik terang...

__ADS_1


__ADS_2