Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Menyingkap tabir


__ADS_3

"Mohon beri kami waktu" Pinta Mirai.


Li Yuan lekas mendekatkan dirinya ke arah Mirai, Mirai membisik dan Li Yuan pun terbelalak, tak lama setelah itu ia pun mengangguk beberapa kali. Tanpa bicara ia pun lekas bangkit lalu pamit... Ia mengajak serta ke lima saudaranya untuk melakukan tugas sesuai yang Mirai anjurkan padanya lewat bisikan.


"Apa yang kalian bisikan?" tanya Kaisar curiga.


"Ini adalah rahasia kecil.. Dengan begini, saya bisa mengobati penyakit ibu suri dengan tenang" balas Mirai lembut.


*Apa yang wanita siluman itu rencanakan? Bisik seseorang. Nampaknya ia cukup khawatir, karena Mirai sama sekali tidak merasa kesesakan saat ia begitu dekat dengan ibu suri.


Tentu saja Mirai tak berpengaruh dengan bau tubuh ibu suri. Sebenarnya ia tengah menyematkan sebuah kapas lembut berisikan setetes farpum alami buatannya. Hingga Mirai baik baik saja untuk saat ini*...


"Tabib agung!" Pekik pangeran Li Yuan kembali dengan cepat lalu mengantarkan air hangat di tangannya.


"Bagus..." Mirai meraih air dan kain lap bersih itu, kemudian meneruhnya di sampingya.


Ia lekas mencelupkan tangannya ke air tersebut dan terdiam merasakan sesuatu "Bagai mana tabib, apakah airnya pas?" Tanya Li Yuan menatap intrents ke arah Mirai.


"Ya. Ini sudah cukup... Kamu pasti menambah sedikit garam kan?"


"Tentu... Aku menambahnya, karna anda pasti akan membutuhkannya"


"Bagus..."


Mirai lekas menerik tangan ibu suri dan menggulungkan kain lengan panjangnya hingga sikut dan mengompresnya lembut.


"Apakah para pelangeran sudah melakukan tugasnya dengan baik?" bisik Mirai pada pangeran Li Yuan.


"Ya. mereka sedang memeriksa sesuai yang tabib anjurkan"


"Temukanlah barang apapun yang tampak mencurigakan. Aku yakin, barang tersebut masih ada di area dapur istana. Tapi, jangan sampai membuat ke gaduhan... Pinta para pengeran untuk menyimpan barang bukti sebelum aku melihatnya sendiri" Tegas Mirai.


Pangeran mengangguk lalu ia pun pergi "Baik tabib agung... Aku akan segera memberitahukan hal ini pada saudara saudara ku" tegas Li Yuan.

__ADS_1


"Lakukan yang terbaik, nyawa kami ada pada mu" Balas Mirai mengacungkan satu jempolnya pada pria itu. Tanpa tahu apa artinya, Li Yuan pun mengangguk bersama lemparan senyum simpulnya ke arah Mirai. Ou Tian Feyn merasa sedikit lega kala Mirai kembali melanjutkan pemeriksaan pada sang ibu suri.


Kaisar bertanya tanya dan mencercidkan matanya se tajam mungkin. Hebat sekali tabib ini... Dia mampu meluluhkan pangeran Li Yuan, bahkan ia tak pernah mau mendengarkan aku ayahnya sendiri... Tapi kenapa, satu kalimat yang kaluar dari mulut gadis ini. Pangeran lekas terperanjat untuk menjalankan titah sang tabib agung. Bathin Kaisar Hong. Ia menatap intrents metode penyembuhan dari Mirai seraya mengelus elus janggutnya.


Penasihat sedikit kaget dengan metode pemeriksaan Mirai. Karna sebelumnya tak ada yang melakukan cara seperti itu "Yang mulia, tolong buka mata anda" Pinta Mirai, ibu suri menoleh ke arah Morai lalu membuka matanya "Ya bagus... Tolong mulut anda, dan julurkan lidah anda sedikit' Ibu suri sedikit sulit membuka mulutnya karna bibirnya sangatlah kering.


"Baik... Sudah ibu suri jangan di paksakan jika anda kesulitan. Saya akan membuka sedikit dada anda ya. Mohon tahan jika agak sedikit sakit" pinta Mirai...


Mirai membuka sedikit kain yang membelit tubuh wanita itu, ia pun memeriksa area dada wanita paruh baya itu. Ia mengelusnya ke arah dada kiri dan dada kanan, tapi ketika ia menatap lebih luas ke arah dada bagian bawah, tepatnya di atas payudara sang ibu suri... Ia merasakan sebuah getaran yang berbeda.


"Sakit!" Pekik itu suri.


Kaisar lekas berdiri "Apa yang kau lakukan? Kenapa kau membuatnya ke sakitan!" bentak Kaisar, Mirai sedikit kaget kala mendengar amukan Kaisar. Mirai mengangguk diam dan seseorang pun mulai mengambil kesempatan untuk mempropokasi "Yang mulia! Tabib ini sungguh tidak bertalenta... Mana mungkin, ia memeriksa pasiennya dengan cara serampangan seperti itu! Bahkan ia berani kontak fisik dengan ibu suri!' Tegas Selir Agung menunjuk Mirai sebagai tabib gadungan.


"Ampun yang mulia... Tolong beri waktu pada sang tabib untuk melanjutkan pengobatannya. Nampaknya ia telah menemukan titik terang terkait penyakit yang ibu suri derita" Tegas Sang penasihat.


Netra raja yang buas itu mulai mereda, ia bahkan menatap selir agung tajam "Lancang sekali kau menuduh tabib agung pilihanku seperti itu! Apakau kau mau di hukum?!" bentak sang raja. Selir agung pun lekas bersimpuh lalu menunduk memehon ampun.


"Duduklah di tempatmu lalu diam!" Pinta Kaisar.


Sial! Wanita itu tak sebodoh yang aku pikirkan. bathin selir agung.


Kaisar kembali menenang setalah mendengar penjelasan dari sang penasihat kerajaan.


"...Aku akan mulai mengobati ibu suri" Tegas Mirai. Seluruh istana mulai riuh dan berbisik bisik. Mereka menggumamkan kebahagiaan mereka karna mendengar ke sigapan Mirai.


"Apa yang anda temukan?" tanya Penasihat.


"Dalam tubuh ibu suri, aku menemukan ada dua jarum beracun di dada bawah bagian kanannya" Jelas Mirai memastikan dengan jelas.


"Jarum beracun?" Pekik raja. Lagi lagi suasana kembali riuh... Para jajaran istana saling menatap penuh tanya satu sama lain.


"...Tak ada jalan lain selain melakukan pengeluarkan jarum itu lewat totok alternatif" Jelas Mirai.

__ADS_1


"Totok? Apakah anda juga menguasai ilmu totok?"


"Saya akan mencoba. Ini akan sedikit menyakitkan untuk ibu suri... Tapi, jika anda tidak mengizinkan saya untuk melakukannya. Mustahil bagi ibu suri untuk kembali sehat'


"Lakukan yang terbaik untuk menyelamatkan ibu suri!" Tegas Kaisar.


Bukan itu masalahnya yang mulia. Tapi jika aku menggunakan tenaga dalam ku untuk menotok tubuh ibu suri dan mengalirkan energi positifku pada ibu suri. Maka aku akan kelelahan dan jatuh pingsan. Jika hal itu sampai terjadi, entah berapa hari kemudian aku akan sadar kan diri. Bathin Mirai menggumam.


"Tabib agung! Lakukan yang terbaik untuk ibu suri ku!"


"Baiklah yang mulia. Tolong siapkan ruangan tertutup untuk melakukan pengobatan ini..." pinta Mirai.


Seluruh dayang lekas mengambil sebuah penyekat ruangan yang terbuat dari rotan dan kayu yang telah di ayam secantik mungkin lalu membentangkannya di area Mirai juga ibu suri. Ou Tian Feyn sangat khawatir pada Mirai...


"Tabib... Lakukan yang terbaik! Jika terbukti, ada jarum racun di dalam tubuh ibu suri, maka aku akan mencari tahu siapa sebenarnya yang telah melakukan hal ini pada wanita yang paling aku hormati itu!" Amuk Kaisar mengepalkan erat tangannya dan sesekali menggebrak sikut kursi singgah sanahanya.


Mirai berisiap, ia lekas membuka setengah pakaian itu suri dan mendudukan ibu suri. Tapi nampaknya ibu suri tak bisa duduk karan ia sangat lah lemah "Aku ingin seorang wanita untuk menahan tubuh ibu suri" Pinta Mirai.


Selir agung lekas berdiri dari duduknya "Aku saja" Pinta selir agung.


Mirai lekas menatap intrents ke arah selir agung dan menatapnya dari atas hingga bawah kakinya. Dan ternyata, Mirai enggan meminta jasa wanita itu...


"Biar aku bantu!" Pekik Mio yang baru saja sadar dari pingsannya. Mirai sedikit menyungingkan bibirnya ke arah Selir agung "Maaf, tapi pelayanku sudah sadar" tolak Mirai secara halus.


"Tapi dia tak bisa menahan rasa mualnya!" Bantah Selir agung.


"Aku bisa mengatasinya" balas Mirai.


Selir agung marah hingga berjingkrak "Dudulklah selir agung. Kenapa kau secemas itu" tanya Kaisar.


Sial... Wanita siluman itu... Jika sampai aku bersikeras, aku takut dia akan mencurigai ku. Sebaiknya aku diam saja. Bathin Selir agung.


Selir agung pun duduk dengan wajah yang masam bukan kepalang... Ia pun diam dan berusaha tenang. Mirai sedikit curiga akan gerak gerik selir agung dan berasumsi bahwa ia lah yang ada di balik penyakit ibu suri yag misterius itu.

__ADS_1


__ADS_2