
Panglima Ou Tian Feyn, mulai tunduk... Ia paham pada apa yang di rasakan Mirai. Kini Ou Tian Feyn mulai angkat bicara dan menjelaskan hal apa saja yang ingin Mirai ketahu darinya.
Nama anda adalah putri mahkota Hyr In. Anda adalah anak dari raja Xin... tapi sayang, kerajaan Xin di serang dan raja meminta tolong pada Kaisar Ming untuk menyelamatkan kerajaan nya...
Syarat yang kaisar Ming berikan adalah mengambil alih kerajaan Xin dan menikahkan Putri dengan pangeran Fei Si. Kelak Putra mahkota Fei Si akan menjadi Kaisar kerajaan Xin.
Oleh karna itu... Pernikahan anda di gelar secara mendadak. Kaisar Ming tak ingin pernikahan anda dengan pangeran Fei Si di ketahui kerajaan lain. Sebab, ini adalah kali ke 4 pangeran Fei Si menikahi wanita dari kerajaan lain. Dan setelah menguasai kerajaan Xin... Raja Ming mengumumkan jika Anda adalah anak dari perdana mentri yang telah wafat beberapa bulan silam*.
"Apa? Putri Mahkota Hyr In adalah anak dari seorang kaisar? kerajaan Xin? Benarkah? Ini sungguh mengherankan... Kenapa harus di sembunyikan. Bukankah rakyat perlu tahu, bawa Putri Mahkota Hyr In adalah anak dari kaisar Xin..." tanya Mirai tak percaya.
"Benar... Anda adalah putri dari kerajaan Xin. Namun raja gugur dalam peperangan melawan kerjaan lain yang kala itu meyerang secara brutal" tegas Panglima Ou Tian Feyn.
"Apa? Kenapa setragis ini. Jadi aku tak punya siapa pun sekarang?" tanya Mirai tak percaya.
"Kerajaan anda makmur setalah pernikahan anda di gelar. Tapi, kerajaan Chin tiba tiba menyerang hingga kaisar Xin pun tewas bersama jajarannya. Kerajaan Ming mulai ikut membantu peperangan dan raja Chin pun lengser dari singgah sananya karna telah kalah melawan kerajaan Ming'
"Tragisnya hidupku. Bukan hanya di masa ku... Bahkan di dunia entah berantah ini hidupku pun sama saja tragisnya... Dewa. Kau sungguh telah menghukumku. Dosa apa aku hingga terlahir begitu menderita..." Keluh Mirai tak terima akan nasib sial yang menimpanya.
"Anda tidak boleh menyalahkan dewa... Karna, mungkin di depan sana akan ada kehidupan yang membuat anda bahagi" Ujar Panglima Ou Tian Fey.
"Jalan yang membahagiakan?" Bisik Mirai tak paham. Kini ia mulai bangkit dan tak mau cengeng lagi
"Jika anda tersenyum... Anda terlihat sangat menawan" Gumam Panglima Ou Tian Feyn.
__ADS_1
"Benarkah? Kalau begitu aku akan tetap tersenyum di posisi apa pun. Agar bisa membuat Panglima Ou Tian Fyen tak khawatir padaku" Semangat Mirai mengepalkan tangannya ke atas.
"Syukurlah Putri... jika anda sudah baikan. Hamba akan undur diri" ujar Panglima Ou Tian Fyen.
"Tidak. Jangan pergi dulu" Mirai mencengkram pergelangan tangan Panglima Ou Tian Fyen.
"Apakah anda memerlukan hal lain?" tanya Tian Feyn.
"Menurutmu... Kenapa aku di datangkan ke dunia ini? Apakah dewa punya rencana lain untukku?" Tanya Mirai. Tian Fyen tak tahu apa pun dan ia hanya bisa mendengarkan ocehan Mirai yang kian menggila.
"Lalu apa maksud dewa dengan semua ini. apa tujuanku di datangkan ke dunia ini? Apakah aku harus menerima pernikahan ku dengan pangeran cabul itu? Atau aku harus menikmati masa masa di kerajaan entah berantah ini?" Bisik Mirai seraya mencercidkan matanya.
"Apakah informasi ini sudah cukup?" Tian Feyn makin pusing pada tingkah Mirai yang kian aneh.
"Wen Tian? Dari mana anda tahu nama itu?" tanya Tian Feyn.
"Aku melihatnya di kerajaan Hong... Ia sedang bersama putra mahkota brengesek itu!" Mirai lekas naik fitam setelah mengusik wanita bernama Wen Tian.
"Wen Tian, adalah dayang pribadi putra mahkota. Ia adalah dayang yang bertanggung jawab atas segala kebutuhan putra mahkota. Ia juga berhak memandikan, memakaikan pakaian juga mendandani putra mahkota. Apapaun yang menyangkut putra mahkota... Ia pasti akan ada di sana, jika ia di perlukan untuk melakukan hal hal pribadi lainnya. Asal putra mahkota senang... Dia lah yang bertanggung jawab atas segala hal terkait putra mahkota" Jelas sang panglima.
"Ouh... Begitu rupanya. Heh... Siapa bilang aku tidak boleh mengetahuinya. Akan ku laporkan pada ibu suri, jika aku telah di hianati oleh putra mahkota" Tegas Mirai seraya pergi meninggalkan panglima dan melangkah ke arah faviliun ibu suri.
Namun di persimpangan jalan, ia malah di suguhkan dengan sebuah pemandangan yang cukup mengesalkan. Di sana Mirai melihat Fei Si sedang berjalan beriringan di taman... Mirai tertegun dan membatu. Melihat adengan itu, hatinya terasa sakit seakan di remas sesuatu...
__ADS_1
"Tunggu, apa apaan ini? Jelas jelas aku tidak mencintai pria itu... Tapi kenapa melihat ke dekatan Fei Si sialan itu membuat hatiku hancur. Apakah ini adalah perasaan sang pemilik tubuh?" tanya Mirai pada dirinya sendiri.
Mirai lekas mengikuti dari belakang dan ia pun mulai tahu, Fei bersama dayang pribadinya sampai di sebuah kamar. Mirai membayang kan adegan berikutnya pasti sampai ke area saling telanjang dan bermain ranjang.
"Heh... Arahnya aku sudah tahu. Aku paham, bagai mana kelakuan antara wanita dan pria jika masuk ke sebuah kamar. Endingnya pasti melakukan hal hal mesum" Cerocos Mirai seraya menguntit mereka dari belakang.
Mirai pun mulai mengelabui para dayang lainnya, Mirai mengendap endap ke belakang faviliun milik para dayang... Juga selir selir raja Ming. Setelah ia pikir posisinya pas. Mirai pun mulai beraksi, Mirai mulai terdiam di balik ruangan yang di pakai Fei Si untuk beristirahat di faviliun pata dayang.
"Yang mulia... Anda sangat tampan" D÷sah seorang wanita.
"Aku juga sangat tangguh..." Balas Fei penuh gairah.
Apa katanya tadi? Sangat tangguh? Apakah pendengaran ku ini tak salah menyimak. Dasar pria mesum! Cabul juga Saiko... Bathin Mirai berkecamuk.
"Benarkah?" Tanya Wanita itu mungkin dia adalah Wen Tian.
"Tentu saja..." Tegas Fei Si.
"Kalau bagitu... Ayo buatlah aku kelelahan oleh ketangguhan mu itu" Pinta selirnya mulai membuka beberapa ikat pakaiannya.
"Jika kau memaksa. Maka, bersiaplah menjerit" balas Fei Si seraya mulai menyibat rambut wanita itu. Mirai tak puas jika ia hanya melihat bayangan Fei si dan wanita selingkuhannya itu. Mirai pun mulai membuat hal yang aneh...
Mirai yang penasaran mulai menusuk jendela yang terbuat dari kertas itu dan melubanginya sebesar mungkin untuk mengintip. Setelah satu pupilnya menatap di lubang kecil itu... Barulah hati Mirai menggumam kesal...
__ADS_1
Cih coba saja aku membawa ponselku. Akan ku rekam ke lakuan mesum kalian dan akan ku viralkan di sosial media. Agar kalian kena batunya. Bathin Xin Mirai.