Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Sang Master


__ADS_3

***


EEAAAAKKKKKKK!!! Sang Phonex surgawi memeking kala mengapakan sayapnya dan terbang di langit malam yang bertabur bintang.


Suasana malam yang indah itu merupakan kali pertamanya bagi Mirai dan kawan kawan melakukan perjalanan rute udara, dengan menaiki punggung Bast Spirit legenda.


"Huaaa... Aku sungguh ingin menangis, ini pertama kalinya untukku menaiki punggung sang Bast spirit. Ku pikir mereka hanya legenda... Putri mahkota, kenapa aku baru tahu. Kalau dirimu sungguh istimewa" rengek Mio, exspresi yang ia berikan kala menaiki sang best spirit sungguh tak biasa. Ia menangis, tapi nampaknya itu adalah tangisan haru untuknya.


"Jangan berlebihan... Aku jiga manusia biasa sama sepertimu" balas Mirai melempar senyum tipis ke arah Mio.


"Kapan aku akan dapatkan binatang kontrak ku... Di istana bahkan tak ada satupun yang memiliki monster seperti ini" ucap Mio menghempas bulir basah di pelipisnya.


"Jangan pikirkan hal hal aneh. Yang penting, kita kembali dengan selamat ke kerajaan Ming itu juga sudah harus kita syukuri..." Balas Mirai. Mio sungguh makin iri saja pada putri mahkota. Ia tak menyangka jika putri mahkota sungguh jadi wanita yang berbeda. Ia sama sekali tidak menyombongkan dirinya meski ilmunya sangat tidak bisa di prediksi.


"Jangan cengeng. Kau terlihat lebih buruk jika menangis" Olok tuan Muda. Mio membalasnya dengan pukulan "Berhenti mengolokku. Kau sendiri juga cengeng kan... Menyebalkan" Umpat Mio tersinggung hingga ia pun mengkrucutkan bibirnya dan mengembungkan pipinya. Tuan muda tersenyum kala melihat sikap Mio yang merajuk begitu. Terlihat imut di mata tuan muda...


Moo Shan Shan mulai menatap Mirai dengan seksama, "Kenapa kau ingin sekali membuka segel kaisar Qing?" tanya Tetua Moo Shan Shan.


"Sudah ku bilang dari awal kan, mengikat Shu Feng dalam tubuh Kaisar Qing malah membuat kaisar Qing tersiksa" Jawab Mirai singkat.


"Tapi itu bukanlah urusanmu... Kenapa kau sibuk mencari masalah orang lain, sedangkan masalahmu sendiri sudah sangat banyak kan?" Komen Moo Shan Shan.

__ADS_1


"Masalahku memang banyak. Tapi, jika hidupku berguna untuk orang lain... Kenapa aku tidak membantu mereka" tegas Mirai.


"Hidupmu sungguh merepotkan, lebih baik diam dan nikmatilah... Jangan buat dirimu terlilit masalah hanya karna membantu orang orang yang tidak jelas asal usulnya" Moo Shan Shan memang tak suka sikap Mirai dari awal yang selalu menolong orang tanpa pamrih, hal tersebut bisa saja membuat Mirai terjebak dalam masalah baru.


"Entahlah... Tapi, sesuai pesan guruku. Aku tak akan pernah mengabaikan orang orang yang sedang membutuhkan pertolongan. Mungkin, itulah arti ke hadiranku di dunia ini" Tegas Mirai. Seketika mendengar jawaban terakhir dari Mirai, Moo Shan Shan pun skakmatt, ia pun bungkam dan enggan membahas lagi masalah Mirai.


WHUUUUSSSSHHHH!


Hanya beberapa kepakan sayap sang Phonex, Akhirnya mereka pun sampai di lokasi yang di inginkan... "Kita sudah sampai!" Pekik Tuan muda...


Sang Phonex pun bersiap mendarat di sebuah lapangan yang terbuka.


"Mahluk itu, apa yang sedang ia pikirkan?" tanya Moo Shan Shan sedikit terkejut. Bagai mana tidak, ketika Moo Shan Shan tiba di sana. Ia melihat beberapa prajurit kekaisaran Ming telah tergeletak tak sadarkan diri di rerumputan. Moo Shan Shan sudah menduga jika itu adalah perbuatan jahil Shu Feng yang membawanya ke alam mimpi terburuk.


"Aahh! Kenapa ada pangeran Fu Rou di sini!" Pekik Mio menunjuk pangeran Fu Rou yang terlelap di dalam tenda sederhana yang kala itu terbuka.


"Benarkah?" tanya Mirai, Mirai pun lekas turun dari punggung sang Phonex. Ia menghampiri sang Phonex dan mengelus bulu lembut binatang bast spirit tersebut "Terimakasih ya. Karna kamu telah membantuku... Maaf jika aku mengganggu istirahatmu. Sekarang kamu boleh pergi" Pinta Mirai.


"Jangan sungkan master. Jika bukan karna pertolonganmu... Mungkin aku tidak akan sebebas ini... Kelak aku akan datang kembali dan menganalkan kedua anakku" Balas sang phonex mengangguk. Ia memejamkan matanya lalu menunduk di samping pipi Mirai seakan telah memeluknya.


"Aku menyayangimu Phonex emas... Sekarang pulanglah. Kasihan anak anak mu..." Ujar Mirai. Sang Phonex pun menarik wajahnya dari pelukan Mirai dan lekas memundurkan langkahnya lalu mengibaskan sayap lebarnya.

__ADS_1


WHUUSSSHHH! Angin yang besarpun seketika tercipta dan membuat beberapa pepohonan rampung dari akarnya.


"Huaaahhh!!" pekik Mio dan yang lainnya.


Syuut! Sang Phonex pun terbang ke angkasa yang bergemerlapan bintang, Ting! Seketika enyah di telan kegelapan malam...


"Putri mahkota. Kemana phonex itu pergi?" Tanya Mio.


"Ia kembali ke dunianya..." Balas Mirai masih menatap langit malam.


"Kenapa di kembalikan. Padahal, jika orang orang di istana Ming tahu, bahwa kau adalah pemilik asli bast spirit legendaris itu. Betapa tersohornya kelak istana Ming" Cerocos Mio.


"Hentikan. Kau sungguh serakah, dia memiliki anak yang harus ia lindungi. Jika kamu mengikatnya, bagai mana dengan anak anak nya. Kemungkinan mereka akan mati" Mirai mengabaikan Mio dan lekas masuk ke dalam istana Qing.


"Tunggu putri mahkota. Bagai mana dengan Pangeran Fu Rou. Dia sedang tidak sadarkan diri..."


"Biarkan saja dia disana. Kita harus selesaikan masalah kita satu persatu. Jika mereka di sadarkan sekarang... Kemungkinan besar, dia akan sangat mengganggu ritual kita" tegas Mirai.


Akhirnya, Mirai dkk pun masuk ke istana Qing. Mereka mengikuti langkah tetua Chen Lyn juga tetua Moo Shan Shan...


Bagai mana kelanjutan ceritanya, yuks simak... Next episode

__ADS_1


__ADS_2