Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Mencari pelakunya


__ADS_3

***


Putri mahkota dan ibu suri telah berpisah di persimpangan jalan. Tugas ibu suri kini sangat banyak dan bertumpuk, setalah kaisar meninggalkan istana. Segala tugas yang ada di benak kaisar seketika beralih ke ibu suri.


"Saya pamit ibu suri" Ujar Mirai. Ibu suri pun mengangguk dan lekas melanjutkan langkahnya menuju istana inti yang kala itu tengah di jaga ketat oleh para pengawal...


Jika ibu suri di sibukan oleh tugas istana, Mirai malah harus menemui putri Mio untuk meminta sebuah penjelasan tentang hal apa yang ingin putri Mio patakan padanya sebelum ia ke sel panglima Ou Tian Feyn.


***


"Begitulah putri" Jelas Putri Mio mendetailkan unek unek yang ada dalam hatinya.


"Benarkah?" tanya Mirai curiga. Netranya mencercid tajam kala mendengarkan penjelasan putri Mio tentang ke adaan faviliunnya yang berantakan.


"Aku menemukan ini di kamarmu putri... Apakah ini semecam obat obatan berbahaya?" tanya putri Mio seraya menyerahkan sebuah botol kecil yang berisikan bubuk putih yang tak memiliki bau.


"Ini..." Putri Mahkota menatap sesaat dan ia pun sudah tahu apa sebenarnya isi dari botol kecik itu...


"Apa itu putri?" Tanya putri Mio curiga.


"Ini adalah racun arsenik bubuk... Racun yang sama dengan yang kita temukan di istana Hong kala itu" tutur Mirai.

__ADS_1


Putri Mio terbelalak "Benarkah?"


"Ya. Begitulah..."


"Sungguh berbahaya sekali... Siapa orang jahat yang ingin mencelakai mu putri Mahkota?"


"...Entahlah, Tapi kira kira siapa yang masuk ke dalam faviliunku lalu menebar bubuk berbahaya ini... Aku yakin, ada orang yang sengaja melakukannya untuk melenyapkanku"


"Apakah kita perlu melapor ke pihak berwajib?" tanya putri Mio.


"...Jika ingin menemukan orang itu, tidak perlu meminta kepada pihak istana. Aku tinggal mencari orang di istana yang tak memiliki alibi kuat"


"Aku akan meminta Xigua untuk datang"


"Mungkin dia akan membantu' Tebak putri Mio.


"Xigua! Keluarlah...' Pinta Mirai.


Boom! Xigua seperti biasa menundukan kepalanya "Hamba master... Apa yang bisa saya lakukan untuk anda?"


"Xigua. Pertama tama, rubahlah wujudmu... Agar tak ada orang yang curiga padamu"

__ADS_1


"Baik! Master..." BOOM! Xigua kembali menjelma sebagai seorang manusia.


"Kamu ada di faviliunku tadi pagi kan?" Tanya Mirai.


"Ya. Aku ada di sana pagi itu, lalu seorang perempuan datang mengendao endap" Jelas Xigua.


"Benarkah?" tatap Mirai ke arah Mio. Sedangkan Mio masih tak percaya pada apa yang ada di hadapannya. Exspresi yang sama seperti yang ibu suri tujukan pada Xigua.


"S-siapa pelakunya?" tanya putri Mio.


"Seorang wanita yang membenci anda Master" Tegas Xigua. Sebenarnya kalimat tersebut masih tanda tanya bagi putri Mio tapi tidak bagi Mirai.


"Sudah pasti itu adalah Wen Tian" Bisik Mirai menunjuk wanita tersebut. Sebab sedari pagi wanita tersebut memang sudah berbeda sikap, ia jadi baik seakan mencari kesempatan kala Mirai lengah.


"Siapa putri mahkota?" tanya putri Mio.


"Aku pasti akan menguaknya secepatnya. Akan ku permalukan dia, hingga dia merasa tak memiliki muka di depan orang orang' Gumamnya beserta senyuman menyunging tampak licik.


Mirai dan putri mahkota pun lekas menata langkah mereka menuju faviliun yang di sebutkan itu kemudian membereskan barang barang yang berserakan di lantai.


Putri Mio dan Mirai kini menjadi semakin dekat dan akrab saja, apa lagi... Sekarang Putri Mio sudah memutuskan untuk menjadi tabib berkualitas seperti yang Mirai lakukan...

__ADS_1


__ADS_2