
Lubang hitam tertutup, puluhan bast spirit tanpa pemiliknya tertinggal di dunia bawah. Mereka berpencar ke segala penjuru untuk mencari jalan keluar.
"Kaisar! Sebaiknya... Anda lekas bersembunyi!" Pinta para prajurit.
Kaisar dan seluruh anggota kerajaan lain di arak menuju tempat perdembunyian. Para prajurit tak ingin akan ada hal buruk yang terjadi jika Kaisar tidak di ungsikan sesegera mungkin. Untuk menghidari adanya bencana susulan... Cara tersebut pun dilakukan.
Putra mahkota menatap langit siang itu... Dengan tatapan pedih, ia pun lekas menunduk dan segera pergi dari tempat tersebut... Begitu pun pangeran Wuxi. Ia lekas pulang ke kerajaan Hong dan mengabarkan hal buruk tersebut...
***
Kota Layaras...
Whuwuussshh! Sebuah perahu megah mulai mengapung di udara. Mirai, Putri Mio juga panglima Ou Tian Feyn ada di kapal tersebut.
Moo Shan Shan menatap dingin ke arah Penguasa kota "Cih. Tatapan macam apa itu?" Dengus penguasa kota tampak kesal.
__ADS_1
"Apa sebenarnya yang ada dalam otakmu?" cetuk Tetua Moo Shan Shan.
"Otak ku? Kenapa kau bertanya tentang isi dalam otakku... Pertanyaan mu sungguh tidak sopan" Delik penguasa kota tajam dan menusuk.
"Xing Yue... dirimu memang seorang penguasa kota layaras. Tapi, kau juga tidak bisa semena mena dengan kekuasaanmu. Apa lagi, kedepannya... Dunia bawah akan jadi kacau gara gara ulah ceroboh mu ini" Tetua Moo Shan Shan sudah mewanti wanti dari awal tentang kejadian ini. Tapi sang penguasa kota malah melalaikannya.
"Ini semua sudah terlanjur... Dan kita tidak bisa mengembalikan waktu. Aku sudah memutuskan... Bahwa, kompetisi ini akan segera di mulai... Di kompetisi ini, wakil penguasa kota harus memenangkan kompetisi... Agar dia pantas menjadi seorang penguasa kota" tegas Xing Yue.
"Kau sungguh egois. Bahkan wanita itu belum memutuskan mau atau tidak"
Saat ini pikiran Xing Yue di buat resah oleh sesuatu... Xing Yue telah tahu berapa pekan lagi usianya. Seiring bunga mawar merah di pot itu menggugurkan kelopak nya, Xing Yue sudah tak sabar ingin secepatnya kompetisi di selenggarakan. Agar ia bisa mati dengan tenang tanpa sebuah beban yang ia pikul di pundaknya.
"Putri mahkota... Kita akan kemana?" Tanya putri Mio terlihat ketakutan. Ini pertama kalinya baginya menaiki perahu megah yang mengapung di udara.
"Putri mahkota... Apakah anda terlibat masalah lagi?" tanya panglima Ou Tian Feyn terlihat cemas pada Mirai.
__ADS_1
"...Maafkan aku. Karna kalian jadi terlibat lagi... Dengan kehadiran kalian di sini. Aku berharap, jika penguasa kota akan melepaskan ku setelah kompetisi ini selesai" tegas Mirai menekuk wajahnya.
"Tapi... Apa sebenarnya yang terjadi. Kenapa kamu bisa terlibat masalah dengan orang orang sakti ini putri... Aku sungguh tak bisa berfikir jernih untuk saat ini" Gumam Putri Mio memegangi kepalanya sendiri.
"...Entahlah. Tapi jika ingin menyalahkan, aku pun tak bisa menyalahkan siapapun selain diriku sendiri" Jawabnya lesu.
Melihat ke adaan putri mahkota yang terpuruk. Panglima Ou Tian Feyn lekas menghampiri putri mahkota lalu kemudian menepuk pundak kanannya lembut. Mirai kaget hingga ia lekas menoleh ke arah panglima yang peduli padanya saat itu.
Dengan senyum simpul, panglima pun menguatkah hati putri mahkota "Jangan terlalu khawatir. Lakukan lah hal yang menurut anda adalah yang terbaik... Kami tahu. Anda pasti bisa melewati masalah yang cukup serius ini... Tetaplah bersemangat putri" Imbuhnya. Putri mahkota lekas membalas tatapan sang panglima dengan pandangan yang berbinar.
"Terimakasih..." Bisiknya segera menepuk pipinya karna terkesima oleh pria baik hati itu.
"Benar putri mahkota. Sebenarnya aku juga kesal... Kenapa, kita harus terus menerus terjerat masalah yang cukup menguras emosi seperti ini. Tapi, jika di pikir kembali... Petualangan kita tempo hari sungguh menyenangkan. Meski masalah kita sangat berat dan sulit... Tapi nyatanya putri, kamu mampu menyelesaikan semuanya... Dan kita kembali dengan selamat. Juga... Tak ada satupun pihak yang di rugikan setelah kamu membereskan masalah masalah itu putri. Jadi, untuk masalah yang satu ini... Ku harap, kamu juga bisa menyelesaikannya dengan mudah"
Mendengar ungkapan Panglima dan Putri Mio membuat Mirai sangat bersemangat... Jika masalah kota layaras telah Mirai selesaikan, maka sisanya Mirai tinggal menyelesaikan masalah dengan Shu Feng. Mirai tinggal mendesak tetua Moo Shan Shan agar ia mau memberitahukan di mana jasad Shu Feng di segel.
__ADS_1