
"Hua... Apa yang kau lakukan?" Mirai menjauhi pria asing di hadapannya.
"Hehehe... Kau tidak berubah ya" Shu Feng terkekeh dan menatap Mirai lembut.
Mirai mengerutkan dahinya dan mengingat untuk beberapa saat "Kau... Apakah kau adalah pria di dalam peti mati itu?" Tanya Mirai heran. Shu Feng mengangguk "Tentu saja, pria yang kau cintai itu adalah aku... Sekarang aku tidak bisa menggodamu lagi dengan wajah orang yang kau cintai itu... Heh! Menyedihkan..." Desah Shu Feng setelah menyerocos dan menggoda Mirai.
"Kau..." Mirai marah hingga mengkrucutkan bibirnya.
"Kau cantik kalau marah!"
"Akan ku hajar kalau kau berani menggodaku lagi!" Mirai mengepalkan tangannya ke arah pria yang baru bangkit itu.
"Sini mendekat akan ku peluk baru tahu rasa!" Kekeh Shu Feng menanggapi amukan Mirai.
Huh sebaiknya aku abaikan saja dia. Toh jika aku banyak bicara dia akan semakin membuatku naik darah! Bathin Mirai menggumam.
"Apa ada yang ingin kamu tanyakan lagi padaku?" Tanya Shu Feng mulai berdiri dan mondar mandir di hadapan Mirai. Ia cenderung mengelilingi wanita itu...
"Apakah ini tubuh aslimu?" tanya Mirai penasaran.
"Ya. Apakah kau berharap tubuhku akan menyerupai monster?" Kekeh Shu Feng begitu bangga pada tubuhnya yang indah itu.
"Heh. Lalu, ketika aku masuk ke dalam ilusimu... Kenapa kau di kurung di dalam tubuh Kaisar Qing dengan sosok menyeramkan?" Pertanyaan itu lantas di balas Shu Feng dengan sebuah anggukan "Itu karna. Dalam tubuh kaisar Qing, terdapat jiwa yang serakah dan haus akan kekuasaan. Ia menginginkan kekuatan yang tinggi untuk menopang ke kaisarannya. Tapi nyatanya... Aku tidak cocok dengan tubuh serakah itu. Maski Moo Shan Shan menyebutku pria sadis atau iblis sekalipun. Tapi hatiku tak segelap itu... Malah hatiku sangat hangat dan merah muda" celotehnya. Penjelasan Shu Feng yang penuh candaan itu sungguh membuat Mirai pusing.
"Sudah sudah. Terserah dirimu saja... Yang jelas, aku akan pergi sekarang juga. Untuk urusan jasadmu... Aku ikut senang karna kau telah menemukannya. Dan tanpa sengaja aku telah menyelesaikan beban di pundakku ini satu persatu..." Mirai lekas berdiri dan mulai melangkah.
"Lalu apakah kau akan meninggalkanku begitu saja?" tanya Shu Feng.
"Kenapa? Kau kan bukan bocah ungusan yang di tinggal ibunya. Kau bisa hidup tanpa aku kan... Toh tubuhmu sudah kembali" Mirai mendelik dan kembali melangkah mengabaikan Shu Feng.
"Lalu kau mau kemana?"
"Aku akan mencari dua kruku yang tertinggal di atas" Balas Mirai tak ingin menoleh ke arah Shu Feng.
"Aku akan mengantarkanmu" Seru Shu Feng menghampiri. Hong Shim sedikit kesal karna ia begitu di abaikan "Master aku ikut' Hong Shim mengejar langkah Shu Feng.
__ADS_1
"Berubahlah Hong Sim. Aku akan naik ke atas kepalamu agar kita bisa sampai lebih cepat" Pinta Shi Feng.
Hong Shim mengangguk lalu merubah wujudnya seketika itu Syuuut! Mirai lagi lagi sedikit tercengang dengan perubahan Hong Sim yang lembut. Ia menyematkan netranya untuk melihat cara berubah wujud Hong Shim yang begitu menggodanya.
"Naiklah master" Hong Shim menundukan kepalanya.
"Baiklah... Hei. Kamu naiklah" Pinta Shu Feng.
"Tidak.. aku jalan kaki saja" bals Mirai kecut.
Akhirnya ke kuatan Shu Feng menarik tubuh Mirai paksa tanpa di sentuhnya "Hei...!" Mirai berontak. Tapi tak ada hasil yang belarti...
Shu Feng hanya menggerakan tangannya naik turun. Tapi hasilnya Mirai bisa duduk di sampinya "Diamlah" Shu Feng melempar senyum manis nya ke arah Mirai.
"Menjijikan" abai Mirai membuang wajahnya.
Hong Sim pun melata menuju tempat di mana Mio dan Xigua terlelap "Kau yakin ini guanya?" tanya Mirai menatap Hong Sim.
"Ya. Ini adalah tempatnya" Balas Hong Sim. Mirai rurun dan seketika masuk ke dalam gua itu...
Mirai membangunkan Xigua dan Mio. Mereka pun bangun dan mengikuti Mirai keluar dari gua itu. Saat netra Mio memutar area tersebut ia pun menjerit bukan kepalang "Aah!! Ular itu!!" Ia lekas bersembunyi di balik punggung Mirai.
"Tenanglah Adik. Dia adalah Hong Sim..." Mendengar penjelasan Mirai, Mio pun mulai mengintip dan perlahan keluar dari punggung Mirai.
"Apakah dia akan memakan kita?" Tanya Mio gemetaran.
"Tidak. Dia jinak kok... Lihatlah di atas kepala ular itu adalah master ular tersebut" jawab Mirai. Mio pun mulai menghempas ke takutannya dan kembali menyiapkan diri.
"Cuaca kian buruk... Sebaiknya kita pergi dari sini" pinta Shu Feng. Mirai dan Mio juga Xigua pun mulai di naikan oleh kekuatan Shu Feng.
"Berasa baik lift" Mirai cengengesan.
"Lift? Apa itu?"
"Jika punya kesempatan. Akan ku ajak kamu ke duniaku adik... Kau pasti akan sangat terkejut" Bahas Mirai mengingat kenangan di dunia modernya meski tak menyenangkan tapi di dunianya semua berjalan begitu mudah dan praktis.
__ADS_1
Hong Shim yang menguasai medan hutan kematian itu, mempercepat langkahnya hingga sampailah di mulut hutan tersebut.
"Kalian pergilah" pinta Shu Feng.
"Kau tidak ikut?" Mirai curiga.
"Hehe. Aku akan bertapa beberapa saat... Aku akan kembali setalah kakakku mati..." Balas Shu Feng. Kata terakhir yang tak ia pahami adalah istilah kakak.
"Siapa yang dia maksud?" tanya Mirai. Saat ia berfikir demikian, Shu Feng dan Hong Shim telah enyah tanpa pamit. Hingga membuat Mirai keheranan.
"Kalian selamat!" sambut para kru. Mirai di arak menuju podium untuk di berikan nomor urutan baru jika 6 jenis tumbuhan langka herbal itu ada di tangannya.
Bruk Bruk Bruk! Para panitia tercengang melihat apa yang Mirai dapatkan. 16 tanaman obat langka ada di kantung penyimpanannya "Aku tak sadar jika menambah sepuluh lainnya. Siapa yang melakukannya" bathin Mirai menggumam.
"Silahkan nona. Kami menambah nilai plus untukmu. Pilmu kelak pastinya akan menjadi pil tingkat tinggi... Kau adalah peserta dengan prestasi terbaik!" ujar Panitia kompetisi dan menambah bintang di dada mirai.
"Kau hebat kakak!"
Mirai masih bingung "Siapa yang sudah menambah bahan herbal langka itu" mirai masih di pusingkan dengan hal tersebut.
Tapi nyatanya Shu Feng cengengesan sendiri kala mengingat exspresi apa yang akan Mirai tunjukan kala tahu bahwa ia lah yang melakukannya.
"Master. Apakah anda tak terlalu berlebihan...?" tanya Hong Sim.
"Tidak. Aku bahkan menyukainya... Meski dia sendiri adalah wanita galak bagiku" tawa Shu Feng.
Mirai berterimakasihlah padaku... Karna kau lolos babak selanjutnya...
"Bintang? Dia menadapatkan Bintang! Ling Long! Aku tak mau dia menang di babak selanjutnya. Kau harus mengalahkannya" pinta Xue Jing memaki Ling Long. Bahkan kondisinya masih belum baik, tapi rasa iri di hati Xue Jing benar benar telah meracuni pikirannya.
Ling Long pun taak memberitahukan pada Xue Jing siapa yang telah menyelamatkan nyawanya.
Maafkan aku... Tabib jenius, tapi aku tak mau membuat diriku celaka... Bathin Ling Long menggumam.
"Baik nona. Keinginanmu adalah perintah bagiku" balas Ling Long seraya enyah dari hadapan Xue Jing....
__ADS_1
Ia pergi dengan mengepalkan tangannya erat, entah dia dendam pada siapa. Yang jelas Ling Long terlihat murka...