
***
Pangeran Fu telah di hukum atas tindakannya. Kini pihak istana menggelar makan bersama anggota kerajaan. Di sana terlihat Mirai dan putra mahkota duduk bersampingan. Lalu Kaisar dan permaisyurinya juga ibu suri dan putri Mio... Tampak gelak tawa mulai pecah setelah mereka makan bersama.
"Hahaha... Aku sungguh tak penah menyangka jika aku memiliki menantu cerdas sepertimu putri mahkota" Kaisar sangat senang atas pencapaian Mirai kala memecah kasus yang di alami kekaisaran Ming.
"Anda terlalu berlebihan paduka' balas Mirai sedikit membalas dengan secuil senyuman.
"Benar putri mahkota. Kamu sangat berbeda... Kamu sepertu bukan putri Hyr In lagi... Kalian seperti sosok yang berbeda" balas kaisar.
"Paduka. Anda bicara apa... Putri mahkota tetaplah putri Hyr In... Mereka adalah orang yang sama. Bagai mana bisa satu jasad si isi dua jiwa..." Permaisyuri lekas menasihati kaisar dengan segala dugaannya itu.
"Putri... Apakah kamu lelah?" tanya putra mahkota.
Untuk apa pria brengsek itu bertanya demikian. Bisik Mirai dalam hatinya.
"Tidak. Aku masih ingin bercengkrama dengan para anggota kluarga" Balas Mirai kecut.
"...Benar putri. Beristirahatlah... Putra mahkota mungkin lelah" balas Raja menyungingkan bibirnya.
Cih. Lelah... Memang apa yang telah dia lakulan selama ini. Tak ada hal yang ia lakukan juga kok... Menyebalkan kenapa semua orang begitu perduli pada orang bodoh ini. Bathin Mirai menggumam.
"Kalian beristirahatlah... Malam ini adalah malam yang tepat untuk memperbaiki keturunan" Tegas kaisar.
__ADS_1
"Apa... Apa maksud anda paduka?" Mirai terbelalak mendengar ujaran tersebut.
Sedangkan putra mahkota mulai tersenyum senang saat kaisar menyuruh mereka beristirahat.
"Istana ini sungguh sepi... Jika kalian berhasil mendapatkan keturunan. Maka, istana ini akan sangat ramai oleh gelak tawa dan tangisan mungilnya..." Cerocos raja membuat Mirai sungguh tak senang.
Ingin tidur denganku... Heh. Enak saja, mentang mentang si ****** itu telah di kurung. Dia mau menggunakan tubuhku untuk memuaskan hasrat binatangnya... Cih ironis sekali. Tapi maaf aku tidak mau... Bathin Mirai.
"Putri mahkota... Mari kita ke kamar?" Pinta putra mahkota. Mirai lekas saja membalas dengan jawaban yang tak di inginkan siapapun "Tapi... Saya sedang datang bulan" balas Mirai di meja makan. Sontak ibu suri dan permaisyuri juga Mio menghentikan aktufitas nya.
Begitupun kaisar dan putra mahkota "Sssst... Jangan berkata demikian di meja makan. Tidak sopan"
"Apa boleh buat... Putra mahkota memaksaku..." Balas Mirai mendelik ke arah putra mahkota.
Putra mahkota menanggapi kalimat Mirai sungguh lesu. Sedangkan Kaisar malah tertawa terbahak "Hahahah... Tenang saja. Malam ini putri mahkota sedang kedatangan tamu tak di undang. Tapi putra mahkota akan melakukannya di malam lainnya..." ujar kaisar memberi Fei Si semangat hidup.
"Heh... Semoga saja..." Fei Si menundukan atensinya.
Akhirnya makan malam pun usai. Mirai kembali ke faviliunnya di antar oleh putra mahkota "Putri mahkota... Terimakasih karna telah menguak kasus pembunuhan yang cukup misterius itu..." Ucap Putra mahkota berusaha mencari topik pembicaraan.
"Heh. Kenapa berterimakasih padaku... Aku bukan ingin menyelamatkan istana ini. Tapi aku sedang membersihkan nama baikku" balas Mirai kecut.
"Tapi. Jika kamu tidak menyelesaikan segala permasalahan ini... Mana mungkin kamu akan terbebas dari dakwaan itu. Dan pangeran Fu Rou akan lebih leluasa untuk melancarkan aksinya menguasai kekaisaran ini" Jelas Putra mahkota.
__ADS_1
"Heh... Kenapa nada bicaramu seakan puas saat tahu jika pangeran Fu Rou telah di tahan. Apakah kau takut jika kelak dialah yang akan menjadi penguasa istana ini?" Tanya Mirai membalikan tubuhnya untuk menatap netra Putra mahkota.
"Bukan begitu... Aku hanya"
"Cukup. Kalian semua memang bukan manusia... Kalian hanyalah manusia yang haus akan pujian dan tahta... Lebih lama aku tinggal di sini. Aku makin paham dan merasa sangat tidak nyaman. Jika bisa... Tolong putuskan ikatan ini. Aku bisa hidup di luaran sana tanpa menyandang status atau pun gelar. Lebih baik... Ceraikan saja aku... Lalu akhiri pernikahan pura pura ini. Karna aku sudah muak dengan semua sandiwara ini..." Putri mahkota membeberkan segala ke rakusan pihak pihak istana. Dan ia meminta putra mahkota untuk menceraikannya... Atau menurunkan drajat putri mahkota menjadi warga sipil seperti pangeran Fu Rou.
"Tidak akan pernah" Tegas putra mahkota.
"Tidak akan pernah? Kenapa? Apakah kau ingin membunuhku dengan sikapmu yang menjijikan itu?" tanya putri mahkota menjelekan pria di hadapannya.
'Karna aku sangat menyukaimu... Aku sangat mencintai dan menghormatimu sebagai istriku!" tegas putra mahkota.
"Terlambat. Apakah kau tidak merasa malu... Setalah membunuh putri mahkota dan bicara demikian. Apakah otakmu lancar? Apakah otamu sehat?" tanya Mirai memaki pria di hadapannya.
"Itu adalah masa lalu... Kita bisa perbaiki keadaan ini. Aku sangat mencintaimu putri mahkota... Mohon, jangan katakan lagi tentang perceraian kita" Putra mahkota sungguh berharap jawaban Mirai kala memaafkan segala kesalahannya di masa lalu.
"Putra mahkota... Ada hal yang harus kau ingat. Aku bukanlah putri Hyr In... Putri Hyr In telah tiada sejak kau menenggelamkannya di danau" tegas Mirai. Putra mahkota seketika terbelalak...
"Mana mungkin. Kau masih hidup putri... Entah apa alasanmu hidup. Yang jelas dewa telah memberiku kesempatan ke dua untuk memperbaiki segalanya... Segala kesalahanku di masa lalu" tegas Putra mahkota enggan menerima keputusan Mirai.
"Heh... Hidupmu sungguh serakah. Kau perlu tahu putra mahkota, aku bukanlah putri mahkota atau pun Hyr In... Namaku adalah Xin Mirai, bukankah aku pernah menjelaskannya padamu? Aku datang dari jaman modern bahkan aku tak pernah berharap jika dewa mengirimku kedalam tubuh lemah ini"
"Sejak kau memperlakukan ku kurang baik di masa lalu. Aku sama sekali tak berdaya... Raga putri Hyr in selalu menolak perlakuan kasar ku padamu. Ketika kau mencekikku berulang kali... Putri Hyr In selalu berusaha menghentikan tindakan ku untuk menghindar atau melawanmu. Jika kau menyia nyiakan ke tulusannya... Entah kenapa aku yang merasakan sakit yang luar biasa. Tapi kini... Jiwa putri Hyr In telah lepas sepenuhnya. Dan aku lah yang mengendalikan hidupku mulai sekarang... Ingat ini untuk selamanya. Aku bukanlah putri Hyr In. Namaku Xin Mirai... Seorang dokter hebat di dunia modern. Jadi kuburlah dalam dalam harapanmu untuk kembali memperbaiki hubungan pernikahan bodohmu ini' Mirai lekas menjauhi putra mahkota yang kala itu masih bersimpuh di hadapannya.
__ADS_1
"Putri mahkota Hyr In telah tewas? Kenapa... Kenapa aku terlalu takut untuk mengetahui segala kebenaran ini. Aku sungguh takut jika diriku benar benar kehilangan mu putri... Bathin putra mahkota menggumam.
Malam itu, tangisan penyesalan benar benar pecah setelah Mirai putuskan untuk meminta cerai pada kaisar. Ia tak ingin menunda nunda keputusannya... Lagi pula, ada seseorang yang sangat ia sukai dan hormati. Mungkin jika ia menjauh dari putra mahkota dan segala gelarnya. Ia pun mampu mengatakan isi hatinya pada pria itu...