Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Pengenalan Xigua


__ADS_3

Ibu suri terdiam, dan menahan rasa paniknya sementara putri mahkota kembali berkutat dengan tangan Panglima yang masih robek itu "Ibu suri... Jika ibu suri membutuhkan sesuatu, ibu suri bisa memanggil namanya... Xigua" Tegas Mirai.


"Semangka" Bisik ibu suri menahan tawa. Pasalnya, Xigua terlihat sangat menakutkan dan tampak garang. Namun nyatanya nama yang di berikan Mirai sangatkah lucu hingga mudah di ingat.


"Semangka?" ia masih saja memainkan nama itu.


"Xigua... Ambil ini" Mirai mengambil sesuatu dari dalam pakiaan lengan panjangnya dan melemparkan sebuah pil pemurnian ke mulut Xigua "Makanlah. Lalu berubahlah, bantu aku mengobati panglima Ou Tian Feyn" Pinta Mirai.


Xigua memangut setelah melahap pil tersebut Boom! Sebuah kepulan asap membumbung di udara, lalu tersapu semilir angin yang minim di dalam ruangan pengap itu.


Whussshh...


Saat asap menipis, yang bisa di lihat ibu suri dan panglima hanyalah wanita cantik berbaju merah "Master... Apa yang bisa saya bantu?" tanya Xigua.



Lagi lagi ibu suri di buat tak percaya dan hendak pingsan. Namun ia mengingat cara mengatur napasnya sesuai anjuran yang Mirai berikan untuknya.


"Aku... Aku baik baik saja" Bisik ibu suri menekan nekan kepalanya.


"Baiklah... Xigua, air hangat dan kain lap" Pinta Mirai.


Tring! Baskom berisikan air hangat dan kain lap pun siap di gunakan Mirai. Ibu suri sangat heran hingga ia mengucek ngucek kelopak matanya untuk menyimak. Dan tentu saja itu tak merubah apapun, sebab sihir Xigua sangat terlihat jelas.

__ADS_1


"Hebat..." Bisik Ibu suri takjub akan kekuatan yang di milik wanita di hadapannya itu.


"Xigua... Arahkan obor itu kemari, karna aku akan menjahit luka robek di tangan panglima... Sepertinya luka ini cukup dalam..." Bisik Mirai memperhatikan kondisi mata tangan Panglima yang terluka cukup parah.


"Ibu suri. Bisakah anda membantu saya?" tanya putri mahkota.


"Ah... Aku?"


"Ya.."


"Putri sebaiknya jangan di obati. Karna nanti juga akan sembuh sendiri" Pinta panglima.


"Diamlah... Jangan banyak komentar, karna aku akan tetap mengobati luka mu" tegas Mirai bersikeras.


Akhirnya panglima pun diam "Minumlah ini... Untuk meredam rasa sakit, pil ini tak akan membuat mu tidur. Jadi kemungkinan besar kamu akan melihat bagaimana perasaanmu ketika tanganmu sedang di jahit..." cerocos Mirai.


"Potong" Krak!


Terdengar jelas suara jahitan dan potongan benang tersebut berulang ulang, hingga membuat telinga ibu suri ngilu. Bahkan ketika ibu suri merasa ngeri pada kelakuan psycopath Mirai karna telah menjahit luka robek tersebut Mirai malah tempak santai "Selesai... Tinggal di balut. Nanti setelah satu pekan, aku akan membuka jahitan ini dan mencongkel kembali benang benang ini..." Jelas Mirai. Merinding kalimat itu di dengar ibu suri.


"Ingat... Seharu sekali, kamu harus mengganti perban ini ya. Agar lukamu tidak infeksi... Aku sarankan agar kamu datang ke faviliunku untuk berkonsultasi" Mirai tak henti bicara hingga membuat Ou Tian Feyn melempat senyum simpul ke arahnya.


"Baik tabib agung... Terimakasih atas perhatian anda"

__ADS_1


"Jangan sungkan. Oh ia, aku membawakan mu buah buahan, makanlah... Agar sistem imunmu meningkat jika mengkonsumsi buah buahn ini"


Banyak istilah yang Mirai lontarkan dalam sel tersebut yang tak banyak di mengerti oleh para orang orang yang ada di jaman tersebut.


"Panglima... Semoga aku bisa membebaskan mu dari segala tuduhan kaisar. Jika nanti nya kamu keluar dari sel ini... Kamu harus berjanji padaku, untuk mengajariku tehnik berkuda ya?" Pinta Mirai menatap wajah panglima intrents.


"..." Panglima hanya bisa terdiam dan tak banyak bicara.


"...Panglima kamu harus janji" Mirai menyematkan jari kelingkingnya di jari kelingking panglima tanpa panglima sadari.


"Karna panglima sudah mengait kelingkingku. Belarti panglima sudah berjanji dan harus menepati janji ini..." Tegas Mirai. Panglima masih bungkam...


"Sudah sudah. Setelah aku menjahit lukamu... Kamu pasti akan segera sembuh. Jadi aku akan kembali saja ke istana" Mirai mulai berdiri lalu menjauhi sel. Ibu suri curiga pada kelakuan Mirai yang tampak salah tingkah itu...


"Panglima... Makanlah buah itu, karna putri mahkota sangat mengkhawatirkan kesehatanmu..." Pinta ibu suri. Panglima pun mengangguk diam...


Ibu suri lekas pergi datlri hadapan panglima. Lalu Xigua pun menitipkan pesan untuk panglima "Lekaslah keluar dari sel kotor ini... Karna nyawa masterku sedang di pertaruhkan" Tegas Xigua menatap panglima yang tampak nanar.


Panglima seketika mendongak ke arah Xigua "Apa maksudmu?"


"Banyak sekali mata jahat di istana ini yanh ingin sekali melenyapkan Masterku. Jadi, tetaplah ada di sampingnya... Dan jagalah dia"


"Tapi... Putri mahkota sekarang tidaklah membutuhkanku. Bukankah kamu ada di sekeliling putri mahkota dan menjaganya?" tanya Panglima.

__ADS_1


"Itu bukanlah ke hendakku. Sebab ruang lingkupku sangat terbatas... Aku hanya akan muncul jika masterku memanggil atau memintaku. Selain dari itu... Aku hanya akan terkurung dalam kantung penyimpanan miliknya" Tegas Xigua. Penjelasan Xigua tentang ke selamatan Mirai membuat panglima memutar otaknya hingga ia terlihat sangat gelisah.


"Aku pergi. Karna masterku sudah memanggilku" Xigua berlari dari tempat gelap itu dan meniggalkan panglima bersama pikirannya yang penuh ke gusaran.


__ADS_2