Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Sebuah penolakan


__ADS_3

***


Mirai kembali ke istana, ia di giring para dayang menuju faviliunnya. Tapi, semenjak ke pulangannya ke istana tersebut. Hal yang membuatnya tak nyaman adalah ingatannya tentang sang ibu suri... Hingga Mirai pun pastikan ke adaan ibu suri sebelum ia pergi ke faviliunnya.


"Aku ingin mampir dulu ke faviliun ibu suri" pinta Mirai. Para dayang saling menatap satu sama lain.


"Tapi putri mahkota. Kaisar bilang, anda harus segera kembali ke faviliun anda lalu membersihkan diri... Kaisar ingin berkumpul di istana inti untuk mengatahui, hal apa yang telah terjadi pada anda dan putri Mio" Ujar Kepala papayan.


Mirai sedikit mendelik "Aku akan menegok ibu suri sebentar saja..." Pintanya mulai berlari menuju faviliun ibu suri. Para dayang pun kerepotan dan ikut mengejar langkah putri mahkota...


Mirai sampai di faviliun sang ibu suri. Mirai yang kala itu ingin membuka pintu faviliun ibu suri, tiba tiba saja menghentikan langkahnya kala ia dengan tidak sengaja mendengarkan percakapan antara ibu suri dan permaisyuri "Bagai mana menurutmu?" Tanya ibu suri.


"Tapi bu... Aku sama sekali tidak pernah meminta putra mahkota untuk melakukan hal itu" balas permaisyuri.


"Putra mahkota belum naik tahta. Dan ia tidak bisa seenaknya mengangkat selir hanya untuk menambah keturunan" Komen ibu suri.


"Ini juga cukup mengejutkan bagiku ibu suri, sebelumnya... Putra mahkota tidak pernah bersikap demikian. Hamba mohon ampun, karna hamba tidak mengajarinya tatakrama selagi ia kecil dulu" Keluh permaisyuri.


"Ini bukan soal itu, yang aku takutkan... Putri mahkota akan kecewa pada putra mahkota. Ini adalah pukulan berat untuknya..." keluh ibu suri.


'Padahal aku sudah tahu dari awal jika putra mahkota memang tak perah menginginkan putri mahkota... Bahkan ia berniat membunuh putri mahkota beberapa kali" Bathin ibu suri menggumam.


Mirai sedikit merenung, ia dapat dengan jelas mendengarkan percakapan antara ibu suri dan permaisyuri tentang sikap sang putra mahkota yang ingin sekali menikahi wanita pilihannya.


Fei Si... Dia berulah lagi. Rupanya ia ingin sekali menikahi wanita itu ya? Heh silahkan saja... Lagi pula, aku tidak membutuhkan jabatan atau pun nama tersohor. Dia pasti akan memperlakukan ku dengan bengis lagi jika dia sudah benar benar menginginkan hal tersebut. Lagi pula... Wen Tian tidak cukup cantik, tapi biarlah... Itu adalah pilihannya. Bathin Mirai menggumam.


Dengan rasa kecewa karna ia tak bisa bertemu dengan ibu suri, ia pun memutar langkahnya menuju faviliunnya.


----

__ADS_1


Faviliun Anggrek Milik Mirai...


JREEEENGGG!


Netra Mirai di buat terbelalak kala menatap Front kediamannya...


"Ahh... Apakah ini faviliunku?" bisiknya menekan dagunga lalu celingukan kanan kiri, ia pastikan sebelum ia masuk feviliun tersebut.


Mirai simak dari atas hingga bawah, jika faviliun itu tidak mirip dengan faviliunnya "Apakah ini sungguh kamar ku? Kenapa tampak sangat menjijikan" Bisiknya lagi.


Terpampang dengan jelas bunga bunga berbagai warana dan bentuk ada di sekitar faviliun Mirai "Aku sama sekali tidak menyukai bunga... Ohhh, siapa yang melakukan ini..." Umpatnya uring uringan. Ia memindahkan beberapa pot bunga tersebut ke area halaman di depan Faviliun miliknya. Di bantu beberapa dayang yang ada di sana, akhirnya pekerjaan pun selesai di lakukan.


"Haaaaahhh... Pinggangku, astaga! Jika aku menemukan siapa yang telah merubah faviliunku. Maka aku akan hukum dia!!" amuk Mirai. Mirai lekas membuka pintu Faviliunnya dengan kasar, lalu menapaki area dalam faviliunnya... Netranya lagi lagi di buat terbelalak.


"Oh. Ya ampun! Kenapa kamarku kacau sekali!" Gumamnya.


Mirai melangkah ke kamar dan ke area bathroom, kemudian ke area ruang tengah dan semuanya sudah di rubah oleh seseorang. Bahkan beberapa surat surat penting peninggalan mendiang putri Hyr In pun ikut di lenyapkan oleh seseorang.


Sementara di dalam faviliunnya, Mirai mengamuk habis habisan. Ia merobek robek lukisan pernikahan Putri Hyr In dengan Fei Si yang telah di pajang pas di depan pintu keluar.


Segala barang barang yang Fei Si tata di sita habis oleh amukan Mirai hingga hancur. Barang barang itu di keluarkannya dan Mirai kini mengosongkan faviliun tersebut.


"Hah Hah Hah!! Akan ku hukum siapa pun orang yang telah menyentuh barang barangku!" Cerocosnya.


Nampaknya karna ketakutan akan perilaku Mirai yang agak sedikit liar, para dayang pun memberi tahukan kabar tersebut kepada putra mahkota dan ia pun kemudian menggubris berita tersebut. Ia pun putuskan untuk mendatangi pusat ke onaran tersebut.


Putra mahkota sampai di front kediaman Mirai "Ada apa ini? Kenapa kacau sekali?" Tanya putra mahkota menyimak sekeliling. Kepalanya sampai menggeleng geleng karana ia sangat keheranan...


"Uuggh! Ugghhh!" Terdengar suara erangan seseorang.

__ADS_1


Putra mahkota seketika mengintip di balik celah lubang kecil yang ia buat tadi. Di lihatnya, Mirai sedang berkuat mengeluarkan ranjang baru pemberiannya.


Suasana kamar Mirai sungguh kacau, ia merobek tirai tirai mewah yang baru saja ia beli dari timur tengah "Astaga... Wanita macam apa dia, beraninya dia merusak segala barang yang aku pilihkan untuk merias kamarnya!" Bisik putra mahkota tidak puas.


BRUUUGG! Ranjang kokoh yang terbuat dari kayu terbaik pun di seret keluar lalu di lemparkannya ke halaman.


Putra mahkota sungguh di buat terkejut oleh tingkah liar istrinya itu "Apa apaan ini..." Umpat putra mahkota menegur kelakuan liar sang putri mahkota.


'Aah. Hosh! Hosh! Hosh! Hai... Lama tak jumpa, putra mahkota. Bagai mana kabarmu?" Tanya Mirai menyungingkan bibirnya. Tampak peluh di jidak putri mahkota berhamburan hingga membuat hati Putra mahkota tergugah untuk mengeluarkan selebar sapu tangan miliknya, lalu mengusapnya pelan di jidak istrinya yang basah itu.


Plak!!


Mirai menepis pergerakan putra mahkota "Ahh!" Pekik putra mahkota menatap lurus ke arah Mirai.


"Siapa yang mengijinkan mu menyentuhku!" Bentak Mirai.


Putra mahkota seketika merasa di permalukan oleh Mirai "Heh. Kenapa aku harus meminta izin padamu terlebih dahulu hanya untuk mengusap keringatmu..." balas Putra mahkota tak senang.


"Pergilah. Aku tidak mau melihatmu... Aku yakin, ada hal yang sedang kau rencanakan untuk membunuhku kan?" Tusuk Mirai dengan kalimatnya yang terdengar menohok di telinga Putra mahkota.


"Apa maksudmu..."


"Pergilah... atau aku yang pergi!" Mirai seketika memutar langkahnya menuju ke faviliunnya.


Putra mahkota mengejar Mirai dan ia hendak masuk selangkah ke faviliun milik istrinya, tapi... Mirai malah menutup pintu faviliunnya sangat keras hingga putra mahkota terjedok oleh pintu faviliun tersebut.


JDAK!!


Kepala sang putra mahkota terpental ke belakang, hingga jidaknya mulai memar hingga benjol "Aduh! Adududuhhh... Putri! Kau sungguh, aduhh... sakit sekali" Putra mahkota terlihat memijat jidaknya yang mulai membiru dengan bulatan besar.

__ADS_1


"Rasakan! Itulah akibatnya karna kau telah berani menghianati putri Hyr in dan hendak menghabisinya. Aku akan perlahan lahan membuatmu tersiksa..." bisik Mirai seraya menyungingkan bibirnya.


__ADS_2