
Siang itu tim penyidik lekas terbelalak kala Mirai tiba tiba memanggil para pelaku utamanya seakan menampar wajah mereka secara tidak langsung "Mustahil!' Umpat mereka. Begitu pun Kaisar, ia terkejut kala Mirai menunjuk pangeran Fu Rou dan Wen Tian ke hadapan Kaisar.
Lalu pangeran Fu Rou lekas bersujud untuk memohon belas kasihan dari kaisar "Putri mahkota! Bagai mana bisa kamu menunjuk pangeran Fu Rou sebagai otak dari pembunuhan tabib Young An?" Tanya Kaisar menahan kekeselannya.
"Hamba yang mulia. Malam itu hamba terlibat perkelahian sengit dengannya, dan hamba juga telah melukai bahunya dengan pedang miliknya. Saat hamba mendelik ke arah pembunuh itu, tanpa sengaja... Plakat istana telah menempel di pinggangnya" jelas Mirai.
"Pangeran Fu... Benarkah yang di katakan putri mahkota?" Tanya kaisar.
"Tidak yang mulia. Dia berbohong... Bukan pangeran Fu Rou yang melakukanny" Wen Tian membela pangeran Fu Rou sedangkan pangeran Fu Rou hanya diam seraya mengeratkan giginya kedua tangannya mengepal erat erat seakan ingin menjotos Mirai.
"Berbohonglah... Dan rasakan akibatnya" ucap Mirai. Tak berselang lama, Wen Tian memuntahkan beberapa teguk darah "Uhuk! Uhuk!!'
"Ada apa dengannya putri mahkota?" tanya Kaisar.
"Hamba mendengar dengan jelas perbincangan mereka tentang melenyapkan anggota istana yang berkuasa. Hingga saya pun lekas berusaha menegur mereka kaisar..." Balas Mirai.
__ADS_1
"Menegur?"Renung kaisar tak paham.
"Ya... Hamba menegurnya dengan cara memberikan mereka racun bunga Poopy, juga beberapa racun lainnya yang ikut tercampur ke dalam cairan yang ku suntikan ke dalam tubuh mereka. Hingga jika mereka berbohong... Maka mereka akan tewas" tegas Mirai.
"Apa? Mustahil wanita ini bisa meracik racun tingkat tinggi seperti itu" gumam para penyidik.
"Sebaiknya kalian akui saja perbuatan kalian..." Pinta Mirai.
"Apa buktinya jika pangeran Fu Rou melakukan pembunuhan... Jangan terlalu naif pada dirimu putri mahkota!" Wen Tian mengusap darahnya dan kembali membalas Mirai untuk membela pangeran Fu Rou yang masih enggan bicara.
"Mohon bantuannya panglima Ou Tian Feyn" Seru Mirai memanggil panglima kesayangannya.
Tak lama Ou Tian Feyn pun datang dengan sebilah pedang yang telah di tumpuk di atas handuk putih. Terlihat di sana, kilauan baja tersebut telah luntur terlumuri oleh darah kering milik tabib Young An. Entah karna pelakunya bodoh, atau ia terburu buru... Barang bukti yang jelas telah ia tinggalkan di benda tersebut.
"Hamba menemukan pedang ini di faviliun pangeran Fu Rou yang mulia... Nampaknya ia lupa dan menggeletakannya begitu saja di atas meja riasnya" Tegas Mirai.
__ADS_1
"Benarkah? Keji sekali perbuatanmu pangeran... Bahkan aku sudah menganggapmu sebagai anakku sendiri" Kaisar sungguh kecewa ia menatap pangeran Fu Rou dengan tatapan yang pedih.
"Mana mungkin! Jangan tuduh pangeran Fu Rou dengan fitah sekeji ini kaisar... Mohon belaskasihan anda..." Tangis Wen Tian histeris.
"Hentikan Wen Tian jika kau terus membela bedebah ini. Maka kau akan mati... Kau sudah empat kali berbohong. Satu kali lagi maka kau akan mati!!" bentak Mirai
"Aku tidak mau di tuduh seperti ini olehmu putri mahkota! Kenapa kau begini sadirnya pada kami!" Cerocos Wen Tian.
Mirai mulai menyunginkan bibirnya "Diamlah Atau aku akan mengumbar kelakuan mu pada kaisar! Apakah aku juga harus mengatakan kelicikanmu selama ini untuk membunuh orang terkasihmu?" Tanya Mirai membentak Wen Tian dengan tatapan buas.
Glek! Wen Tian lekas meneguk salivanya sendiri karna ia merasa takut.
"Apa!!" kaisar merespon ujaran Mirai tentang membunuh di istana nya.
"Paduka... Hamba akan jelaskan, racun yang hamba tebar di tubuh kedua orang ini sangat mematikan. Satu, dua, tiga kali mereka berbohong... Maka racunnya akan makin menyebar dan merusak jaringan jaringan otot, syaraf hingga langsung bereaksi memecahkan pembuluh darah... Wen Tian masih punya ke sempatan hidup satu kali lagi. Karna ia telah empat kali berbohong... Jika dia masih berbohong... Maka dia akan tiada saat ini juga. Tapi jika kalian ingin tetap hidup... Aku akan berikan pil 10000 penawar racun milikku... Silahkan pilih mati di atas ke bohongan atau belas kasih kaisar meski kalian mungkin akan tetap hidup dan tinggal di sel tahanan istana Ming?" tanya Mirai menjelaskan panjang lebar.
__ADS_1
"Dasar licik!!" amuk pangeran Fu Rou Ming menggebrak lantai dengan tangannya yang mengepal itu. Mirai segera menyunginkan bibirnya "Licik...heheh ini aku bukannya Licik, licik bukanlah caraku tapi membalas dengan elegant dan anggun segala perlakuan kalian yang begitu menyakitkan untuk ku dan pihak istana" balas Mirai sinis.