Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Tanda kutukan


__ADS_3

***


Lama melangkah, akhirnya Mirai pun sampai di sebuah ruangan megah yang tertata rapi dan bersih "Duduklah" Pinta tuan muda. Bahkan keadaan ruang tersebut berbeda dengan yang tampak di bawah tadi...


Ruangan itu terlihat seperti sebuah aula pertemuan kerjaaan karna ada singgah sana sang raja yang kosong tanpa pemiliknya.


"Aku akan ambilkan air dan beberapa camilan untukmu" sambungnya. Sementara Mirai, ia sibuk menelisik dan memyimak situasi ruangan itu. Bahkan, ekor matanya malah tertarik pada sebuah lukisan yang sangat tinggi dan lebar. Di lihatnya, sosok kaisar yang kekar dengan wajah yang sangar namun ia terlihat sangat mempesona "Siapa dia?" bisiknya seraya melangkah menghampiri lukisan antik tersebut. Nampaknya lukisan itu tak terawat hingga sedikit lapuk termakan usia. Baru saja tangan Mirai hendak menyentuh bingkai tersebut, tangannya sudah di tepis oleh pria bertopeng itu PLAK!


Mirai menoleh seketika itu "Jangan sembarangan berkeliaran. Aku menyuruhmu duduk tadi" tegas tuan muda.


"Heh. Maaf... Aku sedikit lancang" Mirai menyungingkan bibirnya seakan meremehkan.


"...Aku tak suka pada orang yang selalu menyentuh barang barang ku tanpa izin" Gerutu tuan muda.


"Baiklah... Aku mengaku salah. Tapi, lukisan itu sangat menarik... Hingga tanpa sengaja menarikku untuk tidak mengabaikannya"


"Dia adalah seorang petinggi kerajaan ini" ucap tuan muda memundukan wajahnya.


"Petinggi? Apakah... Kediaman yang ku pijak ini adalah istana?" Tanya Mirai seakan tak percaya. Sebab dari luar saja, keadaan istana tersebut sangat berantakan dan sama sekali tak terawat.


"Ia... Dulu istana ini adalah istana tersubur dan termakmur, rakyat kami hidup sejahtera dan damai sentosa... namun... Suatu hari, kerajaan Hong menyerang dan kami harus mengalami ke munduran... Padahal, status kedua kakaisaran saat itu adalah teman baik. Tapi, karna keserakahan raja sebelumnya... Kami harus menerima kepahitan. Kerjaan Hong langsung mengklaim... Bahwa, seluruh dataran dengan tanah gembur dan subur harus di ambil alih oleh kerajaan Hong. Lalu, setelah itu... Kerajaan kami jatuh miskin. Rakyat kami banyak yang kelaparan dan menderita! Mereka tak bisa menanam padi dan menggarap ladang karna lahan kami habis di ambil alih! Heh... Selamanya. Aku akan membuat perbatasan kerajaan Hong tetap gersang dan penuh darah' Seraya menjelaskan. Amarah tuan muda meluap luap dan napasnya penuh emosi.

__ADS_1


"Oh. Itu sebabnya, kamu selalu menjarah dan membunuh orang orang yang hendak masuk dan keluar dari kerajaan itu?" tanya Mirai. Tuan muda medelik ke arah Mirai "Heh. Kau... Kau! Kau apakah kau adalah mata mata kerajaan itu?" tanya Tuan muda mendelik tajam ke arah Mirai seraya menghampiri.


"Hehe... Apakah wajahku terlihat seburuk itu?" balik tanya Mirai mengabaikan tuan muda tanpa menjawab pertanyaannya.


"Heh. Aku tidak melihat kebohongan di matamu. Tapi... Bagai mana pun kau membuatku sangat curiga! Kau baru saja keluar dari kekaisarah Hong... Lalu aku malah menceritakan kekelamanan masa lalu kerajaan Qing" Imbuhnya membuang wajah.


"Heh. Tenanglah... Aku bukan orang yang suka mengumpar aib orang lain. Apa lagi... Itu adalah hal yang cukup sensitif"


"Baiklah... Aku sudah puas mengeluarkan unek unekku. Kau harus menolongku... Aku punya seseorang yang sedang tak berdaya di faviliunnya. Aku ingin kau mengobati penyakitnya... Jika kau bisa menyelamatkannya. Maka aku akan memberikan posisi tertinggi di kerjaan Qing"


"Posisi tertinggi... Maaf, tapi aku tak membutuhkannya. Jika kau ingin aku mengobati hari ini juga, kurasa aku tidak bisa..."


"Bukan begitu... Energiku sudah habis. Dan aku tak bisa membuat obat ketika tenaga dalam ku menipis..." Timpas Mirai enggan membuat tuan muda salah paham.


"Omong kosong! Seluruh tabib yang aku temui semuanya berkata demikian. Padahal... Dia hanya ingin mendapatkan upah yang besar... Apa lagi status yang tinggi"


"Jangan khawatir. Aku akan mengobati orang orang yang sakit, karna mereka adalah pasien ku, aku tak akan memilih milih penyakit apa dan yang bagai mana. Di mataku mereka semua sama... Jadi, jika kau percaya padaku. Maka lepaskanlah dahulu dua pelayanku yang telah kalian skap itu, maka aku akan menyelamatkan orang yang kau cintai itu" tegas Mirai.


"Baiklah, tapi sebelum itu... Aku akan memperlihatkannya dahulu padamu. Jika kau mampu mengobatinya, katakan mampu... Jika tidak, jangan sampai kau memberi harapan padanya. Kau paham?" tanya tuan muda.


"...Baiklah. Aku sepakat"

__ADS_1


Tuan muda dan Mirai pun mulai menjabat tangan tanda sebuah kesepakatan mulai terjalin.


Mereka kembali melanjutkan langkahnya menuju sebuah Faviliun. Mirai di persilahkan masuk oleh tuan muda ke area kamar pasien yang akan Mirai obat nanti.


Namun saat sampai di sana, seseorang histeris dengan amukan yang tak bisa di hentikan "Aku akan membunuhmu! Akan ku bunuh kalian semua!" Racaunya membuat dua manik mata yang berwarna hazel itu membelalak. Mirai mematung di daun pintu "Apa yang kau lakukan?" tanya tuan muda.


Mirai seakan gemetaran kala melihat keadaan pria paruh baya yang terlihat sangat murka. Wajahnya menghitam dan matanya merah menyala.


Deg!


"..." Mirai tak bisa berkomentar. Tubuhnya seakan di tahan oleha aura mistis hingga ia tak bisa bergerak di tempat.


"Apa yang kau lakukan. Kenapa kau malah melamun! Kau bilang kau adalah seorang tabib! Jika kau tabib... Lekas obati kaisar!" Bentak tuan muda. Mirai pun mulai menoleh pelan ke arah tuan muda...


"...Kaisar? Belarti dia adalah raja dari dinasti ini?" Bisik Mirai.


"Kau sungguh payah! Kenapa kau menyebut dirimu sebagai tabib... Sedangkan kau tak bisa melakukan apapun untuk menenangkan Ayahku!" Amuk tuan muda.


Ayah? Belarti tuan muda ini adalah pangeran kerajaan ini. bathin Mirai.


Bukannya takut, tapi Mirai lihat dengn jelas di jidak kaisar Qing. Ada sebuah segel merah pekat yang tertera dan menyala nyala... Nampaknya itu adalah segel kutukan.

__ADS_1


__ADS_2