
Dalam gua yang gelap dan tak ada penerangan secuil pun. Mirai mulai turun dari punggung Xigua lalu menyapu dengan begitu seksama area gua tersebut "Kakak. Kamu mau kemana?" Mio cemas.
"Diamlah. Aku akan mencari jalan keluar dari gua ini" Ujar Mirai.
"Jangan jauh jauh master..." Pinta Xigua gundah.
"Baik. Tunggulah kalian di sini... Aku akan menemukan sesuatu, lalu kita kembali dari area mengerihkan ini" ujar Mirai. Mio pun mengangguk begitupun Xigua.
Seketika Mirai mulai menghilang dari hadapan kedua orang terdekatnya "Kruyyyuukkk!" Bunyi perut Mio menggema seketika membuat Xigua pun merasa lapar.
"Kamu lapar?" Tanya Xigua.
"Ya. Aku lapar... Tapi, aku rasa... Semalam aku tak napsu makan di jamuan penguasa kota. Hingga aku membawa bekal banyak di kantung penyimpanan milikku" Ucap Mio membuat Xigua senang.
"Bagus... Ayo keluarkan"
"Apa tak apa apa... Kakakku sedang berkutat mencari jalan keluar dari gua ini. Tapi kita malah asik asikan makan..." Mio sungguh sedih.
"Jangan khawatir, masterku bukanlah orang sembarangan... Jika dia lapar, dia akan memakan pil energi. Atau semacam suplement makanan..." jelas Xigua sedikit meringankan rasa bersalah di hati Mio.
"Begitu ya. Baiklah mari makan!" Mio mulai turun dari punggung Xigua dan menata beberapaa makan yang ia bawa di kantung penyimpanan itu.
"Mari makan" Ujar Xigua senang.
"Tunggu Xigua. Kenapa kamu tidak merubah tubuhmu seperti waktu itu?" tanya Mio risih pada tubuh gumpal yang rakus tersebut. Mulut Xigua yang lebar hampir melahap habis seluruh makanan yang Mio bawa.
"Maaf tapi aku tak bisa..."
"Kenapa? Apakah kamu hanya menurut pada majikanmu?" Mio sedikit cemberut mengkerucutkan bibirnya.
"Bukan. Tapi, tanpa Pil pemurnian... Tubuhku akan tetap buntal seperti ini. Itulah sebabnya kenapa aku tak bisa berubah wujud di hadapanmu..." tegas Xigua seraya terus melahap makan dalam satu hamparan itu.
__ADS_1
Di tempat lain...
"Gelap sekali..." Bisik Mirai mengibas ngibaskan pedangnya untuk menyingkirkan beberapa sarang laba laba yang cukup mengganggu pandangannya.
Padahal Mirai sudah berjalan sedari tadi, tapi ia sama sekali tak mendapatkan apapun. Sesampainya di gua paling dalam, Mirai mulai melihat beberapa hewan melata yang berbentuk lipan, namun kali ini beberapa lipan itu terlihat bersinar hingga menyala di tempat gelap.
"Ini dia lampu daluratku" Bisik Mirai seraya menusuk lipan besar itu dengan ujung pedangnya. Ia pun melanjutkan langkahnya menuju gua yang lebih dalam.
Meski ada sebuah penerangan yang remang. Tetap saja, Mirai tak bisa menguasai medan pijakan yang exstrim itu. Hingga ia tak sadar jika apa yang ia pijak adalah sebuah jalan menurun yang cukup licin dan terjal. Ia pun terpeleset, dan terjatuh ke dalam jalan licin tersebut.
"Hyaaaa!" Mirai terjebak di Lorong sempit yang hanya cukup untuk satu orang saja. Ia terus terperosok lebih dalam lagi di lorong licin tersebut. Entah kemana nasib akan membawa wanita itu, sedangkan dirinya makin jauh saja hingga terpisah dengan Xigua juga Mio.
Beberapa lorong gelap telah ia lewati, namun tam ada tanda tanda gerakan nya akan berhenti. Malah ia terus saja masuk ke dalam celah yang kian lebar dan lebar saja...
"Sial! bagai mana caraku berhenti. Tapi jika aku berhenti, bisa bisa aku malah terhimpit oleh lorong sempit yang licin ini.
Lorong itu membawa tubuh Mirai makin masuk ke dalam pusat goa HYUUUNG! Mirai berhasil keluar dari lubang sempit itu dan mulai tercebur ke dalam lumpur yang cukup dalam.
Ia pun lekas meraih bebatuan di pinggir tubuhnya lalu mencengkramnya kuat kuat. Wajah Mirai sudah tak bisa di kenali lagi karna ia sudah bermandikan lumpur yang tebal.
"Untung saja dewa masih berpihak padaku..." Pedang masih di cengkramnya kuat kuat. Untuk bisa bertahan hiduo di dalam gua itu. Mirai harus melewati kubangan lupur yang dalam itu...
Mirai pun mendonggakan wajahnya ke atas untuk mencari sesuatu yang bisa membantunya menyebrang "Itu dia!" Bisik Mirai menyungingkab bibirnya. Nampaknya netra jelinya telah menemukan sebuah akar pohon yang merambat dan tampak kokoh. Di bantu pedang tajamnya, Mirai pun menebas akar tersebut hingga akar itu menjuntai ke bawah. Mirai seketika meraihnya lalu mencengkramnya kuat kuat.
"Hyaaah!" Mirai pun menyiapkan tubuhnya untuk dihempaskan melewati kubangan lumpur itu. Mirai melayang di bantu oleh akar pohon tersebut...
BRUK!
Mirai mendarat dengan selamat di daratan yang cukup datar "Akhirnya aku selamat juga. Tinggal cari air untuk membersihkan diriku..." bisik Mirai.
Baru saja berkata demikian, hentakan langkah seseorang mulai membuyarkan titik fokusnya. Mirai seketika bersembunyi di bebatuan "Cepat bawa telur telur itu sebelum hewan raksasa itu tiba!" tegas Seorang wanita yang mirai rasa ia mengenalinya.
__ADS_1
Ia pun mulai keluar dari tempat persembunyian itu "Letakan telur telur itu kembali ke tempatnya!" Pekik Mirai keluar dari persembunyiannya.
"Siapa kau!" Pekik seorang wanita angkuh... Tentu saja itu adalah Xue Jing dan wanita bertopi caping misterius.
"Kau tak perlu tahu siapa aku. Yang jelas, tindakanmu meresahkan dan membuat kerugian besar bagi mahluk lain!" bentak Mirai. Xue Jing sungguh tak sadar jika orang yang ada di hadapannya itu adalah Mirai. Karna saat itu wajah Mirai di penuhi lumpur dan membuat dirinya sama sekali tak dapat di kenali lagi.
"Banyak bacot! Ling Long! Serang dia!" Pinta Xue Jing menunjuk seketika wanita dengan topi caping itu mulai menyerang Mirai.
"Jika ingin menghajarku kenapa tidak kau lakukannya dengan tanganmu saja... Dasar wanita arogan!" Mirai menghindar dari tebasan pedang wanita itu.
"Urusan ku bukan dengan mu!' mirai menghindar karena tak ingin melukai wanita bercaping itu.
"Heh. Siapapun yang jadi musuk majikan ku. Maka aku berhak menghajarnya!" balas Wanita misterius itu.
"Apa! Kau benar benar!' Mirai belum mengeluarkan kekuatannya karna ia cenderung tetap bertahan tanpa menyerang.
"Kau dengarkan. Ling Long sama sekali tak mendengarkanmu!" Xue Jing terkekeh seraya menujuk Mirai yang terus saja di serang.
Mirai kesa dan mulai mengarahkan tubuhnya ke arah Xue Jing. Hingga wanita misterius itu menyerang Mirai dengan pedangnya tanpa menyadari jika di belakang Mirai ada Xue Jing.
Wanita itu melompat lalu mengarahkan pedang panjangnya ke kepala Mirai. Mirai menunduk lalu pedang itu pun berhasil menembus daging seseorang.
ZRASSS! Pedang tersebut menusuk tepat di dada kiri Xue Jing dan tembus hingga ke paru paru juga punggung Xue Jing "Ahhh... Nona!" Pekik Wanita itu. Xue Jing membelalak dan kesesakan "Heeeee....kamu... Kamu malah membunuhku!" lenguh Xue Jing mulai memutar bola matanya ke atas dan ia pun terjatuh.
"Jangan di cabut pedang itu!" Pinta Mirai.
"Kenapa?"
"Jika di cabut dengan tergesa gesa. Xue Jing bisa kehilangan nyawanya!" Pinta Mirai.
"Tapi. Dia sangat buruk kala memperlakukanmu. Apakah kamu mau menolongnya?" Tanya Ling Long.
__ADS_1
"Kita lihat saja. Sampai di mana dia bisa bertahan..." ujar Mirai mulai mencari sumber mata air untuk membersihkan dirinya dan berkutat menolong nyawa Xue jing.