
Pagi menjelang siang, Wen Tian masih berdiri tegak di front faviliun Mirai. Meski saat itu Mirai mengabaikan kedatangan Wen Tian ketika menyapanya.
Meski Mirai telah pergi jauh tetapi Wen Tian tetap berdiri di sana. Nampaknya ada hal yang sedang Wen Tian pikirkan. Bersama senyuman nya yang menyunging, Wen Tian pun pastikan sekelilingnya...
Wen Tian celingukan kanan kiri, lalu ia masuk ke faviliun Mirai setelah ia pastikan bahwa ke adaan di luar sudah benar banar aman.
"Bagus... Aku akan masuk sekarang" bisiknya mulai membuka pelan pintu faviliun Mirai lalu masuk ke dalam ruangan tersebut.
Greeet! Ia melangkahkan kakinya di sana dengan sangat hati hati dan begitu perlahan... Syuuung! Indra penciuman Wen Tian di suguhkan wewangian yang berbeda... Ia mengendus lembut seraya memejamkan matanya..
Wangi apa ini... Kenapa aku baru mencium aroma yang begitu menenangkan seperti ini. Aromanya membuatku kerasaan tinggal di ruangan ini. Gumam bathin Wen Tian.
Suasana kamar Mirai memang selalu wangi dufa berbau lavender. Hingga ketika ia masuk, sesaat ia merasa rileks...
"Hem ingat Wen Tian, jangan lupakan misi mu untuk masuk ke dalam kamar wanita pelac-ur itu... Kau harus bergerak cepat! Baiklah... Aku akan menaburkan bubuk arsenik ini di area selimut putri mahkota, agar ketika ia hendak tidur... Bubuk ini berhambur di udara dan terhirup olehnya, dan seketika ia pasti akan mampus..." Umpat Wen Tian seraya bergegas memasuki sebuah ruangan yang ia inginkan. Yakni kamar tidur, namun... Nampaknya, harapan Wen Tian akan kandas di tengah jalan. Sebab, Mirai telah mengeluarkan Xigua untuk berjaga di area Faviliunnya...
Deg! Netra Wen Tian terbelalak ketika menatap punggung kekar Xigua yang bercorak loreng unik "A..." Ia hendak terpekik, namun ia sendiri membungkam mulutnya se erat mungkin, karna ia tak mau membuat Xigua menoleh ke arah Wen Tian dan menerkamnya.
Meski Wen Tian berusaha untuk tidak berisik dan membuat Xigua berbalik, tetap saja ia gagal, sebab botol kramik kecil di tangannya tergelincir lalu jatuh menimpa lantai.
PRANG! Suara tersebut seketika membangunkan Xigua yang pagi itu masih memejamkan matanya dalam mode siaga.
Xigua seketika terbangun lalu berdiri dan lekas menoleh ke arah Wen Tian. Merasa dirinya terancam, Wen Tian lekas memutar langkah secepat angin dan berlari ke arah pintu keluar.
__ADS_1
Langkah cepat Wen Tian di susul lompatan Xigua, hanya dengan tiga kali lompatan. Xigua sudah ada di hadapan Wen Tian...
Brak!! Xigua kini menghadang langkah Wen Tian "Ahh! Pergi! Mahluk apa kau sebenarnya..." Bentak Wen Tian. Wen Tian terpojok oleh tatapan garang sang monster berdarah dingin itu...
"...Apa yang kau inginkan! Pergi!!" Pekik Wen Tian tersendat di antara lemari kayu milik Mirai. Ia menapakan tangannya di antara dataran atas lemari kayu tersebut. Lalu melempar apapun yang ia dapatkan di tangannya...
"Pergi! Jangan makan aku!" teriak Wen Tian sungguh ketakutan. Kakinya sungguh lemas dan gemetaran, ia terus saja melempar apapun yang bisa ia raih oleh tangan jahatnya itu.
Xigua menakut nakuti Wen Tian habis habisan, hingga ketika Wen Tian mendapatkan tungku api milik Mirai. Xigua pun sugap menangkapnya dengan kedua tangannya yang ada. Xigua melompat ke arah tungku itu seakaan menerkamnya.
Wen Tian sadar akan adanya sebuah kelonggaran dari serangan Xigua. Ia pun berlari sekuat tenaganya menuju pintu keluar.
Brak! Pintu di buka paksa oleh Wen Tian. Seketika ia keluar dari Faviliun Mirai, Xigua menatap pintu tersebut. Kemudian ia pun meletakan tungku api milik Mirai dengan amannya...
"Banyak sekali orang jahat di sekeliling masterku..." gumam Xigua lekas memejamkan matanya, kemudian ia pun membuyarkan wujudnya dan masuk ke dalam kantung penyimpanan milik Mirai yang selalu Mirai bawa kemanapun.
"Sial... Hampir saja aku tewas di terkam mahluk ganas itu" Umpatnya pada dirinya sendiri. Ia sungguh tak menyimak sekeliling... Hingga ketika netranya mulai naik ke atas, ia pun terbelalak dan terdiam seakan menghentikan napasnya...
"Apa yang sedang kau lakukan di faviliun Putri mahkota?" tanya putra mahkota menatap bengis ke arah Wen Tian. Wen Tian sungguh panik, ia tak tahu harus memberi alasan apa pada putra mahkota terkait keberadaannya di faviliun Mirai.
"...A-aku..." Wen Tian gagap, otaknya buyar karna kelakuan Xigua. Kini ia jadi bodoh dan bingung sendiri kala mencari alasan.
Putra mahkota menghampiri Wen Tian dan mencengkram tangan Wen Tian dengan kuat "Akh!" Wen Tian terpekik karna tulang di pergelangan tangannya nyaris patah.
__ADS_1
Kreek! Kreekk!
"Ahhh... Putra mahkota! Hiks! Sakit... Tolong lepaskan aku..." Pinta Wen Tian meringis kesakitan.
"...Wanita kotor sepertimu, tidak pantas ada di lingkungan putri mahkota!!' Tegas Putra mahkota menatap lurus ke arah Wen Tian.
"T-tolong lepaskan aku putra mahkota... Sakit" Ringis Wen Tian meraih tangan kanan Putra mahkota yang kala itu menekan pergelangan tangan Wen Tian.
Namun, belum sempat Wen Tian memegang tangan kanan Putra mahkota. Putra mahkota sudah lebih dahulu menghempaskan tubuh Wen Tian hingga terpelanting, dan jatuh tersungkur mencium lantai kotor yang dingin itu.
BRUKK!
"Ahhh... hiks! Hisk..hu hu hu" Tangis Wen Tian.
"Jangan berani menyentuhku dengan tangan kotor mu itu!" Tegas putra mahkota memperingatkan.
"Tapi putra mahkota... Kenapa anda jadi berubah begini. Bukankah anda bilang, anda akan mengangkat derajat ku... Dan menjaadikan ku permaisyuri anda ketika anda naik tahta kelak?" tanya Wen Tian bertubi.
Mendengar kalimat yang terasa menjijikan itu dari mulut Wen Tian makin membuat Putra mahkota marah "Jangan bermimpi di siang bolong! Selamanya, aku tak akan pernah mengabulkan ke inginan mu... Heh, satu hal lagi. Jangan muncul di hadapan ku atau putri mahkota lagi. Dan jangan sekali kali berbicara hal bobrok tentang masa lalu menjijikan itu. Jika kau bersikaras! Maka, aku tak akan segan segan memasukanmu ke dalam sel jeruji besi dingin di bawah tanah!" tegas Putra mahkota memperingatkan Wen Tian. Ia berdiri dan menunjuk Wen Tian dengan amarahnya yang mendidih itu...
"Putra mahkota... Hiks, hiks..." Wen Tian terus menitikan air matanya. Bathinnya sungguh menjerit karna perlakukan kasar putra mahkota padanya.
"Jangan panggil aku demikian. Derajat kita sungguh jauh... Kau harus ingat pada posisimu... Dasar wanita ja-lang!" lugas Putra mahkota mulai berdiri lalu meninggalkan Wen Tian yang kala itu masih bersimpuh dengan tangisannya yang sesegukan. Wajahnya tampak berantakan dengan rambut yang acak acakan.
__ADS_1
Putra mahkota enyah dari hadapan Wen Tian, ke adaan Wen Tian yang memprihatinkan... setelah di campakan putra mahkota di saksikan oleh para dayang yang kala itu mengikuti langkah putra mahkota. Bahkan ada sebagian dari para dayang yang mentertawakan keadaan Wen Tian seakan mencemoohnya.
Wen Tian sungguh merasa terhina, ia sungguh merasa sudah di sia siakan oleh putra mahkota. Dengan amarah yang menggebu di hatinya, ia pun mengepalkan tangannya dan mengeratkan giginya "Aku akan membunuhmu... Putri mahkota! Aku sungguh akan membunuhmu..." Bisik Wen Tian bersama amarahnya yang terlanjur menjalar ke seluruh hati nuraninya.