
Terlalu banyak insiden malam itu gara gara ulah si phonex mungil. Akhirnya fajarpun tiba lebih cepat dan Mirai tak bisa istirahat dengan baik "Apa? Ternyata sudah pagi lagi?" Mio sungguh kecewa "Kenapa exspresimu begitu buruk?" Komen Mirai.
"Aku belum tidur secercappun" keluh Mio lekas menjatuhkan bahunya
"Benarkah. Lalu siapa kemarin malam yang tidur mengkur keras dengan posisi tidur yang tak karuan. Kepala di bantal dan kaki di selimut" Goda Mirai.
"Aahhh kakak. Jangan bilang begitu. Aku malu....apa lagi ada panglima yang mendengarkan mu seraya senyum senyum sendiri" Delik Mio ke arah panglima.
"Ahm... Seketika panglima membungkam mulutnya seraya terus menahan tawanya.
"Hu Uh... Aku sebal pada mu kakak" Ia membuang wjahnya.
"Tabib agung. Kita hampir sampai" Tegas sang nahkoda kapal.
"Baik... Daratkan perahu ini di halaman istana Ming" Tegas Mirai.
"Baik..."
Mirai simak dari atas perahu itu, dari kejauhan sudah terlihat sangat berbeda, wajah istana Ming terlihat sangat buruk... Terlihat pula kepulan kepulan asap hitam menyeruat seprti yang ada dalam mimpinya.
Tanpa banyak bicara ia memanggil panglimanya untuk melangkah ke arahnya "Ya putri mahkota"
"Lihat itu" Bisik Mirai menunjuk halaman Istana Ming yang kian dekat dengan perahu layang itu.
Dengan netra membelalak, panglima pun curiga "Apakah istana Ming telah di serang seseorang?" Tanya Panglima terlalu keras hingga Mio pun menoleh "Apa?" ia melangkah menghampiri Mirai.
Duk! Tiba tiba getaran pun mulai terjadi di kapal itu "Apa yang terjadi Mirai dkk pun oleng "Kita di serang!" tegas panglima.
"Di serang?" Mio membelalak.
Nahkoda malah putar haluan "Tidak memungkinkan mendarat di istana Ming. Karna ada fortal hitam yang menghalangi pendaratan" Tegas nahkoda itu.
"Lalu kita harus bagai mana?" tanya Mio gelisah seraya hendak menangis.
"Kita mendarat di tempat agak jauh saja... jika memang kita tak bisa mendarat di sini" Tegas Mirai.
Nahkoda pun mengangguk...
Mirai cemas, ia takut jika hal buruk telah terjadi di istana Ming. Ia tak ingin kejadiannya seperti di dalam mimpinya... Apa lagi. Di dalam mimpi Mirai, tak ada satu orang pun yang selamat..
"Hiks. Ada apa dengan istana ku? Aku takut terjadi hal buruk di sana... Aku tak mau kejadian itu menimpa kerajaanku" Tangis Mio seraya menggunakan bulu Phonex untuk mengusap air mata dan ingusnya.
__ADS_1
Mirai menghampiri Mio dan memeluknya "Jangn bicarakan hal bodoh. Berdoalah, semoga tak terjadi hal buruk pada istana kita" Balas Mirai berusaha menenangkan hati Mio.
Mio mengangguk dan mulai kembali menanang. Namun perasaan Panglima dan putri mahkota sama. Mereka gelisah karana menduga bahwa istana Ming telah di serang. Hingga terlihat seperti porak poranda...
"Semoga semua yang ada di dalam istana Ming selamat... Semoga hal yang kami khawtirkan tidak pernah terbukti..." bathin Panglima menggumam cemas..
Lama menunggu pendaratan akhirnya mereka pun mendarat dilapangan terbuka dengan aman. Mirai lekas keluar lebih dahulu di susul oleh Panglima dan Mio dari belakang.
Mereka sungguh terkejut kala menatap dataran yang mereka pijak itu tampak porak poranda. Asap hitam sisa peperangan menyeruat dimana mana. Rakyat di area tersebut tampak hening seakan telah di pindahken ke suatu daerah.
"Kakak! Tidak!!!" Teriak Mio memegangi kepalnya.
"Kita benar benar telah di serang!" Tambah Mio di susul tangisnya.
Mirai hanya menatap kosong, pasalnya... Kejadian dalam mimpi Mirai sama persis seperti hari itu...
"Bagai mana ini kak. Aku takut terjadi sesuatu pada ayh dan ibuku" Tangisnya merengek meminta lekas masuk ke dalam istana Ming.
"Aku tak pernah menyangka, jika istana Ming akan menjadi seperti ini setelah si tinggalkan. Apakah ada sesuatu yang telah terjadi?" tanya panglima Ou Tian Feyn.
"Panglima... Sebaiknya kita bergegas dan masuk. Mio kamu tunggulah di tempat yang aman. Aku yakin, di dalam sana sangatlah berbahaya" Pinta Mirai.
"Jika kamu ikut. Kamu bisa terluka... Aku akan segera kembali. Xigua! Keluara! Pinta Mirai.
Whussshhh! Xigua muncul "Hamba master" balas Xigua.
"...Xigua. Berubahlah menjadi manusia, jaga Adikku!" Pinta Mirai. Xi guapun mengangguk "Baik!"
Boom! Ia pun merubah dirinya menjadi manusia... "Tidak kak. Aku ikut... Hiks, aku ingin tahu kabar ayah dan ibuku..."
"Patuhi kata kataku... Diam di sana jangan pernah mencoba untuk masuk. Sebelum aku kembali dan memastikan jika situasinya sudah aman" Tegas Mirai. Dengan berat hati Mio pun menunduk "Baik lah kak..."
"Panglima Ayo!" Mirai bergegas menuju ke front istana di kawal panglima kesayangannya.
"Kakak. Hati hatilah..." Bisik Mio mengusap air matanya.
"Dia pasti bisa mengatasi ini semua" ucap Xigua.
Lama berjalan setengah lari, akhirnya Mirai pun sampai di front istana Ming. Bola matanya di buat membulat kala menatap bangunan yang sudah tak karuan. Tampaknya itu adalah sisa serangan oleh meriam.
"Putri mahkota...?" Panglima menatap Mirai yang kala itu tampak Syok.
__ADS_1
"Ibu suri..." hanya itu yang ia pikirkan.
"Putri mahkota. Sebaiknya kita berjalan perlahan saja, jika kita memaksakan diri berlari... Aku takut, mereka akan mengira bahwa kita adalah ancaman untuk mereka!" tegas Panglima.
"Baiklah. Di saat seperti ini... Apapun pasti akan terjadi, jadi sebaiknya kita jangan bodoh dan tergesa gesa" Mirai berusaha tetap tenang dan tidak panik.
"Benar..."
"Mari masuk..." Sambung Panglima...
Mirai mengangguk dan akhirnya ia pun masuk ke dalam istana tersebut. Baru saja menginjakan kakinya dua langkah, mereka benar benar di sambut ribuan anak panah yang datang dari atas menara pertahanan.
"Hati hati!" Panglima refleks menarik pedangnya dan memutar mutar di udara untuk mematahkan ribuan anak panah yang terbuat dari kayu runcing itu.
"Ayo kita sembunyi!" pinta Mirai menarik Panglima.
Mereka pun bersembunyi di bawah dinding menara "Sial. Kenapa mereka menyerang kita?" Mirai tak habis pikir.
"Mungkin mereka mengira kita adalah ancaman" tegas panglima.
"Jika mereka begini... Aku akan menabur bubuk obat tidur di udara. Agar mereka pingsan sesaat" tegasnya. Ia lekas mengeluarkan dua pics pengaman hidung. Itu berfungsi menyaring udara yang masuk ke indra penciuman mereka. Hingga mereka tak akan ikut ikutan menghirup obat tidur itu.
"Aku akan naik ke atas... Ini tak akan lama karma aku sangat cepat' Tegas Mirai.
"Hati hatilah..." ucap Panglima cemas.
Mirai mengangguk dan langsug melompat ke menara pantau. Ia mendarat tepat di belakang para prajurit yang sedang fokus. FYUUUHHH! Mirai meniupkan Sepuluh kantung serbuk obat tidur itu... Seketika obat tersebut berhamburan di udara... Whuussshhh!
"Heh. Tidurlah... Sebentar, obat ini akan memenuhi seluruh kerjaan istana Ming" tegas Mirai seraya kembali melompat ke bawah.
"...Bagai mana putri" Tanya panglima.
"Aman. Mereka sudah mulai menguap... Sebaiknya ayo kita masuk" tegas Mirai.
Panglima dan Mirai pun lekas meraksak masuk ke dalam istana tersebut dengan leluasa.
Next episode...
Maaf jika autor jaarng update... Soalnya novel ini tamat di episode 155 dan akan lanjut di capter selanjutnya. Dengan judul baru...
PERMAISYURI, terkuat sejagad... Ini judul baru autor yang akan rilis di novel berikutnya... Makasih sudah standby ya para reders budiman.
__ADS_1