Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Perlawanan


__ADS_3

"Serahkan barang barang berharga milik kalian!" Bentak Kepala perompak itu. Ou Tian Feyn seketika menghentikan kudanya dan terdiam di depan rombongan prompak yang terlihat garang itu.


"Pergilah! Kami tidak punya apa pun untuk kalian jarah!" tegas Mirai berusaha menyingkirkan para perompak itu dengan bentakannya itu.


"...Mana mungkin kami percaya!" Balas kepala perompak itu.


"Kalau begitu... Kalian akan celaka jika tidak menyingkir dari jalan kami' Ou Tian feyn mulai turun dari kudanya dan mengeluarkan pedang dari sarungnya.


"Heh. Kau pikir aku akan takut pada gretakanmu?" Perompak yang bertopeng besi itu pun menyunginkan bibirnya.


"Kalau bagitu. Rasakan lah ini" Ou Tian Feyn maju ke garis depan di susul oleh para prajurit kerajaan Hong yang berjumlah puluhan prajurit pilihan.


"Heh... Kami akan meladenimu!" para perompak pun mulai menyerang kelompok Ou Tian Feyn. Seketika suara dentingan pedang pun mulai bersahutan satu sama lain...


TRANG! TRENG! Buak! Plak! Suara riuh itu penuh dengan ke getiran. Uraian darah merah mewarnai malam pekat yang hampir menghabiskan rasa lelah dan menggantinya dengan lelap.


"Putri mahkota! Bagai mana ini?" tanya Mio panik. Mio mendekatkan kudanya dengan kuda Mirai.


"Entahlah... Aku juga tak bisa membantu banyak. Hari ini energiku sudah habis karna menolong orang' Mirai memang hampir ke habisan kekuatannya.


"Lalu bagai mana sekarang. Kenapa tidak sebaiknya kita menginap saja tadi" tanya Mio panik.


"Lebih baik kita diam saja dulu. Aku akan turun dan mengumpulkan kembali energiku" Ujar Mirai. Benar saja, Mirai turun dari kida itu dan mencari tempat yang agak sunyi lalu duduk bersila... Tak mudah mengumpulkan energi untuk waktu yang singkat. Apa lagi di saat itu suasana sangatlah bising.


BREET! "Aahh!" Teriakan dan ringisan mulai terdengar. Puluhan prajurit yang di kirim kerajaan Hong benar benar habis "Aah sial... Sebaiknya kita mundur" pinta Jendral Ou Tian Feyn. Apa boleh buat, mereka kalah jumlah...


"Jendral! Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Mio panik.


"Mana putri mahkota?" tanya Ou Tian Feyn. "


Dia di bawah..." tunjuk Mio ke arah di mana Mirai bersemedi.


Ou Tian mulai melompat ke arah Mirai, tapi ia malah terjebak Sraaakkk! Sebuah jaring ranjau yang terbuat dari besi menahan pergerakan Ou Tian Feyn "Panglima!" pekik Mio.


"Ah! Sial, aku malah terjebak! Pergilah bersama Putri mahkota!" Pinta Ou Tian Feyn.


"Aah... Baiklah!" Mio seketika memacu kudanya untuk segera menghampiri Mirai yang saat itu bersemedi di bawah pohon.


SYUUT! Jleb! Sebuah tombak berserang di perut sang kuda dan membuat kuda itu berontak.


"Hhyyyyaa!" Sang kuda berontak dan Mio tak bisa menanganinya.


"Aah bagai mana ini?" tanya Mio panik.


"Lepaskan kuda itu! Melompatlah!" Pinta Ou Tian Feyn yang sedang berkutat dan mencoba kaluar dari jaring itu.


"Ah baiklah" Mio lekas melompat dan jatuh di samping Mirai. Mio lakas bangkit dan meraih tangan Mirai "Putri mahkota!" Belum juga sampai, tangan Mio malah di cengkram prompak itu.

__ADS_1


GRAP!!!


"Mau kabur kemana kamu?' Tanya perompak itu.


"Eeh! Lepaskan! Lepaskan aku!'


"Heh. Cantik juga... Kau bisa ku jual!' Ujar salah satu perompak itu.


Mio di seret ke arah kepala perompak itu "Tuan muda. Aku mendapatkan barang bagus" Ucap Anak buah perompak itu.


"Heh. Pendapatan yang langka, bawa dia..." Jawabnya ringan.


"Apa! Lepaskan aku! Putri mahkota tolong aku! Panglima...!" Teriak Mio. Malam itu kian genting dan mencekam.


"Tunggu apa ini?" tanya kepala Perompak itu. Kepala perompak itu menatap sebuah plakat yang tergantung di pinggang Mio.


BRET! Perompak tersebut lekas menariknya dan menatapnya dalam dalam "Ini? Rasa rasanya aku pernah melihatnya, plakat istana Ming?" Bisik kepala perompak itu. Ia merasa ingat sesuatu hingga membuka topengnya dan menatapnya seksama.


"Lepaskan putri Mio sekarang!" Bentak Ou Tian Feyn di atas pohon dengan jaring besi membelit tubuhnya.


"Heh. Diam lah nanti juga kau akan ku exsekusi" Ujar kepala perompak itu.


"Seret mereka lalu kurung. Aku yakin... Mereka akan sangat mahal jika di jual sebagai budak" Ujar kepala perompak itu.


Akhirnya... Mio dan Ou Tian Feyn di ikat bersamaan, sedangkan Mirai yang baru saja mulai mengumpulkan setengah tenanganya segera kembali dan mulai berdiri.


"Tapi akan ku coba. Akan ku buat mereka pingsan" bisiknya.


Mirai mulai mengeluarkan beberapa jarum milik selir agung yang berhasil ia dapatkan dari tubuh ibu suri, permaisuri dan dayang Selir agung.


Perompak itu sedikit menghampiri Mirai " Aku tahu kau ada di balik pohon itu. Segara keluarlah... Atau dua rekanmu ini akan ku buat tiada" jelas Perompak itu.


Mirai mulai menyunginkan bibirnya. Ia segera meleparkan beberapa jarum beracun itu ke arah Perompak yang kala itu menghampirinya.


Seharunya suasana gelap itu akan membuat Mirai menang. Namun rupa rupanya perompak itu lebih cerdik dari dugaan Mirai. Ia berhasil mengelak kala jarum itu di lempar Mirai tadi.


JLEB JLEB! Jarum jarum itu malah mengenai tubuh para anak buah perompak itu "Kau! Berani sekali!" bentak Kepala perompak itu lekas menarik tangan Mirai yang kala itu hendak melemparkan jarum.


GREP!


"Lepaskan!" Bentak Mirai, Mirai lekas menendang wajah kepala perompak itu, tapi ia menahannya dengan tangannya.


Pak!


"Kau gesit juga" Bisiknya menyungingkan bibirnya tampak senang.


"Lepaskan teman temanku!" bentak Mirai memulai perkelahian.

__ADS_1


Tapi para perompak lain datang lalu mengepung Mirai "Hentikan! Jangan ikut campur! Urusan dia, biar aku saja yang menanganinya" ujar Kepala perompak itu.


"Baiklah tuan muda' kepala perompak itu sedikit memperhatikan wajah Mirai yang di rasanya tidaklah asing.


"Heh. Hei nona... Apakah kau yakin akan melawanku?" tanya kepala perompak itu menyungingkan bibirnya.


Mirai tak senang "Kenapa? Apakah kau takut jika akan melawan wanita?" Mirai sudah memulai kuda kudanya.


"Baiklah. Aku tidak akan mengendurkan pekulanku meski melawan wanita"


"Baiklah!" Mirai mulai meninju cepat dan tiada henti ke arah wajah dan beberapa titik Vital di area perut kepala perompak itu. Tapi nampaknya usaha Mirai nihil kala menyerang pria itu.


Brak buak Duak! Mirai masih berkutat menendang dan meninju. Meski pukulan tinjuan dan tendangannya berhasil di halau. Mirai mulai mundur ke belakang dan melompat lebih jauh.


"Hosh! Hosh! Hosh!" Napas Mirai tersenggal karna ia begitu lelah.


"Kenapa? Apakah kau lelah? Energimu terkuras habis ya? Hahahah... Sebaiknya kau menyerah saja"


"Lepaskan teman temanku"


"Heh. Jika kau ingin mereka kembali... ikutlah denganku. Karna mereka sudah kami bius, jika kau tidak berontak... Maka aku pun akan memperlakukan mereka dengan baik. Hahahahah" tawa kepala perompak itu.


"Tuan muda, mereka sudah di bawa ke dalam kereta kencana' Ujar anak buah perompak itu.


"Hei kau! Ikutlah denganku... Aku lihat kau tidak bisa menaiki kuda kan?" tanya pria itu.


Dari mana bedebah bedebah ini tahu jika aku tidak bisa menaiki kuda. Bathin Mirai menggumam.


"Karna kau tidak bisa menaiki kuda. Kau harus duduk di depan ku" Ujar pria bertopeng itu, kepala perompak itu tampak antusias kala mengajak Mirai untuk duduk di depannya.


"Heh. Mati pun aku tak mau!"


"Kalau begitu! Bantai kedua sandra di sana" Tegas kepala perompak tersebut.


"Kau! Brengsek!" Mirai melempar bogemnya... Sebuah pukulan hendak bersarang di pipi pria perompak itu.


Tap! Pria itu menepisnya dengan cepat, Mirai kali ini dalam posisi lemas karna kehilangan banyak energi.


"Sebaiknya diam dan turuti saja aku!" Pria itu menarik tangan Mirai dan mendekapnya di pelukannya lalu menaiki kuda bersama.


"Sial! Pelecehan! Lepaskan aku! Brengsek!"


"Hya! Ayo pergi!" Pekik pria itu memacu kudanya cepat. Mirai menjerit dan memegang erat dada kekar pria itu.


"Hyaaaa! Menyebalkan!" Pekik Mirai melenting.


Karna tak ingin menyakiti Mio dan Ou Tian Feyn Mirai pun sedikit mengalah dan mulai mengikuti kemauan perompak itu.

__ADS_1


__ADS_2