
***
Mirai dan kawan kawan mulai sampai di front aula istana kerajaan Hong, mereka di sambut oleh ke enam pangeran kerajaan tersebut sebelum masuk ke aula inti istana itu. Para pangeran itu bersimpuh di hadapan Mirai dengan rasa hormat yang tinggi "Hormat kami ke pada sang tabib agung!" Sambut para pangeran.
Lalu jajaran petinggi kerajaan pun, yakni para mentri bersama bawahannya pun mulai melakukan hal yang sama seperti apa yang di lakukan ke enam putra mahkota.
Mio membelalak dan menggumam dalam hatinya sebenarnya siapa putri mahkota Hyr In. Kenapa dia begitu di hormati di sini... Jangan jangan sebenarnya Putri mahkota Hyr In memiliki rahasia tersembunyi dalam dirinya. Padahal selama ini aku tak pernah melihat hal menonjol dalam diri putri mahkota Hyr In. Tapi kenapa tiba tiba... Putri Hyr In di perlakukan se istimewa ini seakan putri Hyr in memang orang penting di kerajaan ini. Putri mahkota Hyr In, siapa kau sebenatnya... Bathin Mio menggumam dalam harinya.
"Hormat kami pada sang tabib agung" Sambut para petinggi kerajaan.
Mirai dan Mio juga Ou Tian Feyn pu sempat terkejut akan sambutan yang tak mereka harapkan itu "Mohon berdirilah..." pinta Mirai tak enak hati.
"Terimakasih tabib agung" balas para pangeran mulai berdiri lalu menunduk, kemudian bergeser ke sisi kiri dan kanan begitu pula para mentri bersama jajarannya.
"Seharusnya para pangeran tak perlu melakukan hal itu untuk kami" Ucap Mirai.
"Tak apa tabib agung. Anda bisa singgah ke istana kami saja sudah merupakan sebuah mukjizat besar untuk kerajaan kami" Ujar para petinggi kerajaan.
"Tolong jangan berlebihan... Aku hanyalah manusia bisa sama seperti yang lainnya" balas Mirai merendah, wajahnya tersenyum pahit kala berkata hal demikian.
"Kami sungguh terkejut, ketika mendapatkan kabar dari para pangeran. Bahwa ada tabib misterius di kota... Ia mengobati paseiennya tanpa meminta sebuah imbalan. Juga, hasil pemeriksaan yang anda lalukan pada para penduduk kota Hong sungguh tapat dan manjur. Oleh karna itu, para pangeran menyanrankan Kaisar untuk meminta bantuan anda..."
"Bagai mana Kaishar bisa mempercayai metode penyembuhanku... Bahkan tak ada bukti yang tepat jika saat itu akulah yang telah mengobati para penduduk kerajaan Hong?" Tanya Mirai sedikit mengerutkan dahinya.
"Ada sebuah lukisan indah yang telah membuktikan bahwa andalah wanita dalam lukisan itu" Ucap mentri kerjaan itu seraya menyerahkan selembar surat gulungan putih.
Mirai mendapatkannya lalu membukanya perlahan surat gulungan itu "Waaaahhg!" pekik Mio mengintip dari balik punggung Mirai. Ia berdecak kagum kala sebuah lukisan tergambar indah mirip sekali dengan aslinya.
__ADS_1
"Putri, kau jadi lebih cantik dalam lukisan itu? Siapa yang telah melukismu kala itu?" Tanya Mio.
Mentri pun mulai menujuk pangeran Zhau "Pangeran Zhau yang telah melakukannya"
"Wahhh... Ternyata pamormu setinggi ini putri mahkota" decak kagum Mio.
"Hussss!" pekik Mirai membungkam mulut Mio. Mio mulai membelalak dan mengangguk diam.
"Aah maaf, apa maksud nona kecil itu dengan putri mahkota?" tanya mentri pertahanan kerajaan itu. Mirai tersenyum menyimpulkan bibirnya "Maafkan atas kecerobohan saya... Dia hanya sedang berhalusinasi" Ujar Mirai tersenyum bodoh.
"Oh. Hahaha begitu ya... Baiklah kalau begitu, silahkan masuk ke aula inti kerajaan Hong. Di dalam sana anda akan bertemu dengan Kaisar kami" Ujar mentri pertahanan. Mirai mengangguk, para mentri mulai menggeser tubuhnya ke pinggir kiri dan kanan. Sedangkan ke enam pangeran mulai berhambur ke hadapan Mirai dkk untuk memimpin langkah mereka.
Mirai dkk pun berjalan beriringan hingga sampai di Aula inti istana tersebut "Hormat kami pada yang mulia Kaisar Hong!" Seru ke enam pangeran. Melihat para pangeran memberi hormat, Mirai dkk pun ikut bersimpuh di hadapan Kaisar.
"Hormat kami yang mulia... Panjang umur! panjang umur!' Seru Mirai. Yang Mulia Hong yang kala itu duduk di atas singgah sananya pun lekas tertawa jenaka, perut gendutnya terlihat bergetar seakan melenggok "Hahaha... Bangunlah tabib agung. Selamat datang di kerajaan kami..."
"Bagai mana perjalanan kalian menuju ke istana kami?" Tanya Kaisar.
"Heh... Kerajaan anda sungguh makmur... Hingga jalanan ibuku kota dan pedesaan sungguh terlihat asri dan tertata rapi... Para penduduknya pun sangatlah ramah dan baik hati. Saya sungguh kerasan ada di sini... Terimakasih atas sambutan anda yang luar biasa ramah ini" Puji Mirai meninggikan sang Kaisar atas apa yang telah ia lakukan pada Mirai dkk.
"Hahaha... Itu semua tak seberapa... Aku sungguh bahagia bisa bertemu tabib agung seperti mu. Aku sudah lama ingin bertemu dengan mu..."
"Anda berlebihan yang mulia..."
"Aku lupa, aku ingin mengucapkan banyak terimakasih padamu... Perlakuan mu pada para pendudukku sangatlah membuatku bangga padamu. Hingga aku melakukan sayembara untuk menemukan mu... Hahahaha meski terdengar bodoh. Aku adalah pengagummu wahai tabib agung" Tegas Kaisar Hong.
Jangan bilang kau ingin menikahi Tabib agung Yang mulai. Bathin pangeran Wuxi menggumam.
__ADS_1
"Anda terlalu berlebihan... Oh ia. Apa hal yang membuat saya harus datang ke kerajaan anda?" Mirai tak ingin bertele tele karna waktunya tak banyak... Apa lagi kekaisaran Hong dan Ming sangatlah jauh. Jika sampai pihak istana Ming tahu bahwa Mirai mengendap keluar bersama Ou Tian Feyn... Maka akan terjadi ke gaduhan besar di istana Ming dan segala kesalah akan di limpahkan pihak kerajaan pada Ou Tian Fyen.
"Maaf telah membuat mu menunggu... Sebanarnya, ini adalah masalah yang cukup lama sekali. Dan ternyata hingga saat ini belum ada sebuah penyelesaian atas masalah ini" Ujar Kaisar.
"Maaf yang Mulia, tapi hamba tidak terlalu paham atas penjelasan yang anda berikan" Mirai berkomentar kecil.
"Ini tentang penyakit Permaisyuri dan ibu suri" Tegas Kaisar Hong mulai merubah air wajahnya. Kini wajah yang jenaka penuh canda tawa itu mulai berubah drastis dan tampak masam.
"Permaisyuri? Dan ibu suri?" tanya Mirai Kaisar pun mengangguk.
"...Saya bukanlah tabib yang hebat... Tapi jika anda berkenan, izinkan saya untuk melihat keadaan beliau" Pinta Mirai.
"Sebuah kehormatan besar jika tabib agung mau membantu permaisyuri dalam penyembuhannya"
"Bila anda berkenan... Tolong pertamukan saya dengan beliau" Ulang Mirai.
Kaisar mengangguk, lalu ia pun menyeru "Penasihat istana! Bawakan istri dan ibuku ke ruang pemeriksaan" Pekik Kaisar.
Penasihat kerajaan pun mengangguk lalu menyeru ke arah para dayang dan juga kasim untuk membawa tandu kedua orang sakit itu...
Tandu mulai di sanggak para pelayan pria ke tengah aula istana terebut...
Mirai pun menoleh ke arah di mana para pelayan membawa tandu tersebut. Seketika setelah menatap di kejauhan, bulu kuduk Mirai mulai berdiri. Netranya membelalak bukan kepalang setelah ia mencium bau sesuatu...
"Tolong periksa istriku..." pinta Kaisar menekuk wajahnya amat pedih.
Hal apa yang membuat Mirai mulai mual juga bergidik ngeri? Simak kelanjutannya ya... Kalau ada yang typo mohon komen ya... Agar tulisan autor lebih rapih lagi... Next episode...
__ADS_1