Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Bukan tamasya


__ADS_3

Setelah di pastikan sehat oleh tabib...


Putri Hyr In di panggil ke aula istana untuk merundingkan masalah kesejahteraan rakyatnya di desa kerajaan Ming... Oleh karna itu, putra mahkota dan putri mahkota di tugaskan untuk berkeliling dan lebih tepatnya di sebut bulusukan ala ala rakya jelata. Meski Enggan, namun putri mahkota harus berwibawa dan penuh sopan santun... Sedangkan Fei si hanya diam dan menurut saja pada kata kata Kaisar pada saat itu. Kaisar bahkan tak tahu hal apa yang telah terjadi di antara putra mahkota dan putri mahkota. Hanya ibu suri dan panlima Ou Tian Feyn sajalah yang tahu tentang hal tersebut.


```


****


```


Hari ini itu pun tiba, Hari di mana Putri mahkota dan putra mahlota berkeliling dan mendengarkan keluh kesah para rakyatnya. Tak lupa, Ibu suri pun menugaskan Panglima Perang Ou Tian Fei untuk mendampingi Putri Mahkota, Ou Tian Feyn akan ikut rombongan terebut dalam misi mengawal putri Hyr-in


"Putri hati hatilah... Jangan jauh jauh dari panglima Ou Tian Feyn ya" apinta ibu suri.


"Tentu saja... Saya akan mendengarkan nasihat anda ibu suri" Mirai melepas pelukannya.


Mereka mulai menaiki sebuah kereta kuda kerjaan yang di tarik oleh beberapa kuda tangguh. Mereka mulai berlalu bersama iring iringan pihak kerajaan Ming.


Setelah Mirai pergi, Ada perasaan buruk yang tersyirat di hati ibu Suri terkait Keberangkatan mereka hari itu.


"Hati-hatilah sayang, Jaga dirimu, Jangan biarkan hal buruk terjadi padamu ya..." Teriak Ibu suri masih khwatir.


"Tenanglah ibu. Mereka akan kembali tak akan lama kok" Permaisyuri berusaha menenangkan Ibu suri.


"Kamu benar permaisyuri. Aku hanya sedikit cemas pada putri mahkota" Ibu Suri berusaha menenangkan hatinya yang gundah itu.

__ADS_1


Entah apa sebabnya, Ibu suri sangat menyangi putri Hyr-in yang saat ini di rasuki jiwa Mirai yang brutal.


.


.


.


Perjalanan kali ini cukup panjang dan panas juga melelahkan dan mungkin untuk Mirai sangat membosankan. Karna harus duduk di samping pria yang tak ia cintai, siapa lagi jika bukan Fei Si si putra mahkota.


Dalam tandu istana...


Mirai terus berguman, Bibirnya mengkerucut dan pipinya mengembung. Ia sangat tak ingin pergi bersama Putra mahkota yang duduk di sampingnya dengan wajah tanpa exspresi. Dan terkesan menjengkelkan untuk Mirai.


"Huh! Kenapa juga aku harus berangkat bersamamu! Bukankah masih banyak tugas istana yang harus ku selesaikan. Selain merangkai bunga, aku juga perlu meracik teh seperti yang dikatakan permaisuri Utama. Apa pentingnya pergi bersama nya. Hehehhe sungguh lucu dan menjengkelkan. Huh! Menyebalkan! Hari cerahbpun tiba-tiba jadi gelap saat aku dekat denganmu! Langitpun tak setuju mungkin dewa sedang murka karna aku tak pantas jadi putri mahkota mu. Apalagi aku..." Mirai tak jadi membudakkan isi hatinya karna Fei Si tiba tiba mendelit tajam ke arah Mirai.


Tapi Fei Si tetap menjaga sifatnya ketika ada di muka umum. Ia tak ingin kedoknya sebagai psycopath terbongkar.


"...Untunglah disebelahku ini adalah sebongkah es batu! Jika dia manusia, Mingkin dia akan membalas Ucapanku! Huh! dasar pria idiot tak berguna! Brengsek! Dan tidak bertanggung jawab menyebalkan juga sedikit gila" Habislah Fei Si di kata katai. Fei Si Hanya mengepalkan tangannya dan mengatur napasnya. Ia tak ingin terjadi perkelahian di tempat umum hingga membuat citranya jelek.


***


Mirai kegerahan, hingga ia membuka tirai di sampingnya. Karna di abaikan Fei si, Mirai pun mencoba mencari kesenangan lain... Saat tirai di buka... Mirai seketika terbelalak...


"Wah! Tuan tampan... Kau juga ikut dalam rombongan kami!" Seru Mirai seraya melambaikan tangannya.

__ADS_1


Tiba-tiba Tian Feyn Kaget dan mulai memacu kudanya lebih cepat, hingga Mirai tak bisa melihatnya lagi.


HYAA!" Pekiknya.


Miraipun marah dan mengkrucutkan bibirnya "Hmmmfffh! Kenapa dia malah lari! Menyebalkan!" Ucapnya tak hiraukan pria di sampingnya yang menyandang status sebagai suaminya.


"Heh! Wanita murahan. Apakah karna tak ada pria yang mau menyentuhmu... Akhirnya kau buka grai lelang pada bawahanmu sungguh Menyedihkan!" olok putra mahkota memperolok.


"Bukan urusanmu!" Balas Mirai.


"Cih. Pria mana yang mau menyentuh wanita jelek sepertimu!" Cecah putra mahkota.


"Huh! kenapa kau marah, jangan bilang kau cemburu padaku"


"...Jangan harap hal itu akan terjadi" Fei Si menolak mentah mentah.


"Akan ku pegang kata katamu. Jangan harap aku mau pada pria sepertimu... Kelak saat kau jatuh hati padaku. Aku akan memperlakukan hal yang sama padamu! Akan ku tindas dan ku permaikan habis habisan hingga kau menangis darah! Kau ingat ini dasar pria brengsek!" Hina Mirai pada Fei Si. Mirai membuang muka dan meggulung tangannya di dadanya penuh ke angkuhan


Karna Fei Si tak ingin membuat citranya di mata rakyat buruk, dia hanya bisa mengumpat kesal dalam hatinya.


Wanita Rubah Tengik! Dia sungguh makin liar saja' Tunggulah hingga kita sampai di istana, Aku akan berikan hukuman yang takan pernah kau lupakan! Bathin Fei Si.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2