Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Amukan yang tak bisa di hentikan


__ADS_3

"Apa?" Pekik ke tiga pria tampan itu.


"Heh. Tidurlah... Jika kalian berisik lagi, bukan hanya kalian yang di usir, aku pun akan ikut ikutan di tendang pemilik penginapan ini" Pinta Jendral Tian Feyn.


"Tapi. Omong kosong macam apa ini" Komen Li Zhau tak percaya pada Tian Feyn.


"...Benar. Mana mungkin hal tersebut bisa terjadi, memang ini sebuah cerita dalam buku prasejarah apa?" Li Wuxi menggelengkan kepalanya.


"Tunggu. Cerita ini mirip cerita Guru Zao. Dia bilang, seseorang bisa berpindah waktu dan tempat jika ia memiliki kekuatan megis dalam tubuhnya. Bisa saja, wanita itu memiliki benda yang guru Zao bilang..." Jelas Li Mao memperingakan.


"...Adik. Itu hanyalah cerita dan mana mungkin di dunia ini ada hal semacam itu. Sihir, magis itu semua hanya cerita anak anak" Li Zhau sungguh tak mempercayai hal tersebut.


"Aah... Aku pusing mendengar nya. Lebih baik aku tidur saja' Li Wuxi mulai membentangkan tubuhnya dan tidur di ranjang. Begitu pun Li Zhau dan Li Mao... Mereka berbaring di ranjang yang sama.


Sedangkan panglima Tian Feyn, ia hanya bisa duduk di di jendela tak berpintu. Kedua bola matanya enggan terpejam dengan pikiran yang berputar putar tanpa komando "Putri mahkota... Di mana gerangan berada. Kenapa, aku sangat khawatir sekali padamu... Bisakah, kau memberiku satu petunjuk atas ke beradaanmu. Aku tak bisa kembali ke istana tanpa dirimu" Bathin Tian Feyn menggumam.



Tak ada rasa kantuk di benaknya. Perasaan bimbang dan gundah kini meliputi pria tampan yang gagah tersebut, meski ia sangat tangguh... Tapi tanpa Mirai di sampingnya ia seakan kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupnya.


***


"Oaaakkkhhh! Ngh nyam nyam nyam..." Seseorang meregangkan tubuhnya setelah tidur pulas di gubuk tua milik Yue. Kini ia sadar dan membuka bola matanya, ia simak langit langit kamar yang cukup berbeda dengan tempat terakhir ia tinggali.


"Eh! Astaga! Aku ketiduran, di mana ini?" Tanya Mirai bangun serentak dan membelalakan matanya panik.


"Eemmmmm" Lenguh seseorang, Mirai sadar jika di ruangan itu ia tak sendirian, ia pun menoleh ke samping matrasnya dan ia lekas menendang punggung seseorang yang kala itu tidur di sampingnya "BUAK!"

__ADS_1


"Aakkhh!" Pekik pria itu, ia jatuh dari matras dan terguling di bawah lantai dengan meringis kesakitan.


Mirai lekas berkeringat dingin dan menatap pakaiannya yang sudah mulai berbeda dari pakaian yang sebelumnya ia pakai.


"Oh astaga! Oh Astaga! Oh astaga!" Mirai merampas selimut yang ada di matras dan menggulungnya di tubuhnya "Aahh... Sakit sekali" Pria itu meringis dan lekas memegang pinggiran ranjang Mirai. Mirai gemas dan marah pada pria itu lalu lekas menginjakkan kakinya ke arah tangan pria itu.


"Aaakkhh sakit sakit apa yang kau lakukan! Sakit! Lepaskan aku!" Li Yuan lekas menarik tangannya dan mulai berdiri dengan memegani pinggangnya yang terasa patah.


"Kau! Kau! Jadi kau rupanya! Berani sekali kau meniduriku! Cari mati ya... Hiaaat!" Belum saja Li Yuan menjelaskan, Sudah di serang habis habisan oleh Mirai.


Li Yuan hanya bisa menghidar dari serangan brutal Mirai yang tak memberinya kesempatan untuk menjelaskan "Buak!" mirai menendang Li Yuan, namun terhalang oleh meja. Meja tersebut pun patah.


"Jika aku sampai di tendang, bisa tewas dalam satu kali serang saja... Sungguh tenaga yang menakutkan" bisik Li Yuan berusaha menghindar dan terus menghindar.


Buak! Dak dak! Bluuug! Suara pukulan dan hantaman yang terjadi di kamar itu membuat seseorang terganggu "Aahh... Sial, siapa yang mengganggu ke senangan kita yang mulia" des-ah Wen Tian. Nampaknya di penginapan Wen Tian dan putra mahkota menghabiskan malam bersama untuk berbulan madu.


"Tapi ini menggangguku" Wen Tian lekas bangkit dan meraih selendang tipisnya lalu memakainya. Putra mahkota marah hingga ia menggebrak ranjang. Ia pun kembalu berpakaian dan lekas meraih pedang untuk menyabit orang yang sudah mengganggu ke senangannya. Apa lagi suara gaduh itu terdengar di samping penginapan yang telah ia pesan.


"Yang mulia... Jangan gegabah" Pinta Wen Tian.


"Heh. Akan ku musnahkan pengganggu itu.. Berani nya dia menggangu ke senangan ku!" Bentak putra mahkota.


Wen Tian mengikuti dari belakang dan bersembunyi di balik punggung putra mahkota. Sampailah di depan kamar yang di sewa Li Yuan BRAK!! Tanpa aba aba putra mahkota menendang kamar tersebut "Hyaaaa!" BUAK!


Mirai tampak menggila, ia menghancurkan segala funitur yang ada di kamar terebut. Li Yuan menatap Putra mahkota yang berdiri depan kamar Li Yuan "Ah lihat. Kita kedatangan tamu" alih Li Yuan. Tapi Mirai enggan menggubris dan melesatkan satu tendangan meruncing ke arah Li Yuan.


"Hyaaaa!" Pekik Mirai Li Yuan, menghinder kebelakang lalu berlari ke belakang punggung putra mahkota "Selamatkan aku dari serangan brutalnya!" Pinta Li Yuan ketakutan. Sebenarnya Li Yuan bisa juga membalas Mirai, tapi ia adalah pria sejati yang tak akan melukai wanita bagai mana pun situasinya.

__ADS_1


Mirai belum sadar dan memutar kembali kakinya 360° Hingga kaki ramping penuh energi itu sampai di pipi mulus Fei Si tanpa perlawan.


Buak!!! Seketika wajah Fei Si terhempas bersama darah dari hidung dan ranhangnya "Hah kena juga pada akhirnya"


"Putra mahkota!" pekik Wen Tian. Mirai mulai mengerutkan dahinya. Ia sadar jika orang yang ia tendang tadi adalah Putra mahkota, karna di belakang putra mahkota ada Li Yuan yang sedang memperoloknya juga ada Wen Tian yang meraih wajah Putra mahkota "Ahhh! Sial! Kenapa ada pria brengsek itu di sini?" tanya Mirai dalam hatiny.


Putra mahkota menoleh perlahan ke arah Mirai hingga ia menunjuk oleh pedangnya "Akan ku bunuh kau" Bisiknya lalu ia tumbang seketika itu.


Bruaagghh!


"Ingin menbunuhku katanya. Aku sudah bosan mendengar ocehan bodohnya. Sebaiknya aku kabur saja!" Mirai mulai melompat dan mengabaikan Li Yuan begitu saja.


Li Yuan yang berpapasan dengannya mulai meraih pergelangan tangan Mirai "Mau kemana? Obati dia dulu" Pinta Li Yuan.


"Tidak mau. Sampai mati pun aku tak mau menyentuh pria itu!" Bentak Mirai seraya berusaha kabur.


"Kau adalah tabib bukan? Jadi jangan pilih pilih pasien!" Pinta Li Yuan.


"Aku tak mau mengobati seekor anjing yang akan menggigit majikannya sendiri" Bentaknya mulai menendang Li Yuan dan hendak kabur.


"Hei. Kau wanita busuk! Beraninya kau menyakiti putra mahkota!" Tunjuk Wen Tian dengan pedang yang di genggam Fei Si ke arah Mirai.


"Heh. Wanita busuk? Kau menyindir dirimu sendiri? Wanita dari kalangan mana yang mencuri suami wanita lain. Bukankah itu dirimu sendiri!" bentak Mirai mengabaikan permintaan Li Yuan.


"Wanita busuk kau harus membayar atas apa yang telah kau lakukan pada putra mahkota!" Serang Wen Tian mengarahkan pedang ke arah Mirai. Mirai hendak menghindar tapi tangannya terhalang tangan Li Yuan. Hingga pedang itu hendak menusuk jantung Mirai.


"Apa!" Mirai terbelalak dan...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2