
Seluruh persiapan telah selesai 100 Persen siang itu, hingga ketika para rombongan kerajaan Ming pulang dari luar kota, seluruh anggota istana kerajaan Ming bergegas menyambut kedatangan sang kaisar.
Para jajaran prajurit menyambut sang kaisar di garis depan dengan pakaian perang (Baja) mereka, Garis depan yakni gerbang pembatas antar luar dan dalam.
"Beri hormat pada paduka raja!!" pekik sang jendral perang, tebak siapa itu...
"Hormat pada paduka raja! Semoga anda panjang umur!! panjang umur! Panjang umur!!" seru ratusan prajurit kerajaan Ming. Raja tersenyum seraya menyibat tirai yang ada di kereta kencana yang ia gunakan, ia pun melambaikan tangannya ke arah para prajurit kerajaan Ming.
Kemudian, Di halaman istana nan luas, para pelayan pun ikut dalam menyambut sang kaisar yang kala itu datang bersama rombongan lainnya, nampaknya raja benar benar menjamu tamu angung sesuai isi surat yang ia tulis.
Para pelayan juga para dayang berjajar rapi dengan pakaian yang senada. Mereka pun ikuy memberi hormat untuk menyambut kedatangan sang kaisar kembali ke istana Ming.
"Hormat pada paduka raja! Semoga paduka panjang umur! Panjang umur! Panjang umur!!" seru para pelayan juga para dayang serentak dan begitu kompak. Hingga raja melempar senyumannya ke arah para dayang tersebut.
Kereta pun terhenti di area halaman istana, para prajurit pun bergegas membuka kan kereta kencana tersebut untuk mempermudah langkah kaisar kala turun dari keretanya.
"Kalian sudah berusaha keras menyiapkan segala sesuatu, sesuai permintaan ku... Terimakasih atas usaha kalian untuk menyambut kedatangan kami dengan sangat sempurna ini" tegas sang raja memuji kinerja para pelayan istana. Para pelayan yang kala itu mendapatkan pujian dari sang kaisar sungguh merasa senang.
Raja pun di arak menuju singgah sananya yang sudah beberapa hari ini kosong "Para tamu, silahkan beristirahat di tempat yang telah di sediakan" Pinta penasihat kerajaan.
Sementara permaisyuri dan sang Kaisar mulai menapaki area istana inti untuk melepas lelah setelah menempuh perjalanan yang cukup menguras energinya.
"Hemmm... Putri mahkota dan putra mahkota pasti senang dengan kejutan yang akan aku berikan pada mereka" Ujar Kaisar melempar senyum pada istrinya.
Permaisyuri memangut dan menepuk juga mengelus pundak kaisar "Beruntung sekali yang mulia, karna kita bisa berkunjung ke istana Hong, hingga kita bisa mengetahui hal mengejutkan yang telah terjadi sebenarnya" Imbuh permaisyuri menenangkan suaminya.
"Benar permaisyuri. Hampir saja, aku salah paham..." balas kaisar menarik napas panjangnya, hingga udara mengisi penuh rongga paru parunya, lalu membuangnya perlahan... "Fyuuuhhh" ia sungguh merasa lega.
__ADS_1
"Mulai saat ini, negara kita akan menjadi sorotan kekaisaran lain... Sebab, di istana kita lah sang tabib genius itu tumbuh" Tegas permaisyuri. Nampaknya, permaisyuri dan kaisar sudah tahu hal yang sesungguhnya terjadi usai kepergian Mirai dkk secara misterius.
"Oleh karna itu, kita harus menyambut para tamu dengan sangat ramah. Lalu kabarkan pada putri mahkota dan putri Mio untuk bersiap menyambut para tamu, baritahukan pada meteka untuk mengenakan pakaian terbaik juga riasan wajah yang indah..." tegas Kaisar. Sesuai perintah kaisar, Beberapa dayang pun di kirimkan ke faviliun Mirai juga putri Mio untuk merias mereka secara sempura.
***
"T-tunggu-tunggu. Apa apaan ini?" Pekik Mirai di pisahkan dari putri Mio yang kala itu tengah berlatih meracik obat obatan.
"Raja memerintahkan putri mahkota dan putri Mio untuk bergegas menyambut para tamu di aula jamuan... Oleh karana itu, kami di tugaskan untuk merias anda semua" tegas kepala dayang yang bertanggung jawab dalam kerapihan dan kedisiplinan anggota kerajaan.
"Aku bisa melakukannya sendiri" ujar Mirai menolak. Tapi Para dayang yang tegas malah memaksanya kembali ke faviluliunnya dan Mirai pun tak punya pilihan lain, sebab itulah perintah raja.
Beberapa jam kemudian...
Mirai dan putri Mio telah siap, begitupun ibu suri juga pangeran Fu Rou "Waw..." Pangeran Fu terbelalak kala melihat tatanan rambut dan pakaian yang Mirai kenakan, juga riasan ringan di wajahnya.
"Kau terlihat makin cantik putri mahkota" goda pangeran Fu Rou membisik dari belakang. Mirai tak senang atas guyonannya itu dan malah menyikut ulu hati Pangeran Fu Rou dengan keras ZDUK!
"Rasakan!" Umpat Mirai. Riasan di kepalanya membuat pergerakan nya terganggu hingga ia sama sekali tak bisa menoleh ke belakang.
"Putri mahkota, seperti biasanya anda sungguh kasar" Gumam Pangeran Fu Rou menekan perut tengahnya...
"Jangan seenaknya mendekatiku. Atau ku patahkan tanganmu..." Tegas putri mahkota seraya melangkah menjauhi pangeran Fu Rou yang iseng pada Mirai.
"Putri mahkota. Berjalanlah lebih anggun sepertiku, jika tidak... Hiasan di kepalamu nanti bisa jatuh ke bawah... Dan bisa bisa nanti kamu malah di permalukan" Tutur Mio memperingatkan.
"Sial. Kenapa juga aku harus memakai tatanan rambut ini..." Umpat Mirai seraya menggeretakan giginya terlihat gemas.
__ADS_1
Sampailah mereka di aula jamuan yang berada tepat di tengah tengah danau. Suasana remang yang hendak menyambut malam menambah kesan keidahan.
Suara musik tradisional mengalun indah menambah ke istimewaan malam tersebut "Wah... aku baru tahu jika di istana ini ada tempat seindah ini..." bisik Mirai.
"Ini adalah aula penjamuan tamu istimewa..." tegas putri Mio.
Mirai memang belum lama menapaki istana tersebut, hingga banyak ruangan yang belum ia ketahui. Terutama aula jamuan para tamu yang terletak di tengah danau.
"Paduka, rombongan para putri kerajaan Ming telah tiba..." tegas sang kasim memperingatkan.
"Baiklah. Bersiaplah... Untuk menyambut kedatangan para putri dari kerajaan Ming" Seru kaisar pada para tamu undangannya.
Para tamu undangan sang kaisar sungguh antusias untuk menyambut kedatangan para putri kerajaan Ming. Hingga mereka berdiri tegak seraya merapihkan pakaian mereka agar tampak lebih tampan kala bertemu orang orang penting yang telah banyak berjasa itu.
"Hormat pada paduka raja" Ucao Mirai dan putri Mio serentak.
Ibu suri dan permaisyuri hanya membungkuk di hadapan kaisar lalu melangkah menuju kuris kosong di samping kanan dan kiri sang kaisar.
"Masuklah... Kita akan memulai jamuan nya" pinta sang kaisar. Mirai pun masuk beriringan dengan putri Mio.
Mirai yang curiga pada para tamu sang kaisar yang terasa tak asing pun mulai menyapu pandangannya ke arah kerumunan yang berdiri tegak sejajar itu.
Hingga atensi Mirai di buat ke heranan, ia membelalakan netranya seakan copot dari tempatnya.
"Apa yang mereka lakukan di sini?" gumam putri mahkota kembali membuang wajahnya lalu bersembunyi di balik kelima jemarinya.
Sedangkan sang raja yang hendak memulai jamuannya. Malah memperkanalkan putri Mio juga putri mahkota ke hadapan para tamu pentingnya.
__ADS_1
"Ohh tidak... Kenapa hal ini malah terjadi" umpat Mirai berusaha menyembunyikan jati dirinya yang terlanjur telah terbongkar.
Rupa rupanya istana Ming kedatangan para tamu dari kerajaan Hong, Kerajaan Qing, kerajaan Zhou, juga kerajaan Xi... Empat kerajaan tersebut adalah kerabat dekat kerajaan Ming. Jika raja mengundang seluruh kerajaan yang ada di dataran tersebut. Sudah pasti, kerajaan Ming tak akan mampu menampung para tamu undangan penting nya itu.