
***
"Ngiiing... Ngiiing...." Suara nyamuk yang bising seketika terdengar demikian setelah Xigua menggunakan sihirnya untuk berubah wujud menjadi serangga pengganggu tersebut.
Ngiiing...."Xigua. Seharunya kamu merubah wujud di dekat Faviliun pangeran Fu Rou..." Pinta Mirai melotot ke arah Xigua. Tapi apa boleh buat, semuanya sudah terlanjur.
"Kenapa Master. Toh sama saja berubah sekarang dan nanti, kita sama sama akan jadi nyamuk agar lebih mudah menyusup" Balas Xigua santui.
Mirai seketika mengerutkan dahinya "Bodoh! Jarak antara faviliunku dan faviliun pangeran Fu Rou sangatlah jauh. Kau pikir angin di luar tak akan menghempas tubuh mungil kita?" Tanya Mirai sedikit resah.
Xigua pun mulai berfikir "Benar juga" balasnya. Ia pun mulai mengembalikan wujud nya dan wujud Mirai ke semula.
TRING!
"Uwaaaw!" Mirai sesaat sedikit kehilangan ke seimbangannya.
"Hati hati master" Xigua berusaha menangkapnya.
"Xigua. Lain kali jika ingin merubah wujud, bilang bilang lah dulu... Biar aku tidak kaget melihat keadaanku..." Pinta Mirai sedikit panik.
"Baik Master maaf karna aku sudah terlalu ceroboh"
"Tak apa... Sekarang ayo. Kita berjalan dulu lalu ketika sampai beberapa meter dari kediaman pangeran Fu. Kita langsung berubah wujud" Pinta Mirai. Xigua yang saat itu berwujud manusia mulai mengangguk diam.
"Bagus. Ayo... Jangan membuang buang waktu" pinta Mirai.
Mirai lekas keluar bersama Xigua dari Faviliunnya menuju faviliun pangeran Fu Rou yang ada di sebelah timur istana inti. Jarak faviliun pangeran cukup jauh hingga harus di tempuh dengan waktu yang agak sedikit lama.
Faviliun Pangeran Fu Rou sengaja di jauhkan dari istana inti dengan alasan seorang pangeran. Dan ia tak mungkin naik tahta, sebab setelah kematian ayah pangeran Fu... Tahta mulai di turunkan pada kaisar Si Ming. Hingga hal tersebut membuat sang pangeran sedikit terasingkan bahkan tak di kanal kerajaan lain.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian... Sampailah Mirai beserta Xigua di area tersebut. Jaraknya kali ini cukup dekat, seperti dugaan Mirai. Penjagaan Faviliun pangeran Fu sangat ketat kala di kawal beberapa prajurit kerajaan inti.
"Pengawalannya ketat sekali Xigua. Bahkan nyamuk pun nampaknya sulit untuk masuk" Gumam Mirai tak yakin.
"Jika kita tidak boleh berubah wujud menjadi nyamuk karna nantinya para pengawal curiga. Kenapa kita tidak berubah menjadi kutu busuk saja?" tanya Xigua menyarankan hal demikian.
"Kutu busuk apa lagi. Kau ingin mati di injak... Dasar, yang lain saja. Selain kutu busuk" Pinta Mirai tak senang.
"Baiklah. Master aku akan menggunakan sihirku sekarang. Pejamkan mata anda" Tegas Xigua. Mirai pun mendengarkan sarannya... Kemudian ia pun mengangguk.
POOOP! Asap putih mulai menyeruat, Mirai dan Xigua keluar dalam wujud nyamuk seperti sebelumnya.
"Master. Aku lupa mantranya" Komen Xigua.
"Tak apa... Mungkin wujud ini lebih baik" Ujar Mirai lekas menggunakan sayap mungilnya untuk terbang.
"Oh ia... Kemana kita masuk? Semua jendela nya sangat rapi. Hingga tak ada celah sedikitpun" ujar Xigua. Xigua dan Mirai ada di antara para pengawal tersebut. Bahkan mereka sedikit terganggu oleh suara nyaring dari sayap nyamuk tersebut.
"Xigua. Lewat bawah... Bahaya jika kita naik ke atas. Bisa di tepuk sampai mati nanti" Ujar Mirai.
Xigua pun seketika menukik ke bawah sebelum terlambat. Kini Mirai dan Xigua mulai masuk lewat celah bawah pintu.
"Berhasil... Ayo kita telisik ada apa di dalam sana" Pinta Mirai.
"Siap master" Xigua dan Mirai terbang secara leluasa.
Tanpa sengaja, Xigua dan Mirai mendengarkan suara rintihan "Ssshh... Ah ah... Wen Tian, pelan pelan. Kenapa tanganmu sangat kasar" bentak pangeran Fu Rou memaki wanita itu. Mirai terdiam sesaat dan mengingat.
"Wen Tian?" tanyanya menoleh ke arah Xigua.
__ADS_1
"Siapa itu master? Apakah master mengenal wanita itu?" balik tanya Xigua.
"Dia adalah wanita kesayangan putra mahkota" balas Mirai tak senang menyebut nama menjijikan itu di sana.
"Kekasih putra mahkota?" Bisik Xigua mengerutkan dahinya.
Selama ini Xigua belum tahu jika Mirai adalah putri mahkota.
"Maafkan aku tuan. Aku akan lebih berhati hati lagi" Balas Wen Tian.
"Sial. Kenapa wanita itu sangat tangguh?" Gumam Pangeran Fu Rou. Mirai sedikit curiga dan mereka pun meraksak masuk ke area kamar pangeran Fu Rou tanpa sepengetahuan nya.
"Siapa maksud anda?" tanya Wen Tian.
"Maksudku... Putri mahkota. Kenapa dia tidak mati saja saat aku mendorongnya ke sungai... Kini dia jadi sangat menyusahkanku..." umpat pangeran Fu Rou kesal.
"Wanita itu memang sangat misterius akhir akhir ini. Setelah kebangkitannya dari kematian di masa lampau, ia berubah menjadi wanita yang luar biasa... Malah ke hebatannya kini telah di akui oleh kekaisaran lainnya... Lagi pula... Dari mana dia mendapatkan ilmu pengobatan legendaris itu?" tanya Wen Tian tak senang.
"Kau benar. Kita tidak boleh terkecoh oleh parasnya yang lugu. Karna, putri mahkota yang dulu hampir hilang dari pantauan kita. Entah kenapa... Aku merasa jika putri mahkota yang ada saat ini, adalah putri mahkota yang palsu" umpat pangeran Fu Rou.
Mirai simak dengan jelas ke adaan kamar di faviliun pangeran Fu Rou. Cahaya remang dan ia terduduk tegak dengan dada yang telanjang. Sedangkan Wen Tian sibuk menutup luka pangeran Fu Rou dengan kain berwarna putih yang ada. Seraya meringis kesakitan, pangeran Fu Rou terus saja meminta Wen Tian untuk menghentikan pendarahan di bahu kanan dan tangan sebelah kanan nya memang sedikit robek.
"Itu dia Xigua. Aku menemukannya....ternyata dugaanku benar. Dialah dalang dari segala huru hara di istana Ming" tegas Mirai menunjuk pangeran Fu Rou.
"Anda sudah menemukannya master?"
"Ya. Besok aku akan menguji kejujuran pria itu. Jika dia tetap berbohong... Maka, kita akan mendesaknya dengan pertanyaan yang tak akan pernah bisa ia elak" Mirai mulau mantap.
Ternyata selama ini Wen Tian dan pangeran Fu Rou bersekongkol untuk menjatuhkan kaisar dan membunuh anggota kerajaan satu persatu. Setelah para kandidat tewas... Pangeran Fu Rou akan lebih leluasa meminta jajaran mentri untuk mengangkatnya menjadi kaisar di masa depan.
__ADS_1
"Rupanya itu motif pembunuhan tabib istana. Ia ingin menjatuhkan ibu suri... Hingga posisi Kaisar mutlak, ia juga memerintahkan Wen Tian menggoda putra mahkota agar perlahan lahan membunuhnya. Tapi Wen Tian malah jatuh cinta padanya. Lalu... Meski pun pangeran Fu Rou menyukai putri Hyr In. Tetapi, kini dia memilih melenyapkannya saja... Wah wah, kalian pikir hanya dengan kemampuan kalian berdua. Kalian bisa menang melawan kaisar dan segala ke kuasaannya. Ck Ck Ck... Sayang sekali. Rencana kalian terbongkar dan mulai kandas sampai di sini. Xigua... Kita sudah tahu semuanya. Besok... Kita akan tengok pangeran Fu Rou secara terang terangan dan membuatnya mengakui segala kesalahannya..." Tegas Mirai.
Cara apa kira kira yang akan Mirai tempuh untuk mendapatkan ke adilan. Sementara kedua orang tersebut sangatlah licik dalam segala hal...