Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Penyesalan putra mahkota


__ADS_3

***


Dua hari kemudian, istana di buat sibuk oleh secarik surat dari sang burung merpati.


Secarik surat yang di tulis oleh kaisar Ming tersebut berisikan sebuah peringatan kepada pihak kerajaan Ming agar bergegas mempersiapkan sebuah acara penyambutan.


"Buatlah sebuah pesta jamuan yang mewah, karna bebarapa tamu penting akan datang ke istana Ming siang ini" Setelah kabar tersebut beredar, dapur istana pun sungguh berkutat bukan kepalang.


Para pelayan sibuk mempersiapkan ruangan yang bersih lalu merias halaman luar istana dengan beberapa lampion seakan tengah merayakan tahu baru imlek.


Mirai melangkah masuk ke area sibuk itu "Ada apa ini?" tanya nya dalam hati.


"Waahh... Apakah kita akan merayakan hari istimewa? Ataukah ada sebuah pernikahan? Atau kah ada sebuah penyambutan agung? Waahhh... Ini sangat meriah" pekik Mio senag. Ia melompat kesana dan kemari hingga membuat para pelayan ke susahan karna tingkahnya yang jenaka itu.


"Putri Mio, jangan menggangu mereka... Sebaiknya kita ke perpustakaan sekarang. Bukankah kamu ingin belajar ilmu medis sepertiku?" tanya Mirai menarik tubuh putri Mio yang kala itu masih bersenang senang.


"Tunggu putri aku ingin memetik beberapa bunga dulu... Lalu kita berangkat" Tegas putri Mio. Ia lekas melangkah menuju bunga yang ia inginkan lalu memetik bebarapa. Mirai perhatikan dari kejauhan "Dasar ke kanak kanakan" umpatnya.


Ketika ia lengah, seseorang malah menyematkan sepucuk bunga mawar merah di sela sela daun telinga Mirai "Kamu jadi makin cantik setelah memakai bunga ini..." Bisiknya. Mirai terbelalak dan segera berbalik badan.


"Ahh..." pekik Mirai kaget.

__ADS_1


Di lihatnya dengan jelas, putra mahkota sedang berusaha menggoda istrinya "Maaf jika membuatmu kaget" ucap putra mahkota seraya melempar secuil senyuman ke arah istrinya.


"...Sedang apa kau disini?" Putri mahkota lekas membuang wajahnya dari tatapan seorang putra mahkota.


"Tentu saja aku sedang memperhatikan para pekerja" Balasnya singkat.


"Heh... Lalu jika kau sedang bekerja, untuk apa kau memperhatikanku. Lagi pula... Sejak dulu aku tidak menyukai bunga!" Mirai menarik bunga di daun telinga nya lalu melemparkannya ke tanah.


Putra mahkota mendelik tajam ke arah putri mahkota, lantas ia lekas bertanya "Jika kau tidak menyukai bunga... Hal apa yang kau sukai? Agar aku bisa membuatmu bahagia" Tanya putra mahkota berharap.


Mirai menyungingkan bibirnya "Hal yang paling aku sukai di dunia ini adalah... Tidak pernah bertemu dengan mu" Balas Mirai.


Seketika putra mahkota tersedak oleh salivanya sendiri "Uhuk! Uhuk!" Ia terbatuk batuk.


"Apa lagi, yang haru aku lakukan untuk membujuk putri mahkota agar mau menolehku kembali" Bisik putra mahkota menekan dadanya sendiri.


Ia masih mengingat dengan jelas tatapan putri mahkota, sebelum ia meninggal dunia dan kembali hidup dengan gaya bicara yang berbeda...


"Aku sungguh merindukan masa masa di mana putri mahkota begitu menginginkan ku..." bisik Putra mahkota yang tenggelam dalam ingatannya.


Flasback...

__ADS_1


"Putra mahkota... Hari ini adalah malam pertama kita... Aah maksudku kamu boleh melakukan apa saja padaku" ucap putri Hyr In mendatangi ruang kerja putra mahkota seakan menawarkan diri.


"Heh. Apa kau bilang? Murahan sekali... Aku sama sekali belum bilang jika aku menyetujui perjodohan ini" Ketus putra mahkota menatap tajam ke arah putri hyr in.


"Tapi putra mahkota. Aku sungguh menyukaimu?" Putri Hyr In tersenyum jenaka meski ia tengah di tolak mentah mentah oleh putra mahkota.


"Heh. Pergilah, jangan kembali lagi ke ruang kerjaku seenaknya... Dasar wanita ja-lang!" tegas putra mahkota mengusir putri Hyr In dengan kasar.


Setelah putri Hyr In pergi dari ruangan kerjanya. Justru Wen tian malah keluar dari balik ruang ganti yang ada di belakang tempat duduk Putra mahkota dengan pakaian yang sungguh mencolok.


"Yang mulia..." Bisik Wen Tian mulai mendekap putra mahkota dari belakang.


"Kau sudah siap?" tanya putra mahkota.


"Tentu saja... Malam ini, aku adalah milikmu" Balas Wen Tian.


Hingga malam pertama putra mahkota di habiskan bersama wanita yang selalu menemani malamnya di masa lalu... Kenangang tersebut membuat Putra mahkota jijik pada dirinya sendiri.


Sejahat apapun ia melukai hati putri Hyr In. Tetapi karna kebaikan hati putri Hyr In, ia tetap saja memaafkan putra mahkota meski ia sering sekali membuat putri Hyr In menangis.


Kini senyuman hangat yang selalu putri mahkota lemparkan ke arahnya berubah dingin bahkan sedingin es setelah ia bangkit dari kematiannya... Dan kini putra mahkota selalu dibuat rindu oleh senyuman tersebut. Apa boleh buat, masa lalu tak bisa ia ulang kembali...

__ADS_1


Kini yang ada di hadapannya bukanlah putri Hyr In, hingga ia hanya bisa menyesali segalanya...


"Putri Mahkota... Kenapa, aku begitu merindukan senyuman lembutmu yang selalu tulus kala menyapa ku..." bisiknya dalam hati.


__ADS_2