Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Misi di batalkan


__ADS_3

Xue Jing terus saja menghasut para penduduk yang tengah bersantap itu untuk memojokan Mirai.


"Hei. Jaga bicaramu! Masterku tak mungkin melakukan itu!" Bentak Xigua.


Xue Jing malah kian memanas hingga ia menunjuk kaduanya sebagai orang luar pembuat onar. Saat Mirai terpojok, Moo Shan Shan tiba tiba muncul di antara kerumunan.


WHUSSSSHHH...


Seluruh pasang mata mulai tertuju pada Moo Shan Shan lalu lekas menunduk, posisi Moo Shan Shan dan Yue Zayn adalah hampir setara di kota itu.


"Apa yang kalian perdebatkan?" Tanya Moo Shan Shan menatap orang orang yang tadinya menekan Mirai.


Xue Jing tak puas dan menunjuk Mirai sebagai pembuat onar "Wanita itu telah berani beraninya meminta penguasa kota untuk menjadikannya kandidat berikutnya! Kami tidak menerima keputusan itu! Hingga kami memintanya untuk mundur!" Amuk Yue Jing menunjuk Mirai pas di hadapan Moo Shan Shan.


Mo Shan Shan pun murka, lalu menepis tangan Xue Jing kasar BATS!! Xue Jing mengerang kesakitan setalah tangan tersebut di hempas oleh Moo Shan Shan "Jaga sopan santunmu! Meski kau anak tuan sodagar kaya yang berpengaruh di kota ini. Tapi sikapmu sudah sangat keterlaluan!" Marah Moo Shan Shan. Sedangkan Mirai hanya diam dan bungkam seribu bahasa ia enggan berkomentar dan cenderung menahan amarahnya.


"Tetua! Kenapa anda berani membentak saya! Yang harusnya anda pertanyakan adalah wanita asing itu! Kenapa dia baru saja tiba ke kota ini sudah di perikan peran sebagai kandidat kota layaras!!" amuk Xue Jing menghasut seluruh orang orang yang ada di tempat itu.


"Ini bukan keputusan yang mudah. Jika kau ingin protes! Proteslah pada pemguasa kota! Pergi lalu temui dia... Lagi pula, wanita yang ada di belakangku ini... Bukanlah wanita sembarangan! Dia memiliki ilmu pelatihan yang cukup tinggi. Oleh karna itu, penguasa kota mengklaim jika dialah kandidat berikutnya" Tegas Moo Shan Shan memihak Mirai agar tak tertekan.


"Heh. Tetap saja! Aku tidak terima! Jika dia memang sangat kuat! Ayo... Bertanding denganku di luar!" Pinta Xue Jing.


"Aku tidak mau bertarung untuk hal hal konyol seperti ini" Komen Mirai membuang wajahnya.


"Jangan ke kanak kanakan Nona Xue Jing. Kau bukanlah tandingannya... Jika kau terluka sedikit saja. Maka, tuan Xue Bao akan marah besar" tegas Moo Shan Shan.

__ADS_1


"Heh. Jangan beralasan, lagi pula... Setinggi apa kemampuan wanita asing itu...! Aku ingin mencoba bertarung dengannya" Xue Jing sungguh berambisi.


Karna kesal akan perlakuan Xue Jing pada Majikannya. Xigua pun merubah tubuhnya menjadi sosok aslinya.


Gaauuuugggggg! Ia meraung dan mengarahkan mulut nya yang kala itu terbuka lebar dengan gigi gigi tajamnya yang terlihat bergerigi seperti gergaji. Xue Jing kaget dan mundur, Mirai lekas menghampiri Xigua dan mulai mengelus pucuk kepalanya.


"Tenangkan dirimu. Jangan ladeni, mahluk arogan seperti itu" Ujar Mirai mengelus pucuk kepala Xigua dengan lembut.


"Dia telah membuatku marah. Omongannya sungguh menyebalkan!" Tegas Xigua masih menggeram dan menyorot tatapan memburu ke arah Xue Jing.


"...A-apa yang sedang wanita itu bicarakan pada bast spiritnya?" tanya Xue Jing pada Mirai, tubuh Xue Jing sungguh bergetar bah mengigil ke dinginan.


"Master. Biarkan aku membungkam mulut besar wanita itu!" Marah Xigua.


Percakapan Mirai dan Xigua hanya bisa di dengar oleh Moo Shan Shan, selebihnya... Tak ada yang dapat memahami percakapan itu selain mereka berdua...


"Kalian pergilah. Jangan buat ke gaduhan di kota layaras, apa lagi mengganggu ketertiban umum... Kalian yang terlibat akan insiden keributan ini. Maka akan terkena sangksi" Tegas Moo Shan Shan. Mereka yang sadar akan tatakrama dan pelaturan kota tersebut lekas enyah dari hadapan Moo Shan Shan.


Moo Shan Shan langsung membalik badannya ke arah Mirai, kemudian berkata "Aku tak menyangka jika ke adaannya akan menjadi seperti ini... Oleh karna itu, aku akan membatalkan misi ke tiga dan ke empat" jelas Moo Shan Shan. Mirai pun menyunginkan bibirnya lalu menatap Moo Shan Shan. Sedangkan Xue Jing masih berdiri tegak di tempat itu bersama para bodyguardnya.


"Jadi. Apakah kau akan menerima kekalahanmu, lalu... Membantuku untuk menyelamatkan Kaisar Qing dari amukan Shu Feng?" tanya Mirai memperjelas pernyataan kekalahan Moo Shan Shan.


"Kau sungguh selalu membuatku tak bisa melakukan apapun!" Moo Shan Shan sungguh mengalah pada Mirai, hingga ia menepuk jidaknya sendiri...


Akhirnya, Moo Shan Shan mulai melingkarkan tangannya di punggung Mirai lalu... WHUSSSHHH! Mereka pun kembali bertranspormasi ke tempat di mana mereka menghilang sebelumnya.

__ADS_1


Syuuutt!! Mirai kembali ke aula suci milik Moo Shan Shan, sedangkan Xigua, masuk secara otomatis kembali pada kantung penyimpanan milik Mirai.


"Kita sudah sampai?" tanya Mirai menelisik sekeliling.


Di sana ia menatap Ou Tian Feyn yang duduk berisla menegakan punggungnya dengan mata terpejam. Mirai menyungingkan bibirnya kala menatap pria itu "Apakah kita akan berangkat sekarang?" tanya Moo Shan Shan.


"Baiklah... Ayo..." Mirai mulai berdiri dari posisi kedatangannya ke aula itu tadi.


Mirai tak lupa membangunkan Ou Tian Feyn "Panglima..." Bisik Mirai seraya menepuk nempuk punggung Ou Tian Feyn. Seketika netra Ou Tian Feyn pun terbuka...


"Ah... Putri mahkota, anda sudah kembali?" tanya Ou Tian Feyn. Mirai pun mengangguk...


"Ya. Aku sudah berhasil membujuk tetua Moo Shan Shan agar mau membantu kita menyelesaikan tugas di istana Qing" Jelas Mirai. Ou Tian Feyn sungguh senang.


"Syukurlah. Maaf jika saya tidak bisa ikut membantu tugas anda di tempat yang tak bisa saya jangkau" Ujar Ou Tian Fyen.


"Jangan khawatir... Kamu sudah banyak membantuku. Aku sungguh berterimakasih padamu. Sekarang, bangunlah... Kita akan lekas turun gunung" tegas Mirai.


Ou Tian Feyn pun mengangguk lalu bangun dari tempatnya duduk bersila... Mirai pun kini mulai berjalan menuju ke luar Aula milik Moo Shan Shan.


Langkah Ou Tian Feyn dan Mirai mulai tertuju ke tempat di mana putri Mio dan tuan muda terdiam.


Sedangkan Moo Shan Shan ia mengajak Tetua Zhau Zhau dan tetua Chen untuk turun gunung menuju ke istana Qing. Setelah perundingan yang cukup panjang, akhirnya tetua Zhen Zhen pun mengijinkan kedua tetua itu pergi dari Sekte Gunung Xingliun untuk menempuh perjalanan menuju Istana Qing di arah barat laut gunung Xingliun tersebut...


Mirai, Ou Tian Feyn, dan Mio juga tuan muda sudah ber siap siap untuk kembali menempuh perjalanan turun gunung. tuan muda pun tak lupa untuk mempersiapkan para prajuritnya untuk mengawal kepulangan mereka...

__ADS_1


__ADS_2