Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Merawat tanpa pandang buluh


__ADS_3

***


Para pengawal membawa putra mahkota sampai di faviliunnya...


Ia di rebahkan di ranjangnya dan para pengawalpun sigap menyelimuti pria itu "Putri mahkota. Kami sudah menyelesaikan tugas kami" Ujar salah seorang pengawal.


"Kau boleh pergi" pinta Mirai. para pengawal pun lekas keluar.


Tinggallah Mirai di ruangan segi panjang itu. Ia duduk di samping tubuh putra mahkota yang kala itu tergolek lemah tak berdaya.


"Apa yang terjadi padanya? Jelas jelas tadi dia hendak melalukan tindakan tak senono padaku, lalu aku lupa alur berikutnya. Apakah aku telah melukai pria ini tanpa sadar? Aah mana mungkin..." Gumam Mirai. Hatinya berkercamuk menanyakan siapa sebenarnya dalang di balik semua penyerangan putra mahkota.


"Ah sudahlah... Sebaiknya dia ku periksa saja" Bisiknya Mirai hendak berkutat, lalu Xigua membisik di dalam kantung penyimpanannya malam itu.


"Master! Bisakah aku keluar? Di dalam sungguh panas" Pinta Xigua.


"...Keluarlah..." Balas Mirai. Xigua lekas keluar dari kantung penyimpanan Mirai.


Whussssshhh!


"Hati hati. Jangan sampai ada orang yang melihatmu berkeliaran di sekitarku. Nanti bisa bisa kamu membuat kegemparan di istana ini..." Pinta Mirai.


Jreengg! Xigua keluar dari kantung penyimpanan Mirai dengan sosok asli yang ia miliki. Yakni harimau putih yang gemuk dengan garis garis warna biru menyala "Master... Bisakah aku meminta pil pemurnian, atau pil apa saja?" harap Xigua. Ia ingin merubah sosok nya saat ini... Menjadi wujud manusia. Tapi kekuatannya tidak cukup karna energi pemulihan tubuhnya ada dalam mode darurat.


"Bukannya pil yang aku miliki bersisa sedikit di kantung penyimpananku" balas Mirai.


Xigua menyungingkan bibirnya seraya tersenyum malu "Heheh... Aku sudah menghabiskan semuanya" tawanya seraya menunduk.


"Ya ampun. Kenapa kau menghabiskan pil pil itu... Dasar rakus" Umpat Mirai sedikit kesal.


"Hahaha... Maaf master jangan marah. Master bilangkan Master akan membuatkannya lagi untukku..."


"...Untuk saat ini, aku belum bisa melakukannya. Ada hal lain yang harus aku lakukan..." Mirai lekas mengabaikan Xigua dan mulai fokus pada pria di hadapannya.


Xigua sedikit tertarik pada pria di depan Mirai itu, ia pun mengerutkan dahinya "Master. Siapa pria tampan nan rupawan itu?" tanya Xigua menghampiri sosok yang tergolek lemah di ranjang empuk mewah putra mahkota.


"Dia adalah putra mahkota..." balas Mirai sedikit kecut.


"Master. Apakah pakaian pria itu basah?" tanya Xigua.


"Ya. Nampaknya demikian..." jawab Mirai singkat.

__ADS_1


"Ku pikir. Dia akan masuk angin jika Master membiarkan pakaian pria itu basah" Komen Xigua.


"Biarkan saja. Nanti juga pakaiannya kering..." acuh Mirai.


"Jika dia sakit. Pasti anda akan kerepotan Master, aku pikir... Pria itu adalah tife orang yang suka manja pada lawan jenisnya. Lebih baik, sebelum hal itu terjadi... Anda musti menggantikan pakaiannya" Ujar Xigua. Meski yang di katakan Xigua memang tepat, tapi Mirai masih enggan menyentuh pria yang menurutnya menjijikan itu.


"Master... Aku akan membantumu" Imbuh Xigua.


"Baiklah... Dari pada nantinya aku kerepotan. Lebih baik kamu membantuku... Ayo berubah" pinta Mirai.


Xigua yang berusaha berubah tanpa Pil pemberian Mirai pun berusaha keras "Baik. Akan ku coba..." Ia mempofuskan seluruh energi yang ia miliki, lalu menyalurkan di seluruh tubuhnya... Hingga Pooop!! Sebuah asap putih mengepul. Kemudian, keluarlah Xigua dalam wujud perempuan dewasa yang cantik seperti biasanya.


"Master. Uhuk uhuk..." Ia terbatuk karna tersedak asap perubahan wujudnya.


"Kau berantakan sekali..." Gumam Mirai mengomen penampilan Xigua yang sedikir semberawut.


"Karena energiku tidak stabil... aku hanya bisa membantu anda sedikit master. Sebab perubahan wujudku kali ini akan terasa sangat singkat" balasnya.


"Baiklah. Kita lakukan dengan cepat..."


"Baik master"


"Baik..." Xigua menggunakan sihirnya untuk menyiapkan apa yang Mirai minta POOOP!! Semua yang Mirai butuhkan telah siap di telapak tangan wanita harimau itu.


"Ini dia master" Xigua menaruhnya di sisi ranjang.


"Kenapa cepat sekali. Apakah air yang kau bawa dingin?' Komen Mirai.


"Airnya hangat dan itu kemungkinan sangat pas..."


"Baiklah. Aku akan membersihkan tubuh pria ini... Kamu siapkan lah pakaian bersih untuknya" Pinta Mirai lagi.


Xigua sungguh enggan beranjak dari tempatnya hingga ia lagi lagi menggunakan sihirnya untuk membawakan barang yang Mirai inginkan POOP! Seketika pakaian ganti untuk laki laki ada di tangan kanan Xigua.


"Ini dia master..." Ia kembali menaruhnya di sisi ranjang.


"Kau hebat sekali. Apapun yang aku minta, kamu tak lama mengambilkannya dan semuanya sangat benar tanpa anda kesalahan sedikitpun" Tegas Mirai memuji tindakan sigap sang harimau cantik itu.


"Aah... anda sungguh berlebihan master. Aah ia, maafkan aku master... Energiku sudah habis. Dan aku akan berubah kembali ke bentuk semula" Xigua panik.


"Untuk saat ini, kembalilah ke bentuk asalmu. Aku akan membuatkan pil yang banyak untukmu nanti, setelah aku selesaikan semua tugasku ini" ujar Mirai. Xigua mengangguk dan seketika kembali ke wujud aslinya.

__ADS_1


Ia duduk di samping Mirai seraya memperhatikan tangan sang master yang begitu cekatan.


Sungguh tangan yang cepat. Bisik Xigua dalam hatinya.


Mirai selesai membersihkan tubuh putra mahkota, lalu membuka pakaiannya dengan sangat hati hati. Tampak di sana dada kekar di penuh otot dan roti sobek yang menggoda.


"Pria yang indah" Gumam Xigua menatap otot tubuh putra mahkota yang kokoh.


"Tarik kembali kata katamu. Dia bukanlah pria yang baik, jangan sampai kau jatuh cinta pada pria ini. Nanti kau bisa kehilangan nyawamu" Komen Mirai.


"Kehilangan nyawaku? Apakah pria itu seberacun itu?" tanya Xigua.


"Sebaiknya berhati hatilah pada pria ini..." Cerocos Mirai seraya sibuk berkutat mengganti pakaian sang putra mahkota yang basah itu, kini pakaian putra mahkota sudah di ganti sepenuhnya dengan pakaian yang kering.


"Aku bisa melihat semuanya" Xigua sungguh genit.


"Dasar genit..." Delik Mirai tajam.


"Upss. Maaf..." Xigua menunduk seraya menyematkan bibirnya. Mirai mulai menyelimuti pria itu dan memeriksa organ vitalnya. Ia menekan urat nadi di tangannya dan merasakan detak jantungnya "Detak jantungnya normal... Matanya juga merespon cahaya dengan baik. Apa yang salah dengan pria ini hingga ia bilang bahwa ia akan mati?" bisiknya memutar otak.


"Putri mahkota! Kamu di dalam?" putri Mio tiba tiba menyahut lalu masuk.


"Ahhh!" Pekik putri Mio kaget kala melihat Xigua berkeliaran di faviliun kakaknya.


"Masuklah putri Mio. Jangan kaget begitu... Bukannya kamu sudah bertemu Xigua sebelumnya?" komen Mirai.


"...T-tapi. Tapi kenapa aku merasa jika mahluk itu menjadi kian besar saja... Aku takut" Putri Mio lekas menutup pintu faviliun kakaknya lalu menguncinya.


"Dia sangat jinak... Kemarilah, perkenalkan dirimu padanya' Ujar putri mahkota.


"Ahh... Benarkah?"


Mio menghampiri Xigua dan menyapanya "Hai Xigua. Senang bertemu denganmu. Hehehe... Bagai mana kabarmu?" Tanya Mio ragu ragu.


Xigua membalasnya "Graauuuungg!!" Yang terdengar di telinga putri Mio adalah erangan keras. Namun saat sampai di pendengaran Mirai itu adalah balasan "Aku baik. Bagai mana kabarmu?" maksud Xigua.


"Huaa... Putri mahkota aku takut..." Tangis Mio memeluk punggung Mirai.


"Hentikan. Jika kau mengalungkan tangan mu di leherku begini. Aku bisa mati!!" Komen Mirai pada tingkah putri Mio yang selalu saja membuatnya repot.


Karna tak ingin membuat gempar seisi faviliun oleh teriakan Putri Mio yang manja itu. Akhirnya Xigua putuskan untuk kembali ke kantung penyimpanan milik Mirai. Putri Mio pun berhenti histris, sedangkan Mirai kembali berkutat merawat suaminya yang terlihat tak berdaya itu...

__ADS_1


__ADS_2