
***
Sejak penangkapan pangeran Fu Rou. Istana kembali damai... putri Mio sudah sedikir cerdas. Ia mampu membuat pil yang bentuknya bulat sempurna bahkan harum dan tak gosong.
"Wah hebat... Ini adalah pencapaianku selama satu bulan belajar darimu putri" Mio sungguh senang.
"Kau hebat... Kelak kau lah yang akan jadi tabib terbaik di istana ini" Mirai merespon baik atas pencapaian yang Mio dapatkan.
"Terimakasih putri mahkota berkat materi pelajaran darimu... Aku jadi bisa seperti ini. Aku sungguh sangat sanang" Mio lagi lagi memeluk putri mahkota erat.
'Putri mahkota... Mulai sekarang. Jika kamu sakit... Akulah yang akan mengobatimu" tegas putri Mio. Mirai hanya bisa mengangguk saja...
"Aku pasti akan meminta mu memeriksa ku jika aku sedang tidak enak badan"
Mirai dan putri Mio sangat dekat bahkan hubungan mereka terlihat seperti adik dan kakak sungguhan. Tak lama saat mereka bercanda gurau bersama... Para dayang menyeru "Putri Mio. Anda kedatangan tamu" Ujarnya.
Mirai mengerutkan jidaknya "Siapa?" tanyanya.
"Rahasia..." Balas Mio cengengesan seraya membenahi peralatannya dan lekas berlari menuju seruan para dayang.
Mirai sedikit heran "Siapa tamu yang datang menemui putri Mio. Apakah tamunya sepenting itu hingga putru Mio mengabaikan pelajarannya?" tanya Mirai bingung. Tapi ia pun tak ambil pusing atas masalah tersebut. Hingga ia pun keluar dari faviliunnya dan menata langkah menuju pos keaamanan pamglima Ou Tian Feyn. Ada beberapa obat obatan yang ingin ia berikan untuk pria itu.
Mirai menata langkahnya menuju tempat tersebut. Namun tanpa ia duga duga... Ternyata seseorang yang Mio temui adalah pangeran dari kerajaan Hong. Hingga Mirai pun terbelalak bukan kepalang.
"Pangeran Wuxi? Ah tidak... Aku tak salah melihatkan? Itu benar pangeran Wuxi?" Bathin Mirai menggumam.
__ADS_1
Nampaknya, Putri Mio sudah memutuskan pria yang kelak akan menjadi calon suaminya... Ia lebih memilih pangeran Wuxi ketimbang tuan muda Zi Hua.
"Heh. Dasar bocah... Begitu rupanya. Ternyata sejak pandangan pertama, mereka diam diam telah jatuh cinta. Bicara hal yang bukan bukan nyatanya ada udang di balik somai..." Mirai terbahak kala membayangkan pertemuan pertama mereka.
Mirai pun mengabaikan dua sejoli yang di mabuk asamara itu. Ia kembali melangkah menuju pos kediaman Panglima Ou Tian Feyn. Namun belum ganpa langkahnya masuk area tersebut, ia mulai pusing tujuh keliling hingga ia mencari sesuatu untuk menahan tubuhnya agar tak jatuh.
Grap! Ia tak melihat apapun, asalkan ia tak jatuh itu sudah membuatnya cukup "Putri apakah anda baik baik saja?" suara gema agak sedikit serak. Mirai tahu jika dia adalah panglima Ou Tian Feyn. Mirai yang kala itu tak tahan dengan rasa pusing di kepalanya pun mulai mendonggakan wajahnya ke arah panglima. Seraya kepalanya terus di tekan oleh jemari tangan kanannya.
"Pusing..." Ringisnya. Seketika panglima terbelalak "Putri mahkota... Ada apa dengan jidat anda? Kenapa bersinar terang?" tanya panglima keheranan.
Mirai tak bisa merasakan jika jidatnya bersinar. Hingga ia pun putuskan untuk menarih telapak tangan kanannya di hadapan wajahnya. Kemudian cahaya itu pun timbul... Mirai ingat dengan tulisan itu dan ia seketika membelalak "Oh tidak... Aku tak pernah menyangka jika hari ini akan tiba lebih cepat" Ia sungguh panik.
"Putri mahkota... Ada apa?" tanya panglima Cemas.
"Apa maksud anda putri mahkota?'
"Tolong sembunyikan aku..." Pintanya.
Setelah bicara demikian, suara terompet pun mulai berkumandang di langit. Seketika sebuah portal hitam terbentuk di langit kerajaan Ming. Seluruh prajurit di buat panik oleh pemandangan mencekam itu.
"Apa itu! Lindungi kaisar! Lindungi kaisar!" Pekik para prajurit tamkan ketakutan.
Tak lama setelah lubang hitam terbentuk sempurna, sebuah perahu mewah yang terbuat dari kayu kokoh pun muncul... Dan beberapa best spirit bersayap turun ke daratan istana Ming.
"Mahluk apa itu?" Para prajurit mulai memanah mahluk itu. Namun hasilnya Nihil mahluk mahluk tersebut seakan tak bisa di lukai.
__ADS_1
Kemudian, penguasa kota yang kala itu datang menjemput Mirai pun turun bersama bast spirit legenda nya yang berbentuk naga putih raksasa.
"Menyingkirlah" Pinta penguasa kota berdiri di atas kepala naga raksaasa tersebut. Pengusas kota layaras berdiri tegap di hadapan Ou Tian Feyn.
"Siapa kau. Apa yang kau inginkan?" tanya Pangelima.
"Menyingkir atau aku akan membunuhmu!" pintanya.
Mirai terbelalak dan ia tak mau menyakiti panglimanya. Hingga ia pun mulai keluar dari balik punggung sang panglima dan menghadapi sang penguasa kota.
"Jangan lukai siapapun di istana ini. Bukannya aku yang kau inginkan"
"Akhirnya kau keluar juga..." Panguasa kota terbahak kala menanggapi kesigapan Mirai setelah nyalinya ciut oleh kedatangan penguasa kota...
.
.
.
.
Maaf autor lupa nama penguasa kota itu... Siapa ya namanya lupa lagi... Maaf autor kurang propesioanal...
Dan tinggal beberapa episode... Autor akan membuat happy ending.... Terimakasih atas saran dukungan dan jempol para reders... Semua itu sungguh belarti untuk pembangunan mental autor receh... Karna Ini adalah novel pertama autor tentang timetravel.
__ADS_1