Putri Mahkota terkuat sejagad

Putri Mahkota terkuat sejagad
Percepat pergerakan


__ADS_3

"Krauk! Krauk!! Gluk!!" Netra Mio memutar ke atas kepalanya. Ia melihat monster besar tengah melahap tubuh berlumur darah begitu renyah dan sangat menikmatinya.


"Kakak... Mahluk apa itu?" tanya Mio menggeretakan giginya hingga terdengar gemetaran.


"Bukankah itu adalah kodok raksasa?"


"Dia adalah penguasa rawa rawa. Dia memiliki lidah yang panjang dan lengket, tubuhnya tiga kali lebih besar dariku" tegas Xigua.


"Cih. Hanya itu kemapuannya?" Tanya Mirai mengeluarkan pedangnya.


"Kedatangan kita ke hutan ini untuk mencari tanaman herbal. Mumpung dia sedang tak melihat kita, sebaiknya kita pergi saja dari tempat ini!" Tegas Xigua. Akhirnya, Mirai urungkan niatnya untuk menghabisi mahluk jelek itu dan kembali meneruskan langkahnya untuk mencari tanaman herbal berkualitas tinggi.


"Master. Tunggu, kita mengabaikan sesuatu..." Nampaknya mata Xigua sangat jeli. Ia melupakan tanaman herbal yang cukup langka "Apa yang kau lupakan?" Tanya Mirai mencari sekeliling.


"Itu dia. Tanaman Lianhua... Teratai hitam" Ujar Xigua.


"Kau yakin itu adalah tanaman herbal tingkat tinggi?"


"Ambil saja beberapa, siapa tahu akan di pilih oleh para panitia kompetisi"


"Baiklah' Mirai turun sementara Mio tetap duduk di atas punggung sang harimau loreng biru itu.

__ADS_1


"Hati hati. Jangan sampai mengalihkan pandangan kodok jelek itu" Tegas xigua berusaha memperingatkan.


"Baiklah!" Mirai turun dan menusuk beberapa tratai langka itu dengan pedangnya.


"Baiklah. Ayo kita pergi" Mirai melangkah ke arah Xigua. Tapi lagi lagi, pandangannya teralihkan oleh sesuatu. Ia menyungingkan bibirnya...


Karna ternyata di sana sangat banyak tanaman herbal yang cukup berkualitas dan memiliki nilai tinggi "Aku akan segera ke sana" Ujar Mirai. Sementara Xigua dan Mio menyembunyikan dirinya di semak belukar.


"Ini dia, aku menemukan banyak di sini" Umpatnya seraya memetiki beberapa tanaman obat obatan.


"Hisbiscus sabdariffa L, Palleria morcocarpa, spachytarpeta muttabilis, patah tulang dan juga Ortosipon spicatus BBS... Meski dua di antaranya bukanlah tanaman langka. Tapi aku nantinya akan sangat membutuhkannya" bisiknya. Tanpa sadar pergerakan Mirai membuat seseorang bangun dan membuka matanya.


Plap! Mirai sedikit mematung kala seekor hewan yang kala itu tengah terlelap di daerah kekuasaannya tiba tiba bangun dan meneggakkan tubuhnya di hadapan Mirai. Hewan itu adalah hewan melata raksasa yang tingginya mencapai 12kaki setelah ia menegakkan tubuhnya itu. Bahkan di dalam pandangan danv monster, Mirai terlihat sangat kecil sekali "Ini gila... Hewan ini sangat luar biasa" bisik Mirai. Hewan itu lekas memperhatikan gerak gerik Mirai oleh sebelah bola mata besarnya.


"Master! Lari!" pekik Xigua melompat ke arah Mirai. Lalu Mio merampas pinggang Mirai lalu mendudukkannya di punggung Xigua.


"Apa yang kakak lakukan! Kenapa diam saja!" amuk Mio memaki Mirai.


"Tidak. Hewan itu seharunya tidak di abaikan!"


"Jangan bodoh master! Hewan itu bukanlah lawan mu meski kamu sendiri adalah wanita terkuat sejagad!" tegas Xigua tak henti berlari melewati satu persatu area kekuasaan mahluk mahluk buas lainnya.

__ADS_1


"Sial! Dia mengejar kita!" pekik Mirai memperhatikan area belakang. Ular itu meliuk dengan lihainya dan memfokuskan Xigua sebagai mangsanya...


"Bagai mana ini. Bahkan tubuh Xigua di mata ular itu bagaikan seekor tikus putih... Bobot Xigua saja hanya satu kali lahapan kecil buatnya!" Mio sungguh panik hingga peluh bercucuran di jidaknya.


"Lihat di depan ada sebuah gua! Nampaknya ular itu tak akan masuk ke sana!" tegas Mio menunjuk.


"Xigua... Masuk!!"


"Baiklah!" Xigua melompat tinggi untuk melewati sungai kecil di bawahnya, Whusssh! BRUK! Akhirnya dia pun masuk ke gua itu.


Sayang sekali hewan melata itu tak bisa kembali mengejar sang Master bersama bast spirtnya itu Bruak! Bruak! Sang ular tak menyerah, Bahkan saking geramnya pada Xigua, Kepala ular itu terus saja ditabrak tabrakan kelubang minim tersebut hingga beberapa kali moncongnya terselip di sela sela gua tersebut.


"Kita selamat?" tanya Mio senang.


"Jangan senang dulu. Karna perjalanan kita baru saja di mulai!" tegas Xigua memperingatkan Mio ataupun Mirai agar mereka tetap harus hati hati.


"Adik. Kamu harus sigap... Gua ini pukanlah tempat yang paling aman. Di sini... Apapun bisa terjadi" Tegas Mirai.


Mio pun mengangguk meski ia sangat takut dan cemas. Bulu kuduknya berdiri dan jantungnya menggebu tak karuan... ia sangat khawatir.


Bahaya apa sebenarnya yang menanti di hadapan Mirai saat ini setelah ini...

__ADS_1


Tetap staycund


__ADS_2