
Mirai perhatikan rias wajah Mo Shan Shan dengan seksama, dan ternyata Mo Shan Shan sungguh berbeda. Jika para tetua Sekte yang lainnya sudah cukup tua dan terlihat rentan. Tapi tidak pada Mo Shan Shan, Mo Shan Shan malah terlihat gagah dan sangat cantik. Mirai pun di buat menggelengkan kepalanya heran.
"Ada maksud apa di balik ke datangan para tamu tak di undang ini?" Tanya Mo Shan Shan menatap Mirai juga Ou Tian Feyn dengan pandangan tajam lurus ke arah mereka.
"..." Mirai masih bungkam, begitu pun Ou Tian Feyn...
"Jika kalian tidak ingin menjawab, pergilah... Karna aku tidak membutuhkan hiburan konyol seperti ini. Tetua Zhen Zhen, bawa mereka kaluar. Aku sedang pusing dan di tambah lagi harus mengurisi para musafir ini..." sambungnya membuang wajahnya enggan menatap Mirai atau pun Ou Tian Feyn.
Karna tak ingin pulang dengan tangan kosong, Mirai pun mulai merogoh kantung penyimpanan nya kemudian menyerahkan kotak kayu kecil yang di buat dengan tergesa gesa saat perjalanan menuju gunung Xingliun.
"Tetua, saya membawa hadiah untuk di persembahkan pada anda" Mirai lekas menyerahkan kotak kayu kecil itu ke tetua Zhen Zhen "Apa itu?" tanya Mo Shan Shan.
"Itu adalah buatan tangan saya..." Balas Mirai. Tetua Zhen Zhen cukup curiga akan kotak mungil seukuran telapak tangan itu. Namun tidak sopan jika tetua Zhen Zhen yang membukanya. Sebab hadiah itu adalah persembahan untuk tetua Mo Shan Shan "Wah. Hadiah, aku memang sangat suka hadiah, aku selalu mengharapkan hadiah dari seorang gadis manis. Coba ku ingat ingat lagi... Hampir 500 tahun aku hidup dan terakhir kali aku mendapat hadiah dari wanita cantik adalah ketika usiaku genap 50 tahun" Cerocos Tetua Moo seraya menadahkan tangannya.
Tetua Zhen Zhen yang curiga pada kota itu hanya bisa menatap bagian luar kotak tersebut saja "Tetua Zhen, berikan padaku. Jangan iri begitu, mungkin gadis manis itu akan memberikan hadiah saat mereka pulang nanti" Sambung tetua Moo Shan Shan.
Dengar Mirai, usianya sudah 500 tahun. Tapi kelakuan dan nada bicaranya seperti anak berusia 19tahunan saja. Menjijikan, mengapa ada orang senarsis ini di masa lampau... Heh rupanya cikal bakal masa depan memang tergantung masa lalu. Bathin Mirai menggumam.
Tetua Moo Shan Shan pun membuka kotak kayu berwarna coklat itu KLEK! Setelah penutupnya di tarik dan di jauhkan dari kotak tersebut, dua netra hazel sang tetua di buat membulat seketika itu "Pil tingkat tinggi?" Pekik Tetua Mo Shan Shan sedikit terguncang. Ke tiga pil berbentuk bulat sempurna itu tampak berkilau bah emas permata yang baru saja di murnikan.
Tetua Zhen Zhen lekas membuang wajahnya lalu menatap Mirai dan menghantamnya dengan banyak pertanyaan "Bagai mana kau bisa mendapatkan pil tingkat tinggi itu! Apakah kau mencurinya di istana langit!!' Pekik tetua Zhen Zhen menyerang Mirai dengan tatapan nya yang tajam dan menusuk.
"Mencuri... Untuk apa aku melakukan nya?" tanya Mirai menyungingkan bibirnya. Mirai sepertinya senang kalau pil nya di terima dengan baik oleh Mo Shan Shan. Moo Shan Shan masih sibuk menelisik pil tersebut dengan seksama dan cuku hati hati...
"Tentu saja untuk memberi kan Tetua Mo Shan Shan hadiah yang bagus' Tetua Zhen Zhen sungguh marah.
"Maaf saja. Karna mencuri bukan ke ahlian ku... Oh ia. Aku tak akan membuang buang waktu dan bertele tele lagi, jika anda sudah memerima hadiahku. Maka aku akan ungkapkan maksud kedatangan ku kemari" ujar Mirai menyungingkan sedikit bibirnya.
__ADS_1
"Katakan... Aku cukup menyukai hadiahmu. Tapi aku belum tentu mau mengabulkan permintaanmu" Mo Shan Shan lekas menyimpan kotak hadiah itu di telapak tangannya. SYUUUT! Seketika kotak itu hilang tak bersisa.
Dia memang berilmu tinggi, tak perlu bergerak untuk menyimpan kotak Pil yang ku berikan padanya. Ia cukup melenyapkannya begitu saja... Bathin Mirai menggumam.
"Katakan maksud ke datanganmu kemari" Ulang Mo Shan Shan.
"Sebenarnya ini bukanlah urusanku. Tapi kau tahu, masalah ini sudah cukup membuatku jera" Komen Mirai.
"Sepertinya ini adalah hal yang cukup serius" Celetuk tetua Zhen Zhen sedangkan tetua Mo Shan Shan hanya bisa diam seraya mencercidkan matanya.
"Kau ingat nama Shu Feng?' Pertanyaan Mirai membuat tetua Zhen Zhen dan tetua Mo Shan Shan Membelalak "Kau mengenalnya?" Pekik Mo Shan Shan sedikit terperanjat.
"Aku tidak mengenalnya"
"Lalu kenapa kau menyinggung nama kotor itu di aula saktral milikku" Tunjuk Mo Shan Shan tidak suka.
"Kau juga tahu akan hal ini?" Tetua Zhen Zhen termenung.
"Kalian bersalah jika tidak membantu Kaisar Qing sembuh. Monster yang kalian ikat di tubuhnya telah membawa banyak bencana bagi kekaisaran tersebut!" Mirai meninggikan nada bicaranya.
"Heh. Untuk apa kau urusi mereka, itu bukan urusanmu..." Mo Shan Shan membuang wajahnya kesal.
"Dengar tetua. Sebagian jiwa Shu Feng telah hinggap di jantungku!" Tegas Mirai, tetua pun menoleh ke arah Mirai "Apa?"
"Dia mengancamku untuk sampai di gunung ini. Jika langkah ku kembali, maka jiwanya akan dengan sengaja merobek jantungku!"
"Bagai mana Shu Feng bisa menyentuhmu. Sedangkan Shu Feng telah tersegel di dalam tubuh Kaisar Qing. Apakah kau memiliki ilmu spiritual? Hingga ia menandaimu sebagai tuannya?" tanya Tetua Moo mencercidkan netranya tajam.
"Heh. Tak perduli apa alasan Shu Feng merenggut ke bebasanku. Yang jelas, kau harus paham akan ke datanganku ke mari"
__ADS_1
"Jika kau ingin pembebasannya maka jawabannya tidak" tolak Mo Shan Shan hampir menghilang dari hadapan Mirai. Mirai yang kesal melompat untuk menghentikan langkah kabur Mo Shan Shan.
GRAP! Mirai mendapatkan kain Mo Shan Shan yang hampir membiaskan tubuhnya. Sssssshhhh! Mirai dan Mo Shan Shan pun menghilang seketika itu.
Syuuutttt....
"Ah celaka! Wanita itu ikut ke dunia lain bersama tetua Mo Shan Shan" pekik Tetua Zhen Zhen.
Ou Tian Feyn panik "Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanyanya.
"Kita tidak bisa menunggu, jika ia ikut bersama tetua Mo Shan Shan. Maka mereka seketika akan berada di dimensi ruang dan waktu yang berbeda" tegas Tetua Zhen Zhen.
"Lalu..."
"Kemungkinan, tetua Mo Shan Shan sedang berada di kota Layaras'
"Kota Layaras?" Ou Tian Feyn mengerutkan dahinya.
"Ya. Kota itu adalah kota yang di bangun Mo Shan Shan beratus ratus tahun yang lalu. diasana adalah tempat Mo Shan Shan mengayomi murid murid pilhan sekte gunung Xingliun" Imbuh Tetua Zhen Zhen.
"Lalu, jika putri mahkota ikut ke kota tersebut. Apakah dia akan kembali?" Tanya Ou Tian Feyn.
"Jika tetua Mo Shan Shan menyadarinya. Maka kemungkinan besar, tetua Mo Shan Shan pastiakan kembali dengan gadis tersebut"
"Berapa lama aku harus menunggunya?" Bisik Ou Tian Feyn nyaris tak terdengar.
"Jangan khawatir, tetua Mo Shan Shan adalah pria yang baik... Dia pasti akan mengembalikan gadis itu tanpa menyakitinya"
Mendengar penjelasan itu membuat Ou Tian Fyen sedikit senang.
__ADS_1