
"Silahkan putri duduklah di depan meja jamuan para putri" Pinta kaisar.
Setelah Mirai dan putri Mio duduk di tempat, raja pun lekas menyapa para tamunya "Selamat datang kepada para tamu terhormat yang telah berkenan datang ke istana Ming. Saya selaku kaisar kerajaan sungguh merasa bahagia, seluruh jajaran kerajaan Ming mengucapkan banyak terimakasih atas kedatangan anda semua..." Sambut sang kaisar.
"Satu hal lagi, aku ingin mengenalkan dua putri kesayangan istana Ming. Mari, akan aku kenalkan pada anda semua..." Tegas raja. Mirai dan putri Mio pun lekas bangkit dari duduknya... Malah Mirai menundukan atanisnya dari khalayak umum.
"Putri silahkan sapa para tamu" Ujar Kaisar.
Putri Mio mulai menyapu sekeliling "Perkenalkan, nama saya putri Mio Si Ming. Saya adalah putri bungsu dari kerajaan Ming... salam kanal" Lugas Putri Mio, jantung putri Mio sungguh berdetak cepat. Apa lagi, melihat jelas pangeran dari kerajaan Hong telah melambaikan tangan padanya "Putri! Ini aku! Kau masih ingat?!" Tanya pangeran Wu Xi melambaikan tangannya diam diam. Putri Mio menatap ke arah tersebut dan membuang wajahnya seketika itu. Bahkan tuan muda Zi Hua pun melalukan hal yang sama.
"Astaga, kenapa mereka ada di sini putri mahkota?" Tanya Putri Mio menepuk jidaknya sendiri.
"Entahlah. Aku juga pusing..."
"Putri mahkota, silahkan perkenalkan dirimu..." pinta ibu suri menepuk punggung putri Mahkota untuk berdiri.
"Perkenalkan saya putri mahkota Hyr In. Salam kenal dan mohon bantuannya..." Mirau menundukan atensinya seakan tak mau membongkar jati dirinya pada publis.
Mendengar istilah putri mahkota, tiba tiba hati pangeran Li Zhau dan pangeran Li Yuan sungguh patah "Heh..." Dengus pangeran Li Yuan seraya melambaikan tangannya ke arah putri mahkota. Putri mahkota hanya bisa menatap pria tersebut oleh ekor matanya.
__ADS_1
"Dan satu lagi, aku ingin mengenalkan seseorang lainnya, ia adalah salah satu bagian dari istana..." Sebelum menjamu makan malam. Raja mengenalkan panglima yang sudah ia bebaskan tadi pagi untuk menyambut kedatangan raja.
"Panglima... Silahkan perkenalkan dirimu"
"Perkenalkan, nama hamba adalah Ou Tian Feyn... Salam kenal pada pihak kerajaan. Semoga anda semua kerasan tinggal di istana Ming" Ou Tian Feyn membungkuk di hadapan para tamu agung dan lekas pamit menuju posisinya.
"Karna aku sudah mengenalkan anggota kerajaan Ming. Bagai mana jika kita bersulang malam ini?" Pekik sang kaisar mengarahkan secawan arak ke hadapan para tamunya.
Setika suara mulai riuh, para tamu mulai mengarahkan cawan berisikan arak yang telah di tuang para dayang yang di tugaskan melayani para tamu itu ke arah raja.
"Mari bersulang" ujar para tamu kehormatan. Mereka pun meneguk anggur tersebut bersamaan, Mirai tak bisa minum dan ia cenderung membuangnya di kantung penyimpanannya.
"Kaisar, apakah dia adalah putra mahkota yang nantinya naik tahta?" tanya salah satu tamu dari kerajaan Xi.
"Tepat sekali. Dia adalah kandidat penerusku kelak" balas sang raja.
"Wah wah. Putra mahkota sangat tampan" Puji para tamu perempuan.
"Putra mahkota. Silahkan perkenalakan dirimu..." pinta sang raja.
__ADS_1
"Mohon bantuannya. Perkenalkan aku adalah putra mahkota. Namaku Fei Si Ming... Senang berkenalan dengan anda semua. Mohon bantuannya" Putra mahkota pun membungkuk seraya mengangguk.
"Wah selain tampan, putra mahkota juga sangat ramah" puji orang orang.
Ramah apanya. Dia hanyalah pria bermuka dua. Kalian hanya tak tahu saja jika pria ini adalah seorang pembunuh. Bathn Mirai menggumam.
Para pengeran yang tadinya datang ke istana tersebut untuk melamar Mirai di buat patah hati semua. Karena ternyata sang tabib agung adalah seorang putri mahkota dari kerajaan Ming.
Dan pria tampan yang berjuluk sebagai putra mahkota itu, terlihat jelas telah menghampiri meja jamuan putri Mahkota lalu duduk bersebelahan.
Li Yuan yang menatap di kejauhan sungguh tak senang dengan pemandangan tersebut. Pasalnya ia ingat dengan jelas wajah pria tersebut. Karna ketika ia membawa Mirai ke penginapan, pria itu muncul bersama wanita lain dengan mengenakan busana malam mereka yang mencolok"...Heh putra mahkota? Bagai mana bisa aku tak menyadarinya lebih awal?" Bathin pangeran Li Yuan menggumam. Bahkan ia mencengkram cawan di genggamannya sangat erat, hingga cawan tersebut pecah.
Acara jamuan malam itu berlangsung sangat hikmat dan penuh gelak tawa, pengaruh alkohol seakan membuay para tamu kehormatan itu, kaisar dan yang lainnya sungguh bersenang senang...
Kini, pihak istana lain tahu jika sebenarnya tabib agung yang begitu mereka hormati, dan di bicarakan banyak mulut ke mulut dengan pamor luar biasa kala merawat pasiennya dengan baik tersebut adalah bagian dari istana Ming.
Meski sempat kaget karna penyamaran para tabib tak seperti orang berada... Namun nyatanya Kini, istana Ming menjadi sorotan kerajaan lain dan tersohor hingga namanya kian harum...
__ADS_1
Pujian dan nama kehormatan tersebut di dapatkan karana kerajan Ming telah membesarkan seorang tabib terbaiknya. Dan membuat sebuah kemajuan besar bagi istana lain, terutama istana Hong dan istana Qing. Karna berkat Mirai, kedua kekaisaran tersebut kini menjadi sahabat baik...