Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Bukan sombong, tapi itu kenyataannya


__ADS_3

Pukul 9 pagi, Elie sudah di dalam mobilnya yang sudah lama tidak ia naiki karena sering bersama dengan Finn. Ia melajukan mobilnya menuju mansion keluarga Lance.


Itu terlalu pagi saat ia menjemput Finn yang jadwal penerbangan nya akan take off jam 12.10 itu. Namun itu memang kemauan dari Finn yang ingin berlama-lama dengan kekasihnya sebelum beberapa hari kedepannya nanti absen ketemu itu.


Jika di tanya bagaimana perasaannya akan di tinggal Finn selama beberapa hari ke luar negeri. Elie tentu saja berat, tapi ia sudah membulatkan hatinya, ia yakin Finn-nya bisa menyelesaikan segala pekerjaannya di sana dengan cepat.


Kini dia sudah berada di depan mansion, ia di sambut hangat oleh Fara yang memang sudah sangat merindukannya. Pada jam segini, sudah pasti Theo dan Moza sudah berangkat ke kantor dan ke sekolah, jadi di sana relatif sepi hanya ada beberapa maid yang mengerjakan tugas mereka.


Sambil menunggu pangeran kuda putihnya keluar dari kamarnya. Elie berbincang di ruang tamu bersama Fara. Fara sangat senang saat Elie mengakui jika dirinya dan Finn sudah menjalin hubungan saat dirinya bertanya, tentu saja Fara memberikan restunya.


"Maaf membuatmu menunggu lama, kita berangkat sekarang?" ucap Finn menatap kekasihnya itu


"Ish kamu ini, mamah lagi sessi kangen-kangenan sama calon mantu, malah langsung di ajak pergi, ganggu aja kamu" ucap Fara pada Finn yang membuat semburat rona merah di wajah Elie.


Jantung Elie berdetak saat Fara menyebutnya calon menantunya. Entah mengapa hatinya merasa bahagia mendengar itu, ia bersyukur mamah dari kekasihnya itu merestui hubungan keduanya.


"Finn harus ke airport mah" ucap Finn yang kini sudah duduk di di antara Elie dan mamahnya duduk.


"Lagian ngapain kamu balik ke Inggris?" Ucap Fara dengan wajah di tekuk itu.


"Ada urusan yang harus Finn selesai kan di sana mah" ucap Finn singkat


"Ya-ya-ya, terserah kamu saja. Dasar pengangguran sok sibuk, ya sudah sana berangkat. Hati-hati di jalan, jangan lupa makan yang teratur di sana, jangan tidur terlalu larut, jangan pergi ke tempat hiburan malam. Dan jangan lupa bawa oleh-oleh yang banyak untuk mamah, Elie dan lainnya" ucap Fara mengomel panjang kali lebar.


"Ya, Finn akan mengingatnya mamah ku sayang. Dan pasti nanti Finn bawain oleh-oleh yang banyak" ucap Finn tersenyum, mamahnya memang tidak pernah berubah.


"Sayang, Tante masih kangen loh sama kamu. Gimana kalau besok kita jalan bareng, kita healing, shopping gitu" ucap Fara berbinar penuh harap.


"Tentu Tante, kebetulan besok El tidak ada jadwal kelas. Nanti El ke sini besok" ucap Elie tersenyum hangat.

__ADS_1


Setelah berpamitan Elie dan Finn segera berangkat menuju Airport.


...


Di area parkir airport, Elie dan Finn masih setia di dalam mobil padahal saat ini sudah pukul 11. Kurang lebih satu jam lagi pesawat Finn take off. Finn enggan melepaskan genggaman tangan kekasihnya itu.


Mereka sepakat menunda makan siang, dan menikmati waktu berdua mereka.


"Kamu kenapa?" tanya Elie lagi


"Aku tidak kuat meninggalkan kamu lama-lama" ucap Finn menghela nafas


"Itu hanya beberapa hari Finn" ucap Elie.


"Sayang beberapa hari itu lama, kita sudah terbiasa setiap hari bertemu. Kau tahu? Berpisah sesaat saja, aku gelisah menginginkan pagi cepat datang dan segera bertemu denganmu" ucap Finn merajuk, Elie hanya terkekeh melihat tingkah kekasihnya itu.


"Aku penasaran tentang rahasia apa yang kau belum beri tahu padaku. Coba katakan sekarang!" ucap Elie mengalihkan pembicaraan.


Cup!


Elie memberanikan diri mengecup bibir Fin terlebih dulu, tentu saja itu tidak di sia-siakan oleh Finn meskipun Finn awalnya sedikit terkejut.


Bukan kah ini momen langka, jika kekasihnya berinisiatif mencium bibir nya terlebih dulu?


Saat Elie menjauh, Finn justru menahan tengkuk nya dan menciumnya juga me*"mat bibir atas dan bawah El secara bergantian, lidahnya pun merangsek masuk.


Perlahan Elie mulai membalas dan terjadilah ciuman panjang antara keduanya. Finn melepas ciuman itu hanya memberikan ruang Kekasihnya untuk mengambil nafas. Lalu ciuman itu kembali terulang dengan penuh gairah dan cukup lama.


"Manis, aku suka. Oh my Queen, aku akan sangat merindukanmu" ucap Finn yang kini memeluk kekasihnya itu yang di balas aelie yang memeluknya juga.

__ADS_1


"El, sepertinya kerja sama ini akan sulit untuk di gapai. Jika tebakanku benar, orang tua itu pasti menginginkan sesuatu dari kerja sama ini. Jujur aku penasaran ingin melihat dan mendengar apa yang sebenarnya orang itu inginkan. Jika yang ia inginkan sesuatu yang menyulitkan ku atau menganggu hubungan kita. Aku akan melepas kerja sama itu, aku akan melakukan segala cara agar membuatnya hancur sampai ke titik terendah" ucap Finn, mengungkapkan kemungkinan yang akan terjadi.


"Aku akan selalu berada di sampingmu, mendukungmu dan percaya jika kau mampu dan bisa mengambil keputusan dengan bijak. Aku hanya harap apapun itu, kamu bisa melakukannya dengan baik" ucap Elie, ia tidak meragukan cinta dari laki-laki yang tengah memeluknya itu.


Entahlah, Elie merasa begitu nyaman dan sangat percaya dengan kekasihnya itu. Bahkan Elie tidak pernah merasakan ini sebelumnya. Perasaan di cintai dan lindungi seseorang, hanya dengan Finn ia merasakannya itu semua.


"Terimakasih, aku tidak akan mengecewakanmu" ucap Finn


"Tapi bagaimana kalau ia menekanmu, jika kau tak ingin mengikuti kemauannya? Bukankah perusahaan miliknya lebih besar dari perusahaan mu?" tanya Elie


"Jangan khawatir sayang, Kau tahu, rahasia yang belum aku sampaikan padamu. Rahasia itu, tentang aku yang memiliki saham di perusahaan lain. Dan sahamku ada di 3 perusahaan teratas di dunia. Setidaknya minimal 30% aku memiliki saham di masing-masing perusahaan itu. Di Ace Royal Group, perusahaan terbesar pertama di dunia, aku memiliki 45% saham di sana. Namun aku hanya menerima Dividen saja dari semua perusahaan itu. Jika mungkin di akumulasi jumlah nominal kekayaan seseorang. Mungkin aku yang menduduki nomer pertama itu. Aku bukannya sombong, tapi itulah kenyataan yang sesungguhnya" ucap Finn yang membuat Elie terkejut hingga mendongak menatap kekasihnya itu.


Ia tidak menemukan jejak kebohongan di sana, dan semua yang di ungkapkan oleh Finn adalah kenyataannya. Jadi kemungkinan Finn yang adalah orang terkaya di dunia ini adalah benar.


"Kenapa kau menceritakannya padaku?" tanya Elie.


"Karena aku ingin kamu mengetahuinya, dan aku tidak ingin kamu kepikiran atas kontak kerja yang tidak seberapa itu. Karena tanpa kontrak itu pun, aku akan tetap berdiri tegak bersama denganmu dan keluarga kita kelak di masa depan" ucap Finn mencium kening Elie.


"Apa ada rahasia lainnya yang belum aku tahu tentang dirimu?" tanya Elie


"Hmm, ada. Tapi belum saat nya kamu tahu, seiringnya waktu kamu akan mengetahuinya" ucap Finn


Elie tidak bertanya lagi, sejak awal Elie tahu jika Finn adalah sosok laki-laki misterius. Namun jauh di lubuk hatinya, Finn adalah laki-laki terbaik dan sangat tulus padanya dan Elie percaya itu.


"Aku akan mengabarimu, saat sudah sampai London" ucap Finn saat dirinya sudah akan pergi untuk Cek in tiket.


"Hmm, pergilah! hati-hati" ucap Elie tersenyum


"Cup! Aku mencintaimu El, sangat" ucap Finn mencium kening kekasihnya itu lalu tersenyum sebelum ia pergi.

__ADS_1


"Aku juga... Saat ini aku sudah yakin dengan hatiku sendiri, perasaanku padamu, jika aku juga mencintaimu, Finn Jarvis Lance. Dan aku akan berjuang hingga aku bisa setara berdiri di sampingmu" ucap Elie lirih saat menatap punggung Finn yang mulai menjauh dan menghilang dari pandangannya.


...••••...


__ADS_2