Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Couple


__ADS_3

Pagi harinya, Rico yang masih dalam keadaan tidur di sebuah pemakaman. Masih terlelap tanpa ada gangguan sampai fajar menyingsing.


Ya, sejak Cheryl mengancam dirinya akan membongkar makam milik Airani, istrinya. Ia tidak bisa tidak memikirkan tentang itu yang kemungkinan bisa terjadi, ia jadi tidak bisa tidur karena ucapan mantan kekasih gelapnya itu.


Lalu Rico memutuskan untuk datang ke pemakaman dan memeluk batu nisan itu, berkeluh kesah sambil menangis dan kemudian tidak sengaja tertidur di sana.


"Jo-Jo, Itu kok ada orang yang tertidur di atas makam" ucap Udin salah satu penjaga makam di sana.


"Iya Din, ayo kita lihat! Itu orang gila apa bukan?" tanya Barjo salah satu rekan Udin.


Mereka berdua melangkah mendekat ke arah seseorang yang tengah meringkuk di atas makam dalam keadaan tertidur.


"Eh, Pak Rico" ucap Udin Terkejut


"Kau kenal, Din?" tanya Barjo melirik ke arah Udin.


"Iya, setahu aku dia suami dari orang yang di makamkan di sini" ucap Udin


"Apa mungkin, dia sedang rindu dengan istrinya ya? Sampai tertidur di sini" ucap Barjo


"Mungkin saja, sungguh luar biasa cinta Pak Rico pada almarhum istrinya, Jo" ucap Udin yang di angguki Barjo yang berada di sampingnya.


"Kau benar Din" ucap Barjo menganggukan kepalanya.


Tak menunggu lama, Udin mendekat dan mencoba membangunkan Rico. Rico yang terbangun dan melihat Udin dan rekannya, meminta maaf karena ia tak sengaja tertidur di area makam.


Rico memberi tahu keduanya jika ia datang karena mimpi buruk yang ia alami, dalam mimpinya makam istrinya di bongkar paksa oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan membuat Rico tidak tenang hingga memutuskan datang ke makam sang istri.


Udin dan Barjo tidak masalah karena itu, mereka mengira jika Rico tengah merindukan sang istri dan juga merasa cemas karena rasa cintanya pada mendiang istri.


"Ini buat mang Udin sama mang Barjo, Tolong di terima, ini buat uang rokok kalian berdua. Tolong rawat makam istri saya dengan baik ya mang" ucap Rico seraya menyodorkan sepuluh lembar uang berwarna merah muda itu pada Udin.


"Tentu pak, terimakasih banyak. Bapak tidak perlu khawatir, kami akan menjaga makam istri anda dengan baik. Kami tidak akan membiarkan orang berbuat jahat pada makam istri bapak" ucap Udin dengan antusias.


"Benar itu pak, dan terimakasih banyak untuk uang rokoknya" ucap Barjo tersenyum senang dan sama antusiasnya dengan Udin.


Hari gini mendapat uang 1 juta dengan mudah, tentu saja Udin dan Barjo tidak akan menolak rejeki yang mendatangi mereka.


...

__ADS_1


Kediaman Adhisti, Finn sudah rapih dengan stelan santai, t-shirt hitam, jeans hitam dan juga sneakers yang senada dengan jaket yang ia pakai yaitu putih. Ia tengah duduk dan berbincang dengan Keluarga Adhisti yang lain, sambil menunggu kekasih hatinya yang tengah bersiap.


"Wow... wow... Couple an nih ye..." goda Alexa saat Elie baru saja turun dengan stelan yang sama dan juga warna yang sama. Hanya saja beda motif dan merek yang di pakainya, dan juga Elie yang membawa tas ransel kecil dan juga topi nuansa hitam putih.


Elie yang melihat setelan Finn juga sama terkejutnya, wajahnya memerah. Ia tidak menyangka jika mereka memakai pakaian dan juga warna yang sama tanpa ada obrolan terlebih dahulu.


"Mungkin ini yang namanya sehati" Gumam Finn dalam hati.


Tentu Elie mendengar itu dan setuju dengan gumaman Finn, namun itu hanya berani ia utarakan dalam hatinya saja.


"Kalian sudah mau pergi?" tanya Stella


"Iya Mom, kami berangkat dulu ya" ucap Elie


"Padahal Mommy lagi bikin kue kering, nggak mau cicipi dulu?" tanya Stella


"Nanti Elie makan saat pulang mom" ucap Elie


"Ya sudah, hati-hati di jalan. Finn kamu jaga baik-baik anak gadis tante ya" ucap Stella


"Pasti tante. Apa Om, tante dan kakak ada yang mau nitip sesuatu pas pulang nanti?" ucap Finn


"Kalian memang mau kemana?" Tanya Alexa


"Jalan-jalan saja Kak dan mungkin ke taman bermain" ucap Elie


"Kalau begitu bawain kakak permen kapas ya dek" ucap Alexa antusias seperti anak kecil.


"Nggak takut gendut kamu dek? Nanti nggak bisa dapat job lagi" ledek Angga


"Yey, nggak bakalan langsung endut juga kali Kak, sekali-kali nggak apa-apa makan begituan. Kalau nggak laku jadi model lagi, ya nggak apa-apa. Kan ada Daddy dan Kak Angga yang gantiin kerja buat makan dan shopping nya Lexa" ucap Alexa terkekeh


"Dasar Sopping holic" ucap Angga, mereka semua tertawa.


Elie dan Finn pamit dan menyalami semuanya sebelum berangkat. Kini mereka sudah berada di dalam mobil dan Finn melajukannya dengan pelan.


"Kamu mau kemana dulu?" ucap Finn dengan tangan kiri menggenggam lembut telapak tangan kanan Elie, yang tentunya di balas genggaman erat oleh Elie.


Elie melihat jam di ponsel miliknya, sudah hampir jam sepuluh pagi. Ia teringat ucapan Keegan padanya, dia pun memutuskan untuk ke sana dulu.

__ADS_1


"Apa kau tidak keberatan mengantarku ke suatu tempat dulu?" tanya Elie


"Tentu tidak keberatan, aku akan menuruti semua kemauan kekasih tercintaku, kecuali memutuskan hubungan kita tentunya" ucap Finn tersenyum hangat.


"Kalau begitu kita sekarang ke alamat xxx" ucap Elie yang di angguki Finn.


"Dengan senang hati tuan putri" ucap Finn dan mulai meluncur ke sana.


...


Beda dengan Finn dan Elie, Sean kini tengah malas karena tengah di omeli oleh Jackson, kakeknya dari pihak ibu.


"Mana gadis mu itu? Kapan dia datangnya Sean?" ucap Jackson dengan tidak sabar.


"Dia bilang dia tidak bisa karena ada urusan kek" ucap Sean memutar matanya


"Kita tidak bisa menunggu lagi karena kita harus pulang dalam 6 jam lagi. Masa untuk ketemu calon keluarganya saja dia tidak bisa menyempatkan waktu untuk bertemu" ucap Jackson


"Kan sudah aku bilang kek, dia belum menjadi kekasihku, kita masih berteman sekarang. Aku masih belum bisa meluluhkan hatinya. Aku bahkan sangat susah untuk bertemu dengannya untuk pendekatan, karena banyaknya pekerjaanku dan juga kesibukan dirinya" ucap Sean


"Coba kau sekarang coba hubungi dia lagi, siapa tahu dia bisa datang ke sini, bilang saja demi pertemanan kalian" ucap Jackson.


"Baiklah" ucap Sean mengalah.


Ia kemudian mencoba memanggil Elie lewat telepon, dalam hati tentu Sean mengharapkan Elie menyetujui untuk bertemu dengan keluarganya.


Tuuutt!!! Tuuutt!!


Suara telepon tersambung.


"Halo... " suara merdu nan indah terdengar dari seberang.


"Halo Elie" ucap Sean tidak bisa lagi menyembunyikan senyumnya.


...


Maaf update satu Bab lagi, Author lagi di camp Palutungan-kuningan. Di sini susah sinyal buat nulis. Setelah Author pulang, Author usahakan akan update seperti biasa.


Selamat membaca 🙏

__ADS_1


__ADS_2