Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Pertemuan tidak sengaja


__ADS_3

Mendengar kabar dari sang ayah, jika Rico jatuh sakit dan saat ini di rawat di Q.A Hospital Ibukota bagian selatan. Cheryl langsung setuju untuk merawat Rico atas permintaan Adrian. Bagaimana pun ini adalah kesempatan dia untuk memperbaiki hubungan dan juga kembali dekat dengan Kekasih lamanya itu.


Ceklek!


Ia membuka pintu ruangan rawat inap Rico di ruangan VI dengan pelan. Ia melihat Rico dengan wajah pucat terbaring lemah di ranjang rumah sakit, Cheryl menghampiri ranjang itu.


"Ra-ni,, saaa-yaang maafkan aku....Rani.. " Rico terus mengigau menyebut nama sang istri.


Mendengar itu Cheryl mengepalkan tangannya erat. Marah? Kesal? Tentu saja! Hanya saja ia hanya bisa menahan dan mengungkapkan itu dalam hatinya.


"Dasar ja**ng sialan, hidup atau mati kau selalu saja menjadi benalu dalam hidupku. Bahkan jasadmu sudah terkubur di dalam tanah, namun Rico tidak bisa melupakanmu juga, sialaann!!!" eram Cheryl kesal dalam hatinya.


Cheryl menghempaskan tubuhnya ke sofa di dalam ruangan, ia melihat ke arah Rico yang masih belum sadarkan diri.


"Aku akan membuatmu jatuh cinta lagi padaku, Rico. Sampai kapanpun kau hanyalah milikku!" Gumam Cheryl pelan.


...


Aurelie melajukan mobil milik Finn ke arah mansionnya, namun matanya menangkap kejadian penjabretan di pinggir taman sebelum tikungan arah jalan ke rumahnya. Aurelie pun turun dari mobil dan berlari mendekati mereka yang cukup jauh itu.


"Aaahhh Tolong... Jambret!!" teriak ibu paruh baya, Ia berteriak sekeras-kerasnya.


Setelah tas miliknya berhasil di ambil dan dirinya terjatuh setelah di dorong oleh salah seorang perampok yang berjumlah dua orang itu.


Merasa kesal karena setelah di dorong ibu itu menahan kaki salah satu jambret, setelah berhasil bangkit dari jatuhnya dan berteriak minta tolong. Jambret itu langsung menendang ibu-ibu itu dengan keras hingga terjatuh lagi ke belakang.


"Aahhhh" teriak ibu itu saat terjengkang


Namun ia tidak menyerah, ia bangkit lagi dan mencoba mengejar jambret itu lagi dengan menahan sakit, meskipun jambret itu sudah kabur naik motor.


Ia berteriak minta tolong, dan beberapa warga di sekitar berdatangan.


BUGH!!!


SRAAAAAKKK!!!!

__ADS_1


Motor penjambret itu tergelincir dan terjatuh dari tempat Aurelie menendang pengemudi dengan keras saat motor itu melaju di depannya.


Jatuh dengan tidak elit di tambah jambret itu tidak memakai helm, membuat kepalanya terbentur aspal yang terjungkal hingga terluka karena bergesekan dengan aspal.


Beruntungnya tidak sampai meninggal, kedua jambret itu masih sadarkan diri, hanya mendapat luka luar yang cukup parah. Namun keduanya tidak bisa langsung bangkit karena merasakan badan yang sakit yang mungkin mengalami keseleo atau patah tulang, entah di tangan, kaki atau badannya.


Aurelie mengambil tas yang di jambret itu mengabaikan suara erangan kesakitan kedua jambret itu.


"Woow, tendangan maut"


"Tendangan yang keren"


Ucap beberapa orang yang melihat yang di lakukan Aurelie saat mengejar jambret itu karena teriakan minta tolong ibu-ibu, justru terkejut dan terpesona dengan teknik tendangan Aurelie.


Melihat ibu korban jambret menghampirinya bersama warga yang mengejar jambret itu, Aurelie berjalan ke arah mereka.


"Ini tas ibu, tolong di cek lagi, takutnya ada yang hilang" ucap Aurelie mengulurkan tas itu kepada pemiliknya.


"Ah, tidak ada yang hilang, terimakasih nak" ucap ibu itu tersenyum dengan memandangi Aurelie dengan tatapan kagum setelah mengecek isi tas miliknya.


Bagaimana mungkin dengan kaki yang ramping dan mulus itu, bisa menendang orang yang tengah melajukan motornya dengan kencang sampai terjatuh terjerembab seperti itu. Begitu pikir warga.


"Ti-tidak apa-apa, saya sudah memanggil polisi sekitar untuk segera datang. Kalau tidak keberatan Ibu dan adik bisa ikut sebentar ke kantor polisi untuk menjelaskan kronologi kejadiannya" ucap Salah satu warga.


"Tidak masalah" ucap Aurelie tersenyum tipis


Saat hendak ke kantor polisi setempat setelah sebelumnya membawa pelaku jambret ke klinik terdekat untuk di obati, lalu di bawa ke kantor polisi. Ada 3 Polisi juga ikut mengawal mereka ke sana.


Melihat mobil yang di bawa Aurelie, ibu-ibu itu terkejut lalu menatap Aurelie penuh tanda tanya.


"Kenapa gadis ini memakai mobil Finn?" ucapnya dalam hati.


Aurelie mendengar itu cukup terkejut, namun ia menetralkan ekspresi wajahnya meskipun ia sebenarnya penasaran siapa ibu-ibu yang di tolongnya, dan kenapa ia mengenal Finn?


...

__ADS_1


Setelah semua menyelesaikan prosedur laporan di kantor polisi, semuanya kembali ke kediaman masing-masing. Namun ibu-ibu itu memanggil Aurelie yang membuat Aurelie menghentikan langkahnya.


"Nak, boleh tante tahu nama kamu siapa?" tanya ibu-ibu itu


"Nama saya Aurelie, tante. panggil saja Elie" ucap Aurelie sopan dan lembut.


"Nama tante Fara, hmm Elie boleh tante tanya sesuatu?" tanya Fara


Aurelie mengangguk meskipun ia tahu apa yang akan di tanyakan Fara padanya. Ia pun penasaran, siapa sebenarnya wanita di depannya itu.


"Apa mobil itu milik kamu?" tunjuk Fara pada mobil Finn yang terparkir di depan kantor polisi.


"Bukan tante, itu milik teman saya" ucap Aurelie sopan


"Apa teman kamu namanya Finn?" tanya Fara


"Tante kenal Finn? Mobil ini memang milik Finn" ucap Aurelie terkejut, tentu saja pura-pura. Namun ekspresi wajahnya sangat terlihat alami.


"Tentu saja tante kenal, Finn itu anak tante" ucap Fara tersenyum hangat


Aurelie kali ini terkejut sungguhan, entah mengapa dirinya kini merasa canggung dan gugup setelah tahu wanita di depannya adalah Ibu dari Finn.


Sedangkan Fara tersenyum penuh makna melihat Aurelie. Fara sangat mengenal anaknya yang sangat dingin, terlebih pada perempuan.


Apalagi mobil Finn adalah barang kesayangan putranya yang tidak boleh di sentuh orang lain bahkan dirinya, suaminya dan Moza adik perempuan Finn pun, tidak boleh memakai atau sekedar menumpang.


Jadi ia tahu jika gadis di depannya ini sangatlah spesial di hati putranya. Pandangan Fara terhadap Aurelie juga puas tentang pilihan hati putranya.


Kecantikan, kesopanan, keberanian dan juga sikapnya sangat memenuhi syarat calon menantunya. Jadi Fara sangat mendukung putranya mengejar gadis di depannya ini.


"Kenapa kau begitu terkejut sayang? Tidak usah canggung, kita bukan orang lain. Lain kali mampirlah ke rumah, kita makan bersama sebagai ucapan terimakasih tante karena sudah kamu tolong tadi" ucap Fara tersenyum.


"Ya, Nanti jika ada waktu Elie mampir" ucap Aurelie tersenyum ringan dan mengangguk, setelahnya mereka pulang dengan kendaraan masing-masing.


...

__ADS_1


__ADS_2