Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Pesona Daniel


__ADS_3

Drrrttt...


Ponsel milik Aurelie bergetar, tertera nama Finn di layar. Aurelie yang melihat itu menepuk keningnya, ia ternyata melupakan sesuatu. Dia belum mengabari Finn jika dirinya tidak jadi ke rumahnya.


"Halo Finn" ucap Aurelie setelah mengangkat teleponnya dan sedikit menjauh dari keluarganya.


"Kamu sampai mana? Apa masih di kantor?" tanya Finn di seberang sana


"Maaf aku lupa memberi tahumu, aku sedang di rumah sakit sekarang, jadi aku tidak bisa bertemu denganmu, maafkan aku" ucap Aurelie merasa tidak enak.


"Di rumah sakit? Kamu sakit? Sakit apa?" tanya Finn, terdengar nada khawatir yang jelas dari suaranya.


"Bukan aku, tapi kakak laki-laki ku. Dia di keroyok orang tidak di kenal dan sedang di rawat di rumah sakit" ucap Aurelie


"Di rumah sakit mana?" tanya Finn


"Q.A Hospital" jawab Aurelie


"Daerah pusat? Apa kamu menginap di sana?" tanya Finn


"Hmm, kenapa?" tanya Aurelie heran


"Tidak apa-apa, apa di sana ada tempat untuk kamu tidur?" ucap Finn.


"Aku bisa tidur di sofa. Aku tutup dulu teleponnya ya, nggak enak sama keluarga yang lain" ucap Aurelie


Setelah menutup telepon, Aurelie mendapat tatapan aneh dari orang tua dan juga kakak perempuan nya. Sedangkan Nisa hanya menatap bingung pada yang lainnya.


"A-ada apa? Ke-kenapa kalian menatapku seperti itu?" tanya Aurelie heran.


"Siapa yang telepon?" tanya Kelvin langsung.


Sebagai seorang ayah, Kelvin memang sedikit sensitif terhadap teman laki-laki dari putri-putri nya.


Bukannya menentang atau tidak suka putrinya dekat dengan laki-laki. Ia tahu jika di umur kedua putrinya sudah lumrah yang namanya jatuh cinta atau menikah.


Namun tetap saja, tanggung jawab seorang ayah sangat berat dalam menjaga anaknya, terutama menjaga putrinya.


Setidaknya ia tahu dengan siapa saja putrinya dekat, sehingga ia bisa mengantisipasi segala kemungkinan buruk yang terjadi. Meskipun ia harap tidak akan pernah ada kejadian buruk yang menimpa putra dan putrinya.


Terlebih setelah kejadian Sean berkunjung ke rumah saat itu, tentu saja ia terkejut. Bukan karena Sean adalah tuan muda kaya nomer dua di negara ini. Tapi karena putrinya itu baru pertama kali membawa seorang laki-laki ke rumah.


Apalagi di lihat dari sudut mana pun, Kelvin tahu jika Sean menaruh hati pada putri bungsunya itu. Meskipun Ia melihat putrinya meresponnya biasa saja dan jelas jika hubungan mereka hanyalah berteman.


"Te-teman Elie dad" ucap Aurelie sedikit gugup saat di tanya seperti itu tiba-tiba.

__ADS_1


Kelvin mengernyitkan dahinya, ia mengingat saat Daniel menelepon saat itu. Aurelie mengatakannya jelas jika itu asisten pribadi nya tanpa rasa gugup, namun ia melihat sekarang putrinya sedikit gugup.


"Yakin cuma teman?" ucap Kelvin menyelidik


PLAK!


"Ih daddy, jangan membuat putriku ketakutan" ucap Stella kesal dan menggeplak pundak suaminya dengan cukup keras.


"Sakit mom. Kan daddy cuma nanya saja sama El" ucap Kelvin.


"Ya daddy nanya nya udah mirip polisi sedang interogasi tersangka" ucap Stella mengomel membuat Kelvin seketika Kicep.


"The power of emak-emak emang beda, geplakan tangannya aja pedes. Nggak akan menang kalau terus jawab, mending diem aja lah" Gumam Kelvin dalam hati membuat Aurelie terkekeh.


"Sayang, apa yang telepon tadi itu pacar kamu?" tanya Stella lembut


"Hmm, aku belum tahu mom" ucap Aurelie membuat yang lain mengerutkan keningnya.


"Kok belum tahu?" tanya Stella lagi


"El belum memberikannya jawaban mom" ucap Aurelie polos dengan wajah memerah.


"Woaahh siapa orang nya El? Sean atau Finn?" tanya Alexa yang sedari tadi menyimak


"Finn" ucap Aurelie sangat pelan.


"Ini rumah sakit, jangan ganggu kakakmu sedang beristirahat" ucap Stella.


Memang Angga sempat sadar sebentar lalu tertidur lagi beberapa saat yang lalu.


"Maaf Mom, Lexa terlalu antusias saat tahu Finn sudah menyatakan perasaannya pada El. Menurut Lexa Finn sangat tulus pada Elie, apalagi dia sudah menyukainya dari Elie berdandan menor. Kenapa kau tidak terima saja? Finn tidak kalah tampan dari Sean, bahkan lebih terlihat manis dan keren" ucap Alexa yang membuat Aurelie memerah.


Benar yang di katakan Alexa, Sean dan Finn sama-sama tampan. Tapi Finn sangat manis apalagi saat ia tersenyum, juga terlihat keren. Satu lagi, aura Finn yang di lihat Aurelie sangat dominan.


Apalagi saat Finn menghajar orang-orang beberapa waktu lalu, aura membunuh di tubuhnya sangat pekat saat dalam emosi. Dan aura itu sangat mirip dengan miliknya.


Obrolan mereka terhenti saat pintu kamar di ketuk, lalu masuk pria tampan yang membuat semua orang tercengang kecuali aurelie yang memutar matanya jengah.


"El... " panggil pria tampan itu yang tak lain adalah Daniel.


Memang Daniel sudah di biasakan untuk memanggil Queen dengan sebutan Elie jika sedang berada di luar pekerjaan.


"Niel, kau sudah datang, kemarilah! Ah, Daddy, Mommy, Kak Lexa dan Nisa. Perkenalkan ini asisten pribadiku, namanya Daniel" ucap Aurelie


"Halo, nama saya Daniel, salam kenal" ucap Daniel memperkenalkan dirinya dengan nada tegas dan datar namun tidak dingin.

__ADS_1


"Ooohhh... " Mereka berempat mengangguk dan ber Oh Ria.


Mereka terpukau dengan ketampanan Daniel, mereka tidak menyangka jika ada asisten pribadi setampan ini.


"Elie punya asisten? Apa dia sudah bekerja?" tanya Nisa, Aurelie sudah mengatakan dan meminta Nisa memanggilnya dengan Elie, jadi Nisa memanggilnya dengan nama Elie juga.


"Elie sudah membangun perusahaannya sendiri, Nis" ucap Alexa bangga pada adiknya


"Oh ya? Wooowww luar biasa, kalau boleh tahu perusahaan apa yang kau bangun El?" tanya Nisa dengan berbinar dam penasaran.


"Jangankan kamu, kami saja belum tahu" ucap Kelvin menghela nafasnya


"El janji nggak akan lama lagi, El janji akan memberitahu kalian perusahaan yang El bangun dalam waktu dekat" ucap Aurelie


"Hmm, El keluar sebentar ya, ada sesuatu yang penting yang harus El bicarakan dengan Daniel" ucap Aurelie


Kelvin mengerti jika putrinya akan membahas masalah penyerangan Angga. Jadi dia memperbolehkan Elie keluar dari ruangan, namun tidak boleh pergi jauh-jauh.


...


"Bagaimana?" tanya Aurelie langsung setelah mereka duduk di bangku tak jauh dari ruangan rawat Angga.


"Ini telepon khusu milik kamu El, dan ini hasil dari penyelidikanku tadi" ucap Daniel menyerahkan tablet dan ponsel pada Aurelie.


Aurelie mengepalkan tangannya saat melihat rekaman CCTV itu, dan ucapan Nisa memang benar adanya. Tidak ada yang di lebih-lebihkan.


Aurelie membaca laporan mengenai semua tersangka penyerangan kakaknya satu persatu.


Saat Aurelie membuka pesan di ponsel khusus miliknya setelah mengaktifkannya sejenak. Sudut bibir Aurelie terangkat sebelah membaca sebuah pesan singkat dari Alpha 01.


"Pucuk di cinta, ulampun tiba. Tidak perlu aku repot-repot ternyata sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Menarik, akan ku buat dia merasakan apa yang akan dia dapatkan kardna telah mengusik seorang dewi kematian" ucap Aurelie terkekeh.


Sedangkan Daniel merinding di buatnya, namun ia tetap duduk tenang di samping Aurelie.


"El..." Sebuah suara hangat terdengar memanggilnya, membuat jantung Aurelie berdetak cepat saat menoleh ke sumber suara.


"Finn... " Gumam Aurelie terkejut melihat Finn berada di depannya.


...


Maaf sedikit telat, karena Author sibuk lihat turnamen, jadi lupa upload πŸ˜‚ πŸ™


Oh iya, maaf ada kesalahan untuk visual Finn dan Sean. Author baru sadar jika Visual mereka tertukar, yang harusnya.


Finn : Jungkook

__ADS_1


Sean : Cha Eun Woo


Akan Author revisi besok, terimakasih dan selamat membaca. πŸ™β˜ΊπŸ˜˜


__ADS_2