
Gista yang di usir secara halus oleh resepsionis menolak dan memaki resepsionis dan juga Elie dengan ucapan kasar.
Resepsionis geram karena wanita halu di depannya malah tidak tahu malu memaki bos besarnya.
Ia langsung memanggil security dan meminta nya untuk mengusir wanita ini. Tentu saja security cepat tanggap dan menyeret Gista pergi dari lobby.
"Apa hak kamu mengusirku, hah? Tidak tahu kamu, jika aku adalah kekasih bos mu Keegan! Lihat saja aku akan mengadukannya kepada pacarku. Akan ku buat kalian bertiga di pecat dari sini, karena sudah berani mengusir calon nyonya tempat ini. Dan kau wanita virus, kau pasti wanita j*l*Ng di kantor ini kan? akan ku buat kau di pecat secara tidak hormat" ucap Gista berteriak sambil menunjuk ke arah Elie yang memakai masker hingga di sebut wanita Virus.
Teriakan Gista membuat ia menjadi pusat perhatian di sekitar lobby perusahaan.
Elie, resepsionis dan security hanya tertawa saja mendengar ucapan Gista. Bukan hanya mereka bertiga, tapi karyawan yang lain yang kebetulan berada di lobby melihatnya dan tertawa.
"Kau bodoh atau apa hah? Jika kau benar-benar kekasih Pak Keegan, harusnya kau tahu siapa wanita yang berdiri di depanmu, yang kau maki barusan" ucap Security seraya menyeretnya dengan kasar kali ini.
"Jangan menarikku!! Memang siapa dia, hah?" tanya Gista sambil memberontak ketika di seret secara kasar oleh security.
"Dia adalah adik kesayangan pak Keegan sekaligus Pemilik perusahaan ini. Kau punya TV kan di rumah? Harusnya kau bersyukur bisa bertemu dengan Queen, legenda bisnis dan orang terkaya di negara ini" ucap Security
Gista yang mendengarnya tentu saja terkejut di buatnya. Matanya terbuka lebar hampir keluar, ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.
Namun di saat ia tengah melamun memikirkan ucapan security barusan. Ia di lempar tepat di depan pintu perusahaan.
"Anda tidak di izinkan menginjakan kaki di sini, silahkan pergi sebelum saya bersikap lebih kasar pada anda" ucap Security.
Dalam keadaan kesal dan malu Gista berdiri dan menghentakkan kakinya lalu pergi dari sana. Ia sangat malu karena menjadi pusat perhatian dan ejekan demi ejekan yang mengarah padanya oleh karyawan perusahaan.
Namun saat ia hendak pergi meninggalkan area gedung Q.A Group, ia melihat mobil yang tak asing di matanya. Dia mengucek matanya dan melihat lagi mobil yang terparkir di sana.
"Bukankah itu mobil milik Finn? Aku yakin itu milik dia, karena mobilnya lain dari pada yang lain" ucap Gista.
"Tapi untuk apa Finn berada di sini? Apa dia ada keperluan disini? Kalau iya, bukankah itu berarti keluarganya juga sangat berpengaruh hingga bisa bekerja sama dengan Q.A Group? Woooww" gumam Gista dengan mata berbinar.
"Tidak mendapat Keegan, bukan berarti aku tidak bisa mendapat pria lainnya, bukan? Kalau begitu aku, akan aku buat Finn bertekuk lutut di depanku dan menjauh dari Aurel. Sebelum itu aku akan menundukkan Gerald terlebih dahulu sebagai cadanganku" ucap Gista dengan langkah di buat anggun dia mendekati mobil Finn yang terparkir di sana.
__ADS_1
Finn yang tengah memejamkan mata menikmati musik di bangku kemudi mobil, sambil menunggu sang kekasih. Tidak menyadari Gista yang tengah memperhatikan mobilnya dan berjalan mendekat ke arahnya.
Tok!
Tok!
Tok!
Bunyi ketukan di kaca mobil Finn, Finn membuka matanya dan terkejut melihat Gista ada di samping mobilnya dan mengetuk nya.
"Astaga, mau apa j*l*ng satu ini mengetuk, menjijikan! Aku biarkan saja sampai dia kelelahan sendiri, males respon cewek modelan begini, pasti panjang urusannya nanti" ucap Finn
"Kenapa nggak ada respon? Ada orang nggak sih di dalam? Nggak mungkin nggak ada kan? Mobilnya saja menyala, suara musik juga terdengar dari sini, pasti musiknya sangat kencang hingga ia tidak mendengar ketukanku" ucap Gista
Gista tidak bisa melihat ada orang atau tidak di dalam mobil karena kaca mobil Finn terlihat gelap dari luar. Namun ia yakin jika ada orang di dalam mobil.
Finn kesal juga lama-lama karena Gista tidak henti-hentinya mengetuk kaca mobilnya, bahkan lebih keras.
Tuuuuttttt!
"Halo Finn, ada apa? Kamu sudah bosan di parkiran?" tanya Elie dari seberang telepon.
"Sayang ada uler keket si j*l*Ng Kali jodo nih, ketukin kaca mobilku terus-terusan" ucap Finn mengeluh
"Gista? Kenapa nggak kamu usir aja?" tanya Elie
"Kok kamu tahu? Males ladenin sayang, cewek kaya dia yang ada makin di ladenin makin jadi. Jadi aku biarin aja, kau dengar kan dia mengetuknya terus-terusan, astagaaa" ucap Finn
"Aku ketemu dia tadi di resepsionis. Kalau gitu kamu pergi aja dari sana Finn, dari pada di gangguin. Kita ketemuan di AILIE Resto aja" ucap Elie
"Nggak, biar aku yang jemput kamu. Nanti biar ke sananya bareng, emang kamu kelar berapa lama lagi?" tanya Finn
"Paling lama, lima belas menit lagi selesai" ucap Elie
__ADS_1
"Kalau begitu aku keliling kota dulu sambil menunggu kamu selesai, nanti aku ke sini lagi jemput kamu. Kamu jangan lupa ganti baju yang lain, Bukannya nanti kamu ada jadwal kelas setelah makan siang? Jangan sampai talem Kalijodo itu mengenali mu nanti" tanya Finn
"Kau benar, ya sudah jika sudah selesai aku kabari kamu nanti" ucap Finn
"Iya sayang, aku pergi dulu. Aku mencintaimu" ucap Finn.
Setelah Telepon terputus Finn memegang persneling dan memasukan gigi dan menjalankan mobilnya dengan hentakan keluar dari area gedung.
Gista terkejut mobil tiba-tiba jalan dan membuatnya terjengkang dengan b*k*Ng yang mendarat duluan.
"Aaawwss, ****!!! Finn kurang ajar!!! Awas kamu!!! Awwwsss sakiitt b*k*ng ku" teriak Gista dan meringis memegangi pant*tnya.
...
Setelah Sah menjadi suami istri, Rico dan Cheryl kembali ke kediaman Eleanor untuk mengambil barang-barang milik Cheryl.
"Bawa yang di perlukan saja, mobilmu juga kasih ke ayah saja! Nanti kau pakai mobil dariku" ucap Rico dengan suara datarnya.
Cheryl hanya mengikuti apa yang di ucapkan oleh suaminya. Ia pikir jika nanti ia akan di fasilitasi oleh Rico di kediamannya yang baru jadi ia tidak masalah tidak membawa mobil kesayangannya.
"Sudah kan? Ayo masuk ke mobil!" ucap Rico setelah Cheryl kembali dari kamarnya membawa koper besar berisi pakaian miliknya.
"Cih bantuin angkat kek, nawarin bantuan kek, ini mah malah aku bawa sendiri, angkat sendiri dan masukin ke mobil sendiri" gerutu Cheryl karena Rico sama sekali tidak membantunya menaruh kopernya ke bagasi mobil.
"Jangan banyak menggerutu, cepat masuk!" ucap Rico sedikit berteriak.
Blam!
Cheryl masuk dan membanting pintu mobil dengan keras, membuat Rico terlonjak kaget.
"Bisa pelan nggak sih? Kalau nggak suka, keluar dari mobil!!!" bentak Riko kesal dengan tingkah istrinya itu.
"Ma-maaf sayang" ucap Cheryl dengan kepala menunduk dan menangis karena bentakan Rico.
__ADS_1
Bukannya iba atau menenangkan istrinya yang tengah menangis. Rico malah langsung menancap gas mengabaikannya.
...