Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Apa ini alasannya?


__ADS_3

CUP!!!


"Aku duluan ke sana, pastikan semua berjalan sesuai yang kau mau sayang" ucap Finn sambil mencium kening Elie lembut.


Elie hanya mengangguk dan membalas ucapan Finn dengan tersenyum manis.


Lalu Finn melangkah keluar dari ruangan khusus menuju ke tempat acara. Ia menghampiri papahnya yang sedang mengobrol dengan salah satu rekan bisnisnya.


"Ini anakmu Theo?" tanya salah satu pengusaha sukses di tanah air itu saat melihat Finn menghampiri keduanya.


"Benar, dia adalah putraku satu-satunya" ucap Theo dengan bangga memperkenalkan Finn sebagai anak laki-laki yang juga pewaris keluarga Lance.


"Dia sangat tampan, persis seperti kamu saat masih muda dulu" ucap rekan bisnisnya itu terkekeh.


"Ha-ha-ha, bisa saja kau ini, tentu saja anakku lebih tampan, ia mewarisi gen yang bagus juga dari ibunya" ucap Theo tertawa.


"Bagaimana kalau nanti putramu berkenalan dengan putriku? Putriku sangat cantik dan umurnya juga tidak jauh berbeda dengan putramu, hanya 1 tahun lebih muda. Mungkin mereka bisa berteman, untung-untung mereka berjodoh, biar kita bisa menjadi besan" ucap Rekan bisnis Theo tersenyum.


"Maaf saya tidak tertarik dengan putri anda! Aku hanya akan mencintai satu wanita dalam hidupku dan aku sudah menemukan nya, jadi silahkan cari teman atau calon suami yang lain" ucap Finn langsung dengan datar, dingin dan juga tegas.


Membuat tawa rekan bisnis papahnya itu seketika hilang tertiup ucapan Finn, ia jadi merasa canggung dan sedikit tidak suka dengan ucapan Finn barusan..


"Aku ke kak Angga sebentar pah" ucap Finn.


Tanpa menunggu jawaban Theo, Finn langsung meninggalkan keduanya.Tidak ada faedahnya bertemu orang-orang seperti itu.


"Maaf Gus, putraku selalu berkata blak-blakan, meskipun yang di ucapkan kamu hanyalah bercandaan. Tapi yang di bilang oleh nya benar, jika memang dia sudah memiliki calon istri yang sudah ia pilih sendiri. Aku dan keluarga juga sudah sangat mengenal dan menyukainya bahkan kami sudah memberikan restu" ucap Theo menatap rekan bisnisnya yang bernama Gusni itu dengan senyum ramah.


Namun di balik senyum ramah itu, Theo mempertegas ucapannya jika dia dan keluarga mendukung apa yang di pilih oleh anaknya.


Theo bukan tidak paham dengan perkataan rekan bisnisnya yang mereka sebut candaan. Pasalnya ia tahu persis jika banyak orang yang ingin sekali mendekati putranya.


Namun sayang pilihan putra dan juga keluarga nya memilih Elie. Hanya orang bodoh yang menyia-nyiakan gadis paling potensial menjadi calon menantu mereka.


....


Elie datang memberikan sambutan sebagai tuan rumah, orang-orang di sana yang melihat sosok Queen legendaris yang sangat misterius begitu terkesima, meskipun wajahnya di tutupi oleh topeng. Namun Auranya tidak bisa di bantah, kuat dan juga mendominasi.

__ADS_1


Setelah selesai menyelesaikan sambutan, Elie langsung turun dan berjalan menuju ke arah di mana Adrian berdiri sendirian, tengah mengambil minum di sana.


"Ayah" panggil Elie setengah berbisik dan hanya mampu di dengar oleh keduanya saja


"Queen, selamat sayang atas peluncuran produk perusahaan dan juga pengembangan wisata baru" ucap Adrian tersenyum hangat.


Entah mengapa ia ingin sekali memeluk gadis di depannya. Ia merasa jika ia berada di dekat Elie seperti tengah berdekatan dengan putri bungsunya, Rani.


"Terimakasih ayah untuk ucapan dan juga kedatangannya. Hmm, Queen ingin mengenalkan ayah dengan orang tuaku, Apa ayah tidak keberatan?." ucap Elie


"Tentu, suatu kehormatan bisa bertemu dengan orang yang sangat hebat, yang sudah berhasil mendidik putri luar bisa seperti mu" ucap Adrian tulus.


Degh!


Hati Elie berdenyut nyeri.


"Orang yang luar biasa itu adalah kamu ayah, kau sangat luar biasa sebagai ayah tunggal yang sudah membesarkanku sampai aku menjadi diriku saat ini. Meskipun saat ini orang tua Aurel juga sama berartinya bagiku, karena mereka adalah orang tua pemilik tubuh ini dan memberikan kesempatan untukku hidup dan bahagia" ucap Elie dalam hati. Sekuat tenaga ia berusaha agar tidak menangis.


"Ayo ke sana ayah" ucap Elie berjalan beriringan dengan Adrian, membuatnya menjadi sorotan orang-orang di sana.


"Mom, Dad" panggil Elie pelan.


"Sayang, kamu di sini, ini siapa?" ucap Stella sedikit mengerutkan kening saat melihat Adrian, ia terlihat mencoba mengingat sesuatu.


Ekspresi Adrian tidak jauh beda dengan ekspresi Stella. Membuat Elie menggaruk tengkuknya heran, kenapa jadi perang kerut kening, pikirnya.


"Anda bukannya suami istri yang waktu itu sudah menolong keluargaku?" tanya Adrian terkejut.


Itu berlaku bagi Kelvin, Stella dan juga Elie yang bingung.


"Ah iya, aku ingat" ucap Kelvin.


"Anda ayah gadis kecil itu bukan?" tanya Kelvin


"Ya benar, syukurlah anda masih ingat dan juga beserta keluarga dalam keadaan sehat" ucap Adrian tulus.


"Mommy dan Daddy kenal dengan ayah?" tanya Elie

__ADS_1


"Ayah?" Beo Kelvin dan Stella.


"Iya Mom, Dad. Ayah Adrian adalah orang tua Guruku yang sudah membuatku sukses seperti sekarang. Dan aku sudah menganggap Tuan Adrian sebagai ayah, begitupun sebaliknya" jelas Elie


"Ya Tuhan, terimakasih Tuan Adrian. Juga untuk Putri anda yang sekaligus menjadi guru Elie, lalu Guru Elie kemana? Saya ingin mengucapkan terimakasih karena sudah mendidik putri saya menjadi sosok yang luar biasa. Oh iya, apa guru Elie yang bernama Rani?" tanya Stella, begitu ia mengingat itu


Adrian menundukkan kepala, ia teringat putri bungsunya yang sangat dia Banggakan.


"Mom, Dad. Guruku Rani sudah meninggal" ucap Elie biasa saja, meskipun ia penasaran dari mana mommy dan Daddy nya kenal Rani.


"Ah Maaf!" ucap Kelvin dan Stella menyesal.


"Tidak apa-apa, saya juga berterima kasih karena dulu pernah menyelamatkan Rani saat dulu ia di culik" ucap Adrian.


Perkataan membuat jantung Elie berdetak sangat kencang. Kejadian dulu ia di culik, lebih tepatnya hampir di culik dan di selamatkan oleh dua orang.


Ternyata Elie mengetahui jika kedua orang itu tidak lain adalah orang tua dari pemilik tubuh ini.


"Apa mungkin ini sejenis Balas budi, hingga saat ini aku berada di tubuh Aurel" Gumam dalam hati.


Setelahnya Elie merasa begitu menyayangi mereka bertiga sebagai orang tua nya yang ia sangat sayangi dan ia hormati.


Dan beruntungnya, Kelvin dan Stella tidak keberatan jika Elie menganggap Adrian sebagai ayah angkatnya saat ini.


....


"Minumnya tuan!" ucap pelayan yang membawa dua gelas di nampannya, menawarkan minuman berisi alkohol dan juga orange juice.


Finn mengambil gelas berisi orange jus, ia meminumnya dengan santai, hingga tandas.


Dari sudut aula, dua orang wanita tersenyum melihat Finn menghabiskan minumannya dalam sekali minum.


"Aku tidak menyangka dia begitu mudah kita jebak" ucap wanita salah satunya.


"Benar, sekarang tugas kamu!" ucap wanita 1 pada wanita 2. Kemudian ia melangkah keluar dari Aula tempat acara berlangsung.


...••••...

__ADS_1


__ADS_2