Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Anak Cheryl


__ADS_3

Cheryl mengerjapkan matanya saat ia sudah terbangun. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, namun ia tidak mendapati siapapun di sana.


Tak lama telinganya menangkap suara gemercik air di dalam kamar mandi. Cheryl tersenyum tenang, ia pikir dirinya sendirian. Ternyata Ari senang mandi, pikirnya.


Ceklek!


Pintu kamar mandi terbuka, memperlihatkan sosok laki-laki tampan dengan tubuh yang sangat atletis.


Ini salah satu daya pikat seorang Ari, selain dirinya seorang pengusaha yang sukses, namun ia juga mumpuni dalam penampilan juga aksi berolahraga di ranjang. Dan itu di akui oleh Cheryl.


Meskipun ketampanan Ari sebelas dua belas dengan Rico, namun tidak di pungkiri jika masih ada rasa cinta yang tersisa di hati Cheryl untuk mantan suaminya itu.


Namun sayang, ia tidak terlalu mempedulikan masalah hati, toh cinta tidak bisa membuatnya kenyang dan juga menikmati gaya hidup mewah seperti sekarang ini, pikir Cheryl.


"Sayang, kamu sudah bangun?" ucap Ari terkejut saat melihat Cheryl yang tengah menatapnya.


"Sudah, oh iya mana anak kita sayang? Apa dia sehat? Laki-laki atau perempuan? Aku ingin melihatnya, bisa kah kau bawa dia kemari?" tanya Cheryl antusias.


Bagaimana pun ia seorang ibu, tentu saja ia menyayangi anak yang sudah ia kandung dan ia lahirkan. Ia akan melimpahkan kasih sayang untuk anaknya dan memberikan keluarga yang utuh.


Ia tidak ingin anaknya kekurangan kasih sayang dari salah satu orang tuanya, sama seperti dirinya.


"Sayang, maaf kan aku, bayi kita sudah aku bawa pulang dan di rawat oleh babysiter. Karena mengingat kondisi kamu yang masih lemah. Setelah kamu pulih, kita akan berkumpul dengan keluarga kecil kita. Dia perempuan sayang, cantik seperti mamahnya. Aku juga tidak sabar menikahimu dan merawat anak kita bersama-sama nantinya" ucap Ari terdengar antusias.


"Syukurlah dia baik-baik saja, aku akan segera pulih agar bisa segera bertemu putri kita" ucap Cheryl tersenyum.


Meskipun ia kecewa tidak bisa melihat anaknya sekarang, namun ia lega karena putrinya baik-baik saja.


Ia juga sangat senang melihat betapa antusias dan bahagianya Ari menceritakan putrinya. Ia yakin jika putrinya akan tumbuh mendapatkan kasih sayang yang melimpah dari kedua orang tuanya.


"Sayang, aku harus berangkat ke kantor, hari ini ada pertemuan dengan klien dari luar negeri dan hanya memiliki waktu hari ini saja. Kamu tidak apa-apa aku tinggal?" ucap Arie dengan raut wajah merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa, kan di sini ada dokter dan perawat yang menjagaku" ucap Cheryl menghela nafas, karena sejujurnya ia masih merindukan Ari yang jarang pulang dan menemui dirinya.


"Aku akan meminta Jum menemani kamu di sini sayang. Aku berangkat dulu ya" ucap Ari tersenyum dan mengecup kening Cheryl singkat.

__ADS_1


...


Di sebuah mansion mewah di pusat kota, seorang wanita cantik tengah asik menciumi wajah bayi merah yang sangat menggemaskan dan tengah tertidur itu.


"Hmm, wangi. Abis mandi kamu wangi sekali sayangnya mamah, tapi kamu langsung tidur saat di pakaikan baju" ucap wanita itu terus menciumi wajah bayi itu.


"Sayang kamu sedang apa?" ucap seorang pria yang tidak lain adalah Ari.


"Sayang, kamu sudah pulang, aku kira kamu masih di rumah sakit" ucap wanita itu mencium tangan suaminya.


Ya, wanita itu adalah Riana Istri dari Ari.


"Aku merindukan kalian berdua, apa putri kita rewel sayang?" tanya Ari


"Nggak rewel sama sekali, dia abis mandi dan tertidur. Kamu kalau mau pegang atau cium putri kita, cuci tangan dulu sana" ucap Riana


"Iya istriku sayang" ucap Ari sambil terkekeh dan mencuri kecupan di bibir istrinya.


Setelah cuci tangan, ia menghampiri dua wanita yang ia sayangi itu.


"Iihh, putri papah, kebo! udah di guwes nggak bangun-bangun" ucap Ari


Plak!


sebuah geplakan mengenai bahunya kirinya.


"Awwwss sakit sayang!" ucap Ari meringis


"Kamu sembarangan panggil Rani Kebo! Dia itu punya nama sayang, kan kamu yang kasih dia nama. Namanya cantik eh malah di panggil kebo" sungut Riana cemberut.


"Hehe, iya maaf sayang, nggak sengaja. Maafin papah juga ya Airani putri papah yang cantik jelita" ucap Ari yang di sambut kekehan Riana.


Meskipun Airani bukan putri kandungnya, namun ia sangat menyayangi putri dari suaminya itu. Terlebih ia tidak bisa memiliki anak setelah di vonis mandul.


Walaupun awalnya ia kecewa saat suami mengatakan ia menghamili wanita lain, namun Ari meyakini dirinya, bahwa ia tidak memiliki rasa cinta untuk wanita itu dan hanya ada dendam di hatinya.

__ADS_1


Riana sangat tahu mengapa suaminya melakukan hal itu, meski ia juga sakit hati, namun ia bersyukur Ari masih bertahan dengan keadaannya yang tidak sempurna.


Airani, ya nama bayi itu adalah Airani. Tepatnya Queena Airani Jafar. Namanya sangat mirip dengan seseorang yang namanya tidak bisa terhapus dan tergantikan oleh orang lain di hati Ari.


Riana tahu hal itu, namun ia tidak mempermasalahkannya, karena ia tahu wanita yang di cintai suaminya sudah meninggal 9 bulan yang lalu. Dan Ari sudah mulai membuka hati untuknya meski tidak sepenuhnya.


...


Di kediaman Adhisti suasananya cukup sibuk, apalagi mengingat jika lusa adalah acara Akbar yang akan di adakan oleh keluarga besar paling bergengsi di negara kita, abad ini.


Di sebuah artikel mengatakan jika pernikahan yang mencakup empat keluarga besar, yang mana merupakan keluarga konglomerat terkaya dua, tiga, lima dan keluarga terkaya di negara tetangga. Bahkan pesta pernikahannya saja di adakan di stadion Utama Ibukota.


Bisa di bayangkan semeriah dan semegah apa acara pernikahan Akbar ini.


"El, apa kamu tidak gugup?" tanya Alexa yang kini tengah berada di kamar adiknya, Elie.


Ketiga anak Adhisti saat ini tengah di pingit tidak boleh keluar rumah dan menghubungi pasangannya sampai Hari H.


"Gugup sudah pasti kak" ucap Elie tersenyum


"Ah kamu mana ada terlihat gugup" ucap Alexa


"Coba kakak pegang tangan aku" ucap Elie


Alexa langsung memegang tangan Elie dan terkejut, karena merasakan tangan Elie dingin.


"Aku kalau gugup nggak terlihat Kak, tapi dapat di rasakan dari telapak tanganku yang mulai dingin dan berkeringat" ucap Elie


"Iya El, tangan kamu dingin dan berkeringat. Kamu tidak sedang sakit kan?" tanya Alexa cemas.


Elie menggeleng dan tersenyum.


"Nggak kak, aku sehat kok. Ini bisa terjadi kalau aku gugup" ucap Elie terkekeh.


Alexa menghela nafas lega karena Elie tidak sakit. Bisa di lihat dari wajahnya yang masih cerah dan tidak pucat juga.

__ADS_1


...••••...


__ADS_2