Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Mencoba mengikhlaskan


__ADS_3

Elie menghela nafasnya panjang, ia kemudian menceritakan semua yang terjadi pada ayahnya, tidak ada satupun yang terlewat.


Mendengar itu Adrian tentu saja terkejut, hatinya sakit mendengar apa yang terjadi pada putri sulungnya. Meskipun kelakuan Cheryl sangat buruk, tapi tetap saja sebagai seorang ayah, dia sangat menyayangi kedua anaknya.


Adrian terdiam cukup lama, ia sungguh tidak tahu harus berbuat apa. Namun putri bungsunya kini meminta pendapatnya, yang berarti, Elie juga belum mendapatkan solusinya.


Adrian menghela nafas, ia kemudian membuka satu botol air mineral yang memang tersedia di meja sofa tamu, sebelum memberikan pendapatnya.


"Jujur ayah terkejut dan juga terluka mendengar apa yang terjadi pada kakakmu, El. Terlepas dari apapun alasannya, yang di lakukan Ari memang sangatlah salah, namun ayah juga tidak bisa menyalahkan dia sepenuhnya. Karena ayah sangat tahu watak kakak kamu itu, pasti ia yang memulai semuanya seperti yang kamu ceritakan, dan dia menuai semua yang ia tabur di masa lalu.


Ini semua membuat ayah tidak bisa berpikir jernih, namun ayah harus berpikir secara rasional. Jujur saja ayah sedikit tidak yakin, jika Rani kecil harus di asuh oleh kakakmu dengan sifatnya yang seperti ini" ucap Adrian


"Lalu bagaimana yah? Apa ayah mau aku dan mas Finn yang merawatnya?" tanya Elie yang mendapat gelengan Adrian.


"Ayah tidak setuju! Ayah sangat percaya kamu sangat baik dan pasti menyayangi Rani kecil seperti anakmu sendiri dan tidak akan mungkin membalas perlakuan kakakmu yang sudah menyakiti mu. Tapi saat ini kamu sudah punya keluarga sendiri, ayah tidak ingin mengambil resiko, apalagi anak Cheryl adalah perempuan" ucap Adrian, ia tidak ingin mengambil resiko sekecil apapun.


"Aku juga setuju dengan ayah. Bukan berarti aku tidak menyayangi keponakan kita, sayang. Namun kita tidak bisa sembarangan mengadopsi anak. Meskipun itu anak dari saudara kita sendiri, kita harus siap dengan resiko kedepannya. Terlebih kedua orang tua Rani kecil masih hidup" ucap Finn


"Lalu Solusi nya? Kita harus melakukan apa pada Ari dan Rani kecil?" tanya Elie lagi.


"Meskipun ayah tidak menyalahkan Ari, tapi ayah juga sebagai seorang ayah harus bisa memberikan keadilan untuk putri ayah. Ayah tetap akan menghukum Ari dengan melaporkannya ke pihak berwajib, meskipun hanya dengan tuntutan ringan. Ayah melakukan itu agar dia belajar dari kesalahannya dan tidak mengulanginya di masa depan, entah pada siapapun itu" ucap Adrian memberikan pendapatnya.


"Lalu bagaimana dengan Rani kecil?" tanya Elie lagi.


"Biarkan dia di rawat Riana sementara waktu, setelah Cheryl sadar. Kita akan membicarakannya lagi" ucap Adrian lagi


"Aku juga berpikir hal yang sama dengan yang ayah tadi bilang, sayang. Meskipun Ari melakukannya semata-mata karena membalas dendam untukmu, tapi tetap saja yang ia lakukan adalah salah dan dia pantas mendapatkan hukuman. Untuk masalah Rani kecil, kita biarkan sementara ia bersama ibu sambungnya" ucap Finn


"Baiklah, aku ikut saja. Karena aku pikir ini adalah solusi yang terbaik" ucap Elie

__ADS_1


Drrrrtttt....


Tiba-tiba telepon Finn bergetar, nama Arthur tertera di sana. Setelah meminta izin untuk mengangkat telepon. Finn langsung menggeser icon berwarna hijau itu.


"Hallo" ucap Finn


"......."


"Ya Tuhan, kamu cepat panggil dokter!" ucap Finn lagi


"......."


"Hmm, aku akan kesana sebentar lagi" ucap Finn kemudian menutup teleponnya.


"Ada apa mas?" tanya Elie.


"Kalau begitu ayo kita ke sana!" ucap Adrian langsung berdiri.


Finn dan Elie mengikuti Adrian yang sudah keluar terlebih dulu. Mereka menggunakan mobil yang sama menuju ke rumah sakit.


....


Berbeda dengan seseorang di sebuah kamar di rumah mewah di pusat kota.


Seorang pria tengah menatap sendu dengan air mata yang mulai menetes di pipinya. Di tangannya ada sebuah majalah terbaru yang baru saja terbit 2 hari yang lalu.


Pria itu tidak lain dan tidak bukan adalah Gerald, ia tengah menatap sendu ke arah foto pernikahan Elie dan Finn yang berhasil di abadikan oleh salah seorang wartawan di sebuah majalah.


Judul di sampul majalah itu 'PERNIKAHAN AKBAR putra dan putri keluarga Adhisti, keluarga Lance, keluarga Demetri dan juga keluarga Sanjaya dari negara tetangga"

__ADS_1


Awalnya Gerald belum mendengar berita wanita yang dulunya selalu mengejar-ngejar dirinya itu kini sudah menikah.


Dirinya tahu setelah kedua orang tuanya mengajaknya untuk menghadiri pernikahan Akbar, yang mana salah satu mempelai wanitanya adalah Elie.


"Aku sudah tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan kamu, Rel. Aku sungguh sangat menyesal dulu telah menyia-nyiakan wanita yang mencintaiku dengan tulus seperti kamu" ucap Gerald


"Haaaahhhh, sepertinya sudah saatnya aku bangkit. Namun aku tidak akan sanggup move on jika masih melihat dirimu, terlebih melihat kamu dengan pria lain" ucap Gerald lagi mengusap wajahnya.


"Aku harap kamu selalu bahagia, hidup bersama dengan Finn. Semoga Finn selalu memperlakukan kamu dengan baik. Jika tidak, aku mungkin akan kembali dan mencoba merebut mu meskipun hal itu sangat mustahil di lakukan pria itu" ucap Gerald dengan terkekeh sendiri.


Gerald lalu melangkah keluar kamar dan menuju ruang keluarga, di mana kedua orang tuanya ada di sana. Ia melangkah mendekati papah dan mamah nya .


"Pah-mah" ucap Gerald


"Sayang, tumben kamu di rumah, biasanya kamu keluar sama teman-temanmu?" ucap Mamah Gerald.


"Sedang malas keluar mah. Oh iya mah pah, Gerald sudah memikirkan nya dan setuju dengan ucapan papah kemarin" ucap Gerald yakin


"Kamu yakin?" tanya papah Gerald tersenyum senang, yang kini di angguki oleh putranya.


"Ya pah aku yakin, sudah saatnya aku belajar menghandle perusahaan. Aku siap di kirim papah ke Italia, dan belajar bisnis dengan kakek dan Om George di sana" ucap Finn yakin


"Keputusan yang bagus nak, kalau begitu orang papah akan urus keberangkatan kamu ke sana lusa" ucap Papah Gerald


"Baik Pah" ucap Gerald tersenyum lembut.


"Aku harap dengan aku pergi jauh, aku bisa melupakanmu Rel. Meskipun itu hal yang paling sulit, aku akan berusaha ikhlas menerimanya" ucap Gerald dalam hati.


...••••...

__ADS_1


__ADS_2