
Finn memundurkan langkahnya, ia melihat aksi gila Tri yang merobek pakaiannya sendiri dan berteriak meminta tolong dengan kencang.
Finn yang merasa jijik, melangkah pergi meninggalkan wanita gila itu. Apa lagi ia sangat tidak ingin melihat tubuh wanita lain selain tubuh Elie nantinya setelah mereka menikah. Finn juga hampir saja memuntahkan isi perutnya saat melihat Aksi Tri yang membuatnya mual itu.
Melihat Finn ingin pergi, Tri mendekat dan menghalangi Finn pergi dengan memeluk kakinya.
"Lepaskan tangan kotor mu itu dari kakiku!" Bentak Finn, dan menghempaskan pelukan Tri di kakinya dengan menendangnya dan membuat Tri jatuh tersungkur.
"Aaahhhh, toloooong" teriak Tri lagi sembari menahan sakit akibat jatuh di tendang Finn.
"Dasar wanita gila!" maki Finn.
Saat Finn hendak pergi, beberapa orang muncul dan terkejut melihat keadaan Tri yang tersungkur di tanah dengan pakaian acak-acakan.
"Apa yang terjadi?" tanya salah satu mahasiswa yang datang dengan nada terkejut.
"Tolong, Dia hampir memper**saku huuu huuu" ucap Tri sambil menangis.
Beberapa orang di sana terkejut dan menoleh ke Finn dengan tatapan tajam, menuntut jawaban.
"Aku? per**sa kamu? Cih, bahkan menyentuhmu saja aku tidak Sudi, dasar wanita gila!!!" ucap Finn
Meskipun semua orang ragu Finn yang terkenal dingin dan anti Cewek kecuali Elie, bisa melakukan hal itu. Namun kondisi mengarah padanya dan juga tidak ada orang lain selain mereka berdua sebelum orang-orang datang karena teriakan Tri.
Elie dan Dareen hampir datang bersamaan. Elie mengerutkan keningnya melihat keadaan Tri, namun setelah mendengar batinan Dareen yang di belakangnya, ia tahu kebenarannya.
"Finn" panggil Elie.
"El" ucap Finn berjalan menghampiri kekasihnya itu.
"Berhenti!!" Tiba-tiba Dareen menghalangi langkah Finn.
"Apa-apan kamu menghalangi ku, minggir!!" bentak Finn
__ADS_1
"Jangan sentuh Aurelie dengan tangan kotormu itu, kau harus bertanggungjawab atas apa yang sudah kamu perbuat pada gadis itu!" ucap Dareen, menunjuk Tri dengan dagunya.
"Cih, aku tidak perlu tanggung jawab, karena aku tidak melakukan apapun! Dan apa Hak kamu melarangku berdekatan dengan pacarku sendiri" ucap Finn, Dareen ingin menjawab namun sebuah suara terdengar.
"Ada apa ini???" tanya Dosen yang menjadi penanggung jawab acara camping.
"Laki-laki ini hendak memperkosa wanita sebelah sana, pak! Tapi ia menolak mengakuinya dan hendak kabur" ucap Dareen membuat Dosen itu menoleh ke arah Finn.
"Beraninya kau bertindak tidak tahu malu, di sini!!! Kalian, bawa dia ke tenda sekarang juga, bapak akan mengabari polisi dan biarkan aparat yang menindak" ucap Dosen.
"Tunggu!! Atas dasar apa anda menuduhku dan menangkapku? mana buktinya jika aku melakukan hal kau tuduhkan?" ucap Finn tanpa bergeming sedikitpun.
"Bukti memang tidak ada, tapi di sini ada saksi. Dan semua orang bisa melihat keadaan wanita yang sudah kau lecehkan. Tidak ada orang lain selain kamu yang berada di sini sebelum kamu datang" ucap Dareen.
Dalam hati ia tertawa puas
"Sebentar lagi, kau akan kehilangan kepercayaan dan juga cinta Aurelie. Finn bodoh!!! Kamu tidak akan bisa menghindar dari malapetaka ini. Kau hanya bisa pasrah dan bertanggung jawab pada wanita itu, karena tidak bisa membuktikan jika kamu tidak bersalah. Dan aku akan menjadi satu-satunya laki-laki yang berhak atas Aurelie" ucap Dareen dalam hati.
"Apa kamu ada bukti jika kamu tidak bersalah?" tanya Dosen menatap tajam ke arah Finn.
"Jika Finn terbukti tidak bersalah, apa hukuman untuk orang yang terlibat menjebaknya?" tanya Elie angkat suara.
Semua orang menoleh ke arah Elie, tak terkecuali Finn dan Dareen juga Doseen.
"El, kamu percaya padaku?" ucap Finn tersenyum sembari berjalan ke arah Elie.
"Ya, sebelum ada Bukti yang benar-benar membuktikan jika kamu bersalah, aku akan selalu mempercayaimu. Aku juga lebih mengenalmu di bandingkan orang yang ada di sini" ucap Elie
"Terimakasih sayang" ucap Finn menggenggam tangan Elie erat.
Dareen menggeram kencang dalam hati, ia tidak suka melihat kemesraan keduanya. Di tambah ia terkejut jika Elie masih mempercayai Finn.
"Aurelie, kenapa kamu percaya padanya. Lihat wanita yang sudah di lecehkan oleh bajingan itu. Kau tidak kasihan padanya?" ucap Dareen menatap Elie lembut dan rasa cemburu.
__ADS_1
"Dia benar, kau wanita kan?? Hikss... Harusnya kau tahu perasaanku yang sesama wanita, hiks.. bagaimana jika saat ini kamu yang berada di posisi ku?" ucap Tri seraya menangis tersedu-sedu.
Semuanya kini kembali ke tenda, sesuai instruksi Dosen. Dan mereka akan melakukan sidang terbuka di sana.Semua mahasiswa semuanya berkumpul melihat apa yang terjadi.
Hampir seratus mahasiswa dan mahasiswi berkumpul mengelilingi Finn dan Tri yang tubuhnya sudah di balut kain.
"Jawab pertanyaanku, apa hukuman untuk orang yang sudah menjebak Finn, jika ia terbukti tidak bersalah?" tanya Elie lagi.
"Itu jika ia tidak bersalah, bagaimana jika ia benar-benar melakukan hal itu?" tanya Dareen balik.
"Aku akan memutuskan hubunganku dengannya dan juga memastikan ia bertanggung jawab untuk menikahi wanita itu, jika Finn benar-benar bersalah" ucap Elie tanpa ragu.
Dareen yang mendengar itu berbinar senang, dirinya yakin jika Finn tidak memiliki bukti untuk mengelak.
"Jika Finn tidak terbukti bersalah, bagaimana jika Orang yang sudah menjebaknya di keluarkan dari kampus dan di tuntut atas pencermaran nama baik. Bagaimana?" ucap Elie lagi.
"Setuju....!!!" sorak yang lain.
Menurut mereka itu adalah hukuman yang adil. Dareen dan Tri terkejut, namun mereka tetap tenang dan yakin jika mereka akan menang dalam taruhan ini.
"Setuju" ucap Dareen.
"Bagaimana Finn, apa kamu memiliki bukti untuk membebaskan kamu dari tuduhan ini?" tanya Dosen, berlaku sebagai hakim.
"Bapak dan semuanya bisa lihat, jika aku benar-benar memaksa dan mem***kosa Dia. Kenapa pakaianku tidak kusut sama sekali? Hanya celana kanan bagian betis yang terlihat kusut?" ucap Finn.
Semua orang terdiam, Tri terkejut karena baru menyadari pakaian Finn masih terlihat rapih.
"Tau kenapa hanya celana kananku yang kusut? Itu karena DIA!" ucap Finn menunjuk Tri.
"Menghalangiku dengan memeluk sebelah kakiku, karena aku tidak menggubris aksinya dan hendak pergi, dan justru berteriak minta tolong hingga kalian datang!" lanjut Finn.
"Gunakan otak kalian!! Lihat pacarku, Elie. Yang adalah wanita tercantik yang pernah aku kenal, jadi kenapa aku harus memaksa wanita seperti DIA? Sorry tidak LEVEL!!! Levelnya sangat jauh dari pacarku. Bahkan tanpa memaksa, seribu wanita seperti dia, rela melemparkan tubuhnya padaku tanpa aku minta. Sayang sekali, aku hanya tertarik pada satu gadis, yaitu kekasihku Elie dan aku tidak tertarik dengan wanita lainnya" ucap Finn
__ADS_1
Semua orang terdiam memikirkan ucapan Finn, Dareen mengepalkan tangannya. Sedangkan Tri gemetar takut.
...•••...