
At Banjarmasin
Setelah mengecek semua masalah di kantor cabang, Keegan kembali beristirahat hotel dan akan makan siang terlebih dahulu sebelum melanjutkan pekerjaannya. Ia makan di restoran yang tersedia di hotel. Karena perbedaan waktu antara ibukota dan Kalimantan adalah satu jam, jam makan siang di sini lebih cepat datangnya.
Keegan memesan Nasi itik gambut, karena sejak ia menginjakkan kakinya di kota Banjarmasin, ia penasaran dengan rasa makanan khas satu ini.
Saat menunggu makanan, ternyata ia di sapa oleh seseorang yang cukup ia kenal sebagai pengusaha tekstil di ibukota, Pak Didi Suratno.
"Halo tuan Keegan, Apa anda masih mengingat saya? Senang rasanya bisa bertemu anda di kota Banjarmasin ini" ucap Didi tersenyum senang melihat pebisnis sukses di depannya.
"Oh, Halo juga Pak Didi, tentu saya masih mengingat anda" ucap Keegan dengan nada biasa dan wajah datar tanpa senyuman sama sekali.
Didi tentu biasa saja melihat wajah datar dari orang berpengaruh dari perusahaan nomor satu di negaranya itu. Dia sangat mengenal sosok Keegan sebagai pebisnis tampan, kaya dan juga sangat dingin.
Mata Keegan tak sengaja melihat wanita di samping Didi, ia mengerutkan keningnya. Keegan nerasa familiar, seperti pernah melihat wanita itu sebelumnya. Namun ia masih belum bisa mengingatnya.
Wanita yang tidak lain adalah Gista itu, tersenyum malu-malu melihat Cowok tampan seperti Keegan menatapnya.
"*Kenapa dia menatapku? A**pa dia menyukaiku? Oh tentu saja, siapa yang tidak menyukai wanita cantik sepertiku. Lihatlah wajah tampannya, astaga... Tampan sekali sampai rahimku berdenyut hangat melihatnya. Melihat si Pak tua Didi menyapa dengan hormat padanya, bukankah itu berarti pria tampan itu lebih kaya dan berkuasa dari padanya? Aku harus mendapatkan dia, dia jelas lebih tampan dari Gerald, meskipun masih tampan dengan Finn sih. Tapi itu tidak masalah, toh aku yakin pria ini lebih hebat secara finansial tentunya dari mereka berdua" Gumam Gista dalam hati*.
Meskipun begitu, Gista tetap menjaga sikapnya di depan Didi, Daddy sugarnya. Ia tidak mungkin secara terang-terangan memperlihatkan rasa tertariknya pada Keegan.
"*Oh aku ingat, bukankah dia ular yang menjadi benalu di kehidupan Queen. Cih ternyata ular menjelma menjadi talem alias talemb*k, cih menjijikan sekali dia menatapku seperti itu" ucap Keegan dalam hati, seketika ia merinding di buatnya*.
"Perkenalan di samping saya adalah putri saya, namanya Gista" ucap Didi memperkenalkan Gista sebagai putrinya.
Karena ia tidak mungkin memperkenalkan Gista sebagai kekasih gelapnya. Yang ada membuat nama baiknya di mata Keegan menjadi jelek. Tentu saja Gista tersenyum merasa senang, mengingat dirinya tidak terekspos sebagai seorang wanita simpanan di depan pria tampan dan kaya.
"Bukankah anda hanya mempunyai dua anak laki-laki" ucap Keegan dengan senyum kecut mengetahui kebohongan yang terlihat jelas di matanya.
"Ah, itu benar tuan Keegan. Gista memang bukan anak kandungku, dia adalah anak dari sepupuku namun sudah aku anggap sebagai putriku sendiri" ucap Didi berbohong dengan keringat di keningnya, ia tidak menyangka ketahuan secepat ini.
__ADS_1
"Oh" ucap Keegan singkat dan datar.
Tak lama kemudian pelayan datang mengantarkan pesanan makan Keegan dan menatanya di meja.
"Kalau begitu saya tidak lagi mengganggu waktu makan siang anda Tuan Keegan, saya harap bisa bertemu dengan anda lagi. Saya permisi" ucap Didi pamit dengan sopan, begitu pun dengan Gista yang tersenyum manis sambil sedikit membungkuk, memlerlihatkan belahan dada bukit kecilnya itu.
"Hmm" balas Keegan malas, ia tidak menatap Gista sama sekali. Tidak penting dan Kurang kerjaan pikirnya jika harus melihat mahluk menjijikan di depannya itu.
...
Finn berkunjung lagi ke rumah sakit, ia membawakan makan siang untuk keluarga Elie (Kita sebut saja sekarang Elie).
Dia juga di sambut hangat oleh semua keluarga Elie di sana, kecuali Kelvin yang tengah keluar karena urusan pekerjaan. Finn sudah tidak secanggung seperti kemarin dan mulai akrab dengan yang lainnya.
"Apa tidak merepotkan kamu nak?" tanya Stella saat menerima. Rantang makanan yang di berikan oleh Finn.
"Tidak tante, kebetulan aku sedang tidak ada kegiatan hari ini, tidak ada kelas kuliah dan kebetulan mamah sengaja memasak untuk kalian. Oh iya tante, ada salam dari mamah untuk tante" ucap Finn sopan
"Iya tante, nama Mamah Finn, Fara. Kata mamah tante adalah teman mamah" ucap Finn lagi
"Fara Lance?" tanya Stella terkejut
"Benar tante" ucap Finn tersenyum
"Astaga, ternyata kamu anak Fara. Ya Tuhan, dunia ini sempit sekali" ucap Fara terkekeh
"Keluarga Lance? Berarti kamu sepupuan dengan Sean dong Finn?" ucap Angga yang masih berbaring di tempat tidurnya.
"Kak Angga kenal Sean?" tanya Finn terkejut saat ia mendengar Angga mengenal Sean.
Elie yang mendengar nama Sean di sebut terkejut juga. Bagaimanapun ia tidak ingin Finn salah paham terhadapnya, meski hubungan mereka masih menggantung sampai saat ini.
__ADS_1
"Aku tahu, dia pernah ke rumah sekali, ya kan Xa" ucap Angga watados dan Alexa hanya mengangguk camggung.
Angga yang tidak tahu jika saat ini Finn tengah mengejar adik bungsunya itu. Saat Elie bercerita dia masih dalam keadaan tidak sadar dan belum ada yang menceritakan hal ini padanya.
"Oh..." ucap Finn, hatinya sedikit merasa sakit saat tahu Sepupunya itu sudah mulai start sejak lama.
Namun Ia bersyukur dirinya sudah lebih dulu mengutarakan isi hatinya pada Elie. Setidaknya ia tidak menyesal di kemudian hari, karena sudah keduluan laki-laki lain dan kehilangan kesempatan untuk bersama Elie.
Elie melihat wajah Finn yang berubah sendu, ada rasa sakit di hatinya melihat pria di depannya itu bersedih.
...
Malam harinya, Elie sudah bersiap dengan pakaian hitam-hitam dari ujung sambut hingga kaki, bahkan topengnya pun berwarna hitam dengan ukiran mahkota dan tepi topeng berwarna gold.
Hari ini ia bertindak sebagai Queen A dan sebagai eksekutor untuk target dari the darkness/DN.
Rambutnya ia kuncir kuda, sepatu bot dengan hak 7cm yang sangat runcing, tidak menghalangi geraknya, justru di jadikannya senjata. Senjata api berada di pinggang kanan dan kirinya. Juga dua belati kecil yang terselip di pahanya dan knuckle di tangan kanannya.
Ia sengaja membawa dua senjata api jenis Revolver berkaliber 22 dengan isi isi 10 peluru, di pinggang kirinya. dan senjata api tipe FN Five-Seven dengan isi 20 peluru di pinggang kanannya.
"Apa kalian siap?!" ucap Queen tegas dan dingin.
"Siap Ketua!" ucap serentak anggota yang datang sekitar 12 orang.
6 orang dari tim Alpha termasuk 01 dan 03, 1 orang dari tim beta dan 5 orang dari tim mega. Tim beta di sini guna memberikan instruksi khusus terhadap eksekutor dan tim yang lain setelah menganalisa lawan dan situasi dari alat canggih yang mereka miliki.
Namun meskipun begitu, mereka bertugas hanya untuk Stand by dan mengawasi keadaan dan minimalisir hal tidak di inginkan terjadi. Karena semua nya akan di lakukan oleh Queen A seorang, seperti yang sudah dia rencanakan dari awal.
"Les's play the game" ucap Queen A menyeringai.
...
__ADS_1
Maaf untuk hari ini upload 1 Bab dulu 🙏