Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Perceraian


__ADS_3

Kedekatan Sean dan Alexa cepat sekali menyebar, namun gosip itu beredar hanya dalam lingkaran perusahaan. Hubungan mereka masih belum terendus oleh media.


Meskipun belum resmi menyandang status berpacaran. Sean memperlakukan Alexa seperti kekasihnya sendiri, setiap hari ia memberikan perhatian yang besar pada gadisnya itu. Ia tidak ingin kehilangan wanita yang di cintai nya untuk kedua kalinya.


"Kenapa kakak tidak menerima cinta Sean? Aku lihat dia begitu tulus padamu, Kak" ucap Elie pada kakak perempuannya.


"Aku masih ragu dengan perasaanku El" ucap Alexa


"Apa kakak masih berpikir tentang perasaan Sean padaku sebelumnya?" tanya Elie


Melihat Alexa terdiam, Elie melanjutkan ucapannya.


"Kak, perasaan Sean padaku hanya sebatasan perasaan sementara. Sedangkan perasaannya pada kakak aku yakin begitu tulus. Kakak bisa lihat cara ia mendekati kakak, jauh berbanding terbalik saat dulu ia menyukaiku, bukan?" ucap Elie


"Aku tidak tahu El" ucap Alexa menunduk


"Jangan terlalu lama menggantung perasaan seseorang, hanya karena ia saat ini sangat menyukaimu. Sean juga manusia, ia punya batas sabar untuk menunggu, jangan sampai kakak menyesalinya saat cinta itu sudah pudar atau menghilang" ucap Elie mengingatkan


Alexa memikirkan apa yang di ucapkan adik satu-satunya itu. Memikirkan tentang Sean yang menyerah mendekatinya, entah mengapa ada perasaan tidak rela di hatinya.


...


Rico berdecih saat ia mendapati surat dari pengadilan agama dan surat lain di depan rumah kontrakannya.


Ia membuka surat dari wanita yang masih sah menjadi istrinya itu. Rico meremas surat yang di tulis Cheryl, setelah selesai membacanya.


Di surat itu mengatakan jika Cheryl menggugat cerai, di surat itu juga ia mengatakan jika bayi yang ia kandung bukanlah anaknya, melainkan anak dari kekasih gelapnya.


"Sial!!! Jadi selama ini, ia menyelingkuhi ku! Bahkan sejak saat aku belum menikah dengan Rani" umpat Rico marah.


Ia semakin menyesal mengkhianati istrinya yang begitu setia dan tulus padanya.


"Maafkan aku Rani sayang, aku terlalu bodoh. Hingga telat menyadari ada berlian berharga di depan mataku. Namun masih berpaling dan memungut batu kali yang aku kira lebih bernilai. Namun saat aku menyadarinya, kamu sudah pergi jauh dan tidak bisa aku gapai. Tolong maafkan aku, aku harap di kehidupan selanjutnya. Tuhan mempertemukan aku denganmu, dan aku tidak akan menyia-nyiakan kamu lagi" ucap Rico menyesalinya.


Rico bergegas mengambil pena dan membubuhkan tanda tangan di surat gugatan dari istrinya, Cheryl.


"Mulai detik ini kita bukan lagi suami istri, Cheryl! Semoga kau bahagia bersama dengan laki-laki pilihanmu. Aku tidak akan menyesali keputusanmu untuk pergi dariku, aku harap kau pun demikian" ucap Rico

__ADS_1


"Aku juga tidak akan marah dengan pengkhianatanmu padaku, mungkin ini semua adalah karma atas perbuatan ku di masa lalu. Aku akan menebus semua kesalahanku pada Rani, dan tidak akan menikah lagi seumur hidupku. Aku tidak ingin ada wanita lainnya yang aku sakiti hanya demi ke egoisanku dan nafsu duniaku semata" ucap Rico dengan meneteskan air matanya dan mendongakkan wajahnya ke atas.


Ia mengingat perlakuannya pada istrinya dulu.


"Aku merindukanmu Rani, maafkan aku" lirih Rico mengingat senyum mendiang istrinya dan juga wajah terkejut, marah, kecewa dan juga sakit saat memergoki dirinya dengan Cheryl.


Ia sudah mengambil keputusan untuk tidak lagi menikah, rasa penyesalan di hatinya tentang pengkhianatannya pada Rani. membuat hatinya membeku dan tidak ingin berhubungan dengan wanita manapun lagi.


...••••...


Elie turun dari tangga, ia melihat Finn tengah duduk bersama Daddy nya dan juga Angga di ruang tamu.


Stella sudah berangkat ke resto, sedangkan Alexa sudah di jemput Sean. Keduanya berencana ingin pergi ke pantai, Sean juga saat ini mengatur pekerjaannya agar memiliki waktu bersama Alexa.


"Kau sudah lama sampai?" tanya Elie saat ia sampai di ruang tamu.


"Tidak juga" ucap Finn tersenyum.


"Kalian sudah mau berangkat?" tanya Angga


"Kalau begitu Om titip putri cantik om padamu, Finn" ucap Kelvin tersenyum


"Tentu Om, aku akan menjaga bidadari cantik nya Om" ucap Finn tersenyum hangat.


"Berangkatlah, hati-hati di jalan" ucap Angga dan Kelvin bersamaan.


Finn dan Elie kemudian pamit menyalami keduanya bergantian. Finn dengan sigap membukakan pintu mobil untuk pujaan hatinya.


Hari ini mereka akan melakukan camping perdana mereka di k pegunungan tertinggi di pulau yang sangat padat penduduk di negara ini.


Finn menggenggam tangan Elie dan mengecupnya berkali-kali, Elie terkekeh melihat tingkah kekasihnya yang tidak pernah bosan memberikan rasa cinta yang begitu melimpah padanya.


"Nanti di sana, jangan jauh-jauh dariku, sayang" ucap Finn mengelus jemari Elie.


"Hmm, aku akan selalu di dekatmu. Aku sudah meminta salah satu penanggung jawab di kepanitiaan untuk memasukan kita dalam satu kelompok" ucap Elie.


"Itu sangat bagus, Ada gunanya juga sebagai pemilik kampus he-he" ucap Finn terkekeh

__ADS_1


Elie juga tertawa mendengar ucapan Finn, memang benar jika Elie menggunakan kekuasaannya sebagai pemilik kampus untuk memasukannya ke dalam kelompok yang sama dengan Finn.


Kelompok yang di maksud adalah kelompok untuk kegiatan bersama seperti hiking atau permainan lain saat di sana.


Mobil Finn sudah sampai di area parkir kampus, Finn dengan sigap membukakan pintu untuk kekasihnya itu.


"Silahkan tuan putri" ucap Finn sembari setengah membungkuk.


"Terimakasih yang mulia" balas Elie tersenyum.


Keduanya pun tertawa renyah, mereka bergandengan menuju teman kampus yang lain yang tengah bersiap-siap di depan bus yang akan mengirim mereka ke bumi perkemahan yang di tuju.


"Cih, lihat saja nanti. Aku akan membuat Aurelie tidak lagi menyukaimu bahkan ia akan membencimu" ucap Dareen mengepalkan tangannya.


Ia sangat cemburu melihat kedekatan Finn dengan gadis yang ia sukai. Namun ia tidak mungkin bergerak sendiri, bukan?


Sedangkan Finn dan Elie, kini hendak masuk ke dalam bus.


"Akkhh" teriak salah seorang mahasiswi yang terjatuh di depan Finn dan Elie.


Finn seketika mundur satu langkah menghindari wanita yang terjatuh itu. Sedangkan Elie yang maju setengah langkah dan menarik tangan wanita itu hingga tidak jadi terjatuh.


"Te-terimakasih" ucap Wanita itu, ekor matanya sempat melihat Finn yang melangkah mundur, terbesit perasaan kecewa di matanya.


Elie jelas tahu apa yang di pikiran wanita di depannya.


"Lain kali hati-hati nona, dan tolong jaga pandanganmu sebelum mata itu terlepas dari tempatnya" ucap Elie datar melepaskan pegangan tangannya.


Wanita itu seketika merinding dan juga kesal, ia pergi menjauh. Finn kini melingkarkan tangan ke pinggang kekasihnya.


"Sayang" ucap Finn lembut, ia tahu jika kekasihnya itu tengah kesal.


"Hmm... Ayo kita masuk!" ucap Elie kemudian melangkah masuk ke dalam Bus.


Elie tahu jika kemungkinan, akan terjadi hal-hal yang tidak di inginkan di perjalanannya kali ini. Namun ia yakin, ia dan juga Finn mampu melewatinya.


...••••...

__ADS_1


__ADS_2