Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Tinju keras


__ADS_3

Maaf kemarin nggak update, karena Author lagi repot. Jadi hari ini Author up 3 BAB... Selamat membaca 🙏


...___...


Alexa membalas pelukan Aurelie tubuhnya bergetar halus, meskipun begitu ia masih ketakutan atas kejadian yang baru saja ia alami, matanya berkaca-kaca menahan tangisnya.


Semuanya terjadi sangat cepat hingga ia terdesak, untungnya Gio menahan mereka sementara hingga Gio babak belur di hajar 5 laki-laki kecuali Antonio.


Antonio saat itu hanya menyaksikan artis dan juga manager yang di bawah naungannya di lecehkan dan juga di hajar sedemikian rupa oleh orang luar yang ingin bekerja sama dengannya.


Pakaian Alexa masihlah lengkap hanya saja, Dress yang ia pakai di beberapa bagian di robek dengan paksa.


"Kakak tidak apa-apa? Maaf El datang terlambat" tanya Aurelie dengan khawatir dan menyempitkan jaket yang ia kenakan ke tubuh alexa


"Kakak takut El, hiks" ucap Alexa tidak bisa lagi membendung air matanya dan pecah begitu saja saat Aurelie memeluknya.


"Tidak apa-apa, ada El di sini. Jangan takut, El akan lindungi kakak, percaya sama El" ucap Aurelie seraya memeluk erat dan menepuk punggung kakaknya dengan pelan.


Beberapa saat kemudian Alexa sudah mulai tenang, namun tiba-tiba Alexa terbelalak dan berteriak.


"Elie, awaaasss!!!" teriak Alexa saat melihat salah satu pria yang sudah di pukuli Aurelie, terbangun dan melayangkan Pisau lipat ke arah Mereka berdua.


GREP!!!


Finn memblokir pisau lipat itu dengan tangan kosong. Ia tidak peduli dengan darah yang kini menetes di tangannya, pandangannya gelap saat melihat pisau itu di arahkan ke punggung Aurelie.


Ia tidak akan membiarkan satu orang pun menyakiti orang yang paling ia sayangi seujung kuku pun, termasuk dirinya sendiri.


KLANG!!!


Pisau itu di tarik paksa dan di buang sembarangan di lantai oleh Finn.


BUGH!!!

__ADS_1


Tinju Finn yang sangat keras menghantam wajah pria tadi hingga terhuyung ke belakang dan menabrak meja lalu ambruk ke lantai.


Finn dengan membabi buta menghajar pria tadi hingga wajah pria itu tidak terbentuk lagi karena darah mengalir di mulutnya, begitu pun hidung dan pelipis dan pipi yang terkoyak terkena hantaran cincin yang di pakai Finn.


BLAM!!!


Pintu di buka dengan ke laras dari luar, Sean, William dan juga beberapa orang berdiri di belakangnya masuk ke ruangan.


Melihat Sean datang, Antonio beranjak dan berlutut di depan Sean. Seakan ia mendapatkan peluang bagus dengan menjilat bos besarnya itu agar selamat.


"Tuan muda, tolong saya. Mereka datang membuat keributan dan memukuli mitra bisnis. Artis tidak tahu diri ini mengancam kita dengan kekuasaan keluarga nya yang super kaya di belakangnya, dan tidak menghormati anda sama sekali. Bagaimana pun D.G Entertaiment ada di bawah naungan Demetri Group yang di mana anda CEO di sana" ucap Antonio sambil menahan rasa sakit di wajah dan perutnya yang terkena pukulan dan juga tendangan Aurelie.


Ia juga tidak berani menyentuh Sean, karena ia tahu jika Tuan mudanya itu tidak suka bersentuhan dengan orang asing.


Meskipun ada keributan di pintu, tidak menyurutkan Finn yang tengah menghajar Pria yang hendak menusuk Aurelie, tanpa ampun.


"Finn, hentikan itu!!! Dia sudah sekarat, kau bisa membunuh orang jika kau meneruskannya" ucap Sean menoleh ke arah William.


Anak buah William yang berjumlah empat orang itu tidak sanggup menghadapi Finn yang memberontak, bahkan memukuli orang yang berniat menghentikan aksinya.


"Finn, hentikan! Dia hampir mati" teriak Sean sekali lagi.


Sejujurnya dia tidak peduli orang itu mati atau tidak, tapi saat ini mereka berada di dalam perusahaan dan akan sulit menghadapi hukum di negeri ini nantinya.


Meskipun ada jaminan lolos dari hukuman, namun tetap berdampak buruk terhadap nama besar keluarga Finn yaitu Demetri dan juga Lance.


Finn menghiraukan ucapan semua orang, sampai sebuah tangan ramping dan sangat halus memeluknya dari belakang, tak lupa suara yang menenangkan itu dan juga aroma Vanila yang menguar, membuat pukulan yang hendak ia layangan terhenti.


"Finn, cukup! Dengarkan aku, berhenti sekarang!" ucap Aurelie yang saat ini memeluk Finn dari belakang.


Menyaksikan itu Hati Sean merasakan sakit, namun ia tidak bisa berkata-kata apalagi saat melihat Finn secara otomatis menghentikan tindakannya. William yang paham hal itu hanya menghela nafas, ia pun tidak tahu harus berbuat apa.


"Tapi, Dia hampir mencelakai kamu El" ucap Finn dengan lembut, namun matanya masih tersulut emosi saat melihat pria yang sudah ia hajar itu.

__ADS_1


"Bukannya aku baik-baik saja, lihat pria itu juga sudah sekarat tidak sanggup untuk berdiri, bahkan sudah tidak sadarkan diri" ucap Aurelie lembut.


Baru kali ini ia bicara dengan lembut pada laki-laki selain pada keluarganya dan juga Rico dulu.


SRET!!!


Aurelie merobek pakaian yang ia kenakan dan membalut tangan Finn yang terluka dan mengeluarkan darah.


Finn menatap Aurelie tanpa berkedip, jantungnya berdebar sangat cepat. Baru kali ini dia sangat dekat dengan Aurelie.


"Pakai ini dulu sebentar" ucap Aurelie lalu ia berdiri, mengambil suatu dari tasnya dan menatap Sean lalu menyerahkan sebuah Flashdisk.


"Semua kejadian hari ini bisa kau lihat dari data yang ada di sini. Aku harap kau bisa menyelesaikan masalah intern di perusahaanmu. Kalau tidak, aku sendiri yang akan mengurusnya" ucap Aurelie


"Aku minta maaf, atas kejadian yang terjadi di sini. Aku berjanji akan menyelesaikan tentang hal itu secepatnya, aku akan memberikan jawaban yang memuaskanmu nanti" ucap Sean lembut dan menatap mata Aurelie penuh dengan penyesalan.


"Aku juga harap begitu" ucap Aurelie


"Sebaiknya aku antar kau dan kakakmu pulang dulu" ucap Sean Ka kemudian menoleh ke arah William, dan William pun sangat paham apa yang di inginkan Tuannya mudanya.


"Benar nona, biarkan Tuan muda yang mengantar anda, urusan di sini juga aku yang tangani" ucap William.


"Tidak perlu, aku akan pulang bersama Finn dan kakak. Aku juga akan membawa Finn ke rumah sakit dulu. Kau lebih baik urus yang ada di sini, karena membutuhkan penanganan yang tepat untuk masalah ini, agar tidak di biarkan begitu berlarut-larut" ucap Aurelie


Ia kemudian melangkah ke arah Alexa, menggandeng Alexa dengan tangan kirinya dan juga menarik Finn dengan tangan kanannya untuk keluar dari ruangan.


"Ah, aku lupa. Tolong rawat laki-laki yang di ikat itu. Dia orang baik dan orang yang melindungi kakakku" ucap Aurelie kemudian melanjutkan langkahnya.


Tanpa tahu, tindakannya itu membuat Sean merasa tidak nyaman terlebih Aurelie menghentikan tangan Finn.


Sedangkan Finn saat ini tengah bergelut dengan pikiran di hatinya. Ia merasakan perasaan yang menyenangkan dan menggelitik saat Aurelie berinisiatif menarik tangannya.


...

__ADS_1


__ADS_2