
D.G Mall.
Elie, Fara dan Moza, saat ini berada di pusat perbelanjaan. Mengetahui jika mamah dan calon kakak iparnya ingin jalan-jalan, Shopping dan nyalon. Moza merengek meninta untuk ikut bersama keduanya, jadilah kini mereka bertiga berangkat bersama-sama.
karena bertiga, mobil Elie di tinggal di mansion Lance, sedangkan ketiganya naik mobil milik Fara, yang pastinya menggunakan supir.
Moza, gadis periang itu cukup mudah bergaul dan berteman dengan orang-orang di sekolahnya. Namun ia cukup pemilih jika dengan orang di luar sekolah.
Termasuk dengan anak-anak dari teman mamahnya yang sering datang ke rumah saat acara arisan. Moza tidak dekat dengan anak dari teman mamahnya itu, bukan karena apa.
Tapi Moza merasa mereka mendekatinya hanya karena ada maunya, demi bisa berdekatan dengan sang kakak, Finn. Jadi Moza pikir mereka mendekatinya tidak tulus untuk berteman dengannya.
Berbeda dengan Elie, semenjak bertemu dan menyelamatkan dirinya. Moza bukan hanya ingin dekat dengan calon kakak iparnya itu, namun ia sudah menganggapnya sosok idola baru di dalam dirinya.
Di mata Moza, Selain cantik dan menarik. Elie terlihat sangat keren, menyenangkan dan juga tulus padanya. Dan yang paling penting saat berada di dekat Elie, Moza merasa sangat nyaman dan juga terlindungi.
"Za, kenapa kamu menggelayuti Elie seperti itu" ucap Fara yang melihat putrinya menempel terus pada Elie, semenjak mereka saling kenal.
Tentu saja Fara mengetahui kejadian semalam, Elie memutuskan untuk memberitahu Fara, Ia tidak ingin Fara tahu masalah itu dari orang lain.
Fara sangat marah saat mendengarnya, namun setelah Elie mengatakan jika ia sudah memberikan pelajaran untuk semua orang yang terlibat. Fara merasa tenang dan juga berterima kasih pada Elie, ia semakin menyayangi Elie dan memperlakukannya dengan baik.
"Biarin, lagian kak Elie tidak keberatan. Ya kan Kak?" ucap Moza menggelayut di lengan kiri Elie
"Tentu saja" ucap Elie tersenyum dan mengelus kepala gadis kecil di sebelahnya.
"Tuh mamah dengar" ucap Moza bangga.
"Maaf ya El, tidak biasanya Moza terus menempel pada orang lain seperti ini" ucap Fara
"Tidak apa-apa Tante, lagian El senang kok. Selama ini El tidak pernah ngerasain punya adik, ternyata rasanya sangat menyenangkan. El senang memiliki adik cantik dan menggemaskan seperti Moza" ucap Elie
Mereka lanjut berbelanja hingga kedua tangan mereka penuh dengan belanjaan, Fara sangat senang memiliki calon menantu seperti Elie. Apa lagi Elie bisa mengambil hati kedua anaknya, tidak hanya Finn tapi Moza juga.
Elie bagaikan magnet yang menarik semua orang agar tertarik dan nyaman berada di dekatnya. Ia akan mewanti-wanti putranya untuk menjaga calon menantu kesayangannya agar tidak di ambil pria lain.
"El, kita ketemu di sini" terdengar suara berat menyapanya dari belakang.
Elie dan yang lain menoleh, ketiganya terkejut saat melihat Sean dan William beserta beberapa orang petinggi mall ada di sana.
__ADS_1
"Ah iya, kita bertemu lagi Tuan muda Demetri" ucap Elie sopan.
"Jangan terlalu formal denganku, panggil aku Sean seperti biasanya" ucap Sean lembut tersenyum manis saat berbicara dengan Elie.
Fara dan Moza pastinya terkejut, keduanya sudah sangat tahu bagaimana kepribadian dan sifat Sean. Si kutub Es, berkata dengan lembut dan juga tersenyum pada seorang gadis. Tentu saja keduanya terkejut dengan kejadian langka ini.
Terlebih alarm mereka berbunyi keras menandakan datang ancaman kuat untuk Finn. Keduanya tidak bodoh, apalagi Fara sudah mengetahuinya dari Finn jika keponakannya ini menyukai calon menantunya.
Moza terlihat tidak senang, ia tidak mau kakak iparnya di curi pria lain. Meskipun pria itu sepupunya sendiri, ia sudah cocok dengan Elie dan tidak ingin ipar lainnya.
"Sepertinya Kak Sean menyukai kakak iparku, ini tidak bisa di biarkan! Aku nggak mau kak Elie di rebut oleh kak Sean" gumam Moza dalam hati
"Kak Sean ngapain di sini? Kakak kenal dengan Kak El?" ucap Moza dengan nada biasa, tidak memperlihatkan jika ia tidak suka namun Elie mengetahuinya.
"Moza... Ah aku tidak memperhatikan jika kau ada di sini juga dan Tante juga. Halo Tante Fara" sapa Sean, ia baru menyadari jika ada Moza dan Fara yang bersama dengan Elie.
Sean tidak menyangka jika Elie sudah kenal dekat dengan keluarga dari bibinya itu. Rasa cemburu tentu saja ia rasakan saat ini, karena Finn bergerak cepat dan membuat Elie terlihat sangat dekat dengan keluarganya.
"Halo Sean, apa kau sedang meninjau Mall?" tanya Fara
"Benar Tante" jawab Sean
"Tentu saja, tapi Elie bolehkah aku meminta waktumu" ucap Sean
"Maaf, tapi aku sedang ada kepentingan dengan Tante Fara dan moza saat ini" ucap Elie menolak masih dengan nada yang sopan.
"Tidak sekarang, bagaimana jika nanti sore atau saat makan malam" ucap Sean tidak menyerah.
"Seperti aku tidak bisa" ucap Elie
"Ada hal penting yang ingin aku bicarakan denganmu" ucap Sean tidak pantang menyerah.
Elie menghela nafas, ia juga belum tahu apa yang ingin di sampaikan Sean. Mungkin memang benar ada sesuatu yang penting untuk di bicarakan dengan nya.
"Baiklah, aku akan mengabarimu nanti jika aku memiliki waktu senggang sore nanti" ucap Elie
"Tentu, terimakasih. Aku tunggu kabar darimu" ucap Sean tersenyum.
Mereka kemudian berpisah, Elie kembali melanjutkan kegiatannya bersama dengan Fara dan Moza.
__ADS_1
Sean menatap punggung wanita pujaannya itu yang semakin menjauh. Para petinggi Mall, saling berpandangan. Mereka penasaran dengan identitas wanita cantik yang di ajak bicara tuan mudanya itu.
Mereka menebak jika wanita itu sangat spesial bagi Sean, di lihat dari cara Sean bicara dan memperlakukannya. Jadi sebisa mungkin mereka akan memperlakukan wanita itu dengan baik, saat mereka bertemu denganya.
....
Di sebuah salon yang terkenal di antara wanita sosialita kalangan atas, Fara mengajak Elie dan Moza melakukan treatment perawatan tubuh.
Jujur saja ini pertama kali bagi Elie melakukan perawatan tubuh di salon kecantikan. Dari kehidupannya yang dulu, ia selalu merawat dirinya di rumah. Perawatan nya di lakukan oleh ahli kecantikan yang di panggil langsung ke Mansion pribadi.
Namun untuk Wajah, Elie selalu melakukan perawatannya sendiri. Jadi para ahli perawatan tidak mengetahui wajah asli seorang Queen.
"Kak El" panggil Moza.
Ketiganya kini sedang melakukan treatment massage dengan posisi saling berjajar, menikmati pijatan dengan esensial oil dan aroma therapy yang menenangkan dan merilekskan tubuh.
"Ya, ada apa Moza" jawab Elie
"Kakak beneran ingin bertemu dengan Kak Sean setelah ini?" tanya Moza masih penasaran tentang hal itu.
Fara yang di sebelahnya hanya bisa memasang telinganya ingin mendengar apa yang akan di katakan calon menantunya itu.
"Ya, mungkin dia ingin membicarakan hal penting padaku" ucap Elie ringan
"Apa kakak menyukai kak Sean?" tanya Moza dengan ragu-ragu juga takut jika Elie menyukai sepupunya itu.
"Tidak. Aku hanya menganggapnya sebagai teman dan mitra kerja di perusahaan. Jika aku menyukainya, tidak mungkin aku menjalin hubungan dengan kakakmu sekarang. Jika aku memutuskan untuk bersama dengan Finn, itu berarti hatiku juga memilihnya. Aku bukan tipikal wanita yang mudah jatuh cinta, Moza. Jadi menurutmu siapa yang sebenarnya aku sukai?" ucap Elie apa adanya.
"Yang Kak elie sukai adalah Kak Fin, benarkan?" ucap Moza dengan yakin dan semangat saat mengatakannya
"Maka itulah jawabannya. Sudah jelas bukan?" ucap Elie tersenyum
"Hmm, sangat jelas Kak" ucap Moza tersenyum senang.
Fara yang mendengarnya juha merasa lega dan senang, ia yakin jika perasaan putranya tidak bertepuk sebelah tangan. Elie juga memiliki perasaan yang sama dengan Finn, tentu saja Fara merasa bahagia.
Meskipun ia merasakan kasihan dengan keponakannya yang sama-sama sulit untuk menyukai wanita iyu. Namun Fara juga mendoakan agar keponakannya itu bisa mendapatkan cinta yang lain, dari wanita yang baik-baik.
...•••...
__ADS_1