Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Tidak ada reaksi


__ADS_3

Alexa yang saat itu sudah aktif kembali, mengunjungi D.G Entertainment. Kebetulan ia mendapatkan penawaran untuk membintangi iklan produk parfum.


Parfum merek internasional 'Queen parfum' Made in England. Merek ini di bawah naungan F.A Corporation. Dan product baru parfum yang akan di luncurkan bertema 'Romantic Angel'


Yang akan bertemu dengan Alexa, untuk membicarakan kontrak adalah Direktur pemasaran untuk Indonesia, Rianti Charlotte. Yang merupakan wanita berdarah campuran indo-inggris.


Ting!


Lift terbuka


"Tunggu sebentar, boleh saya ikut masuk" ucap Alexa setengah berteriak pada dua laki-laki di depannya.


Kedua laki-laki itu menoleh dan terkejut melihat Alexa, begitupun dengan Alexa yang sama terkejutnya.


"Maaf Nona sebaiknya anda..." ucap salah satu laki-laki itu.


"Masuklah!" potong laki-laki di sebelahnya, yang membuat laki-laki yang hampir menolak itu terkejut, karena bosnya mengizinkan.


"Terimakasih" ucap Alexa langsung melangkah masuk ke dalam lift.


Karena kurang hati-hati karena licin, ia terhuyung dan hampir jatuh. Untung saja ia memiliki keseimbangan yang baik. Namun ia sempat menabrak Laki-laki di depannya, sebelum akhirnya mempertahan keseimbangan nya agar tidak terjatuh.


"Maaf tidak sengaja, apa anda tidak apa-apa" ucap Alexa tidak enak dan merasa bersalah


Laki-laki itu diam saja, keningnya mengerut entah apa yang sedang di pikirkannya saat ini.


"Apa tuan muda baik-baik saja?" ucap Laki-laki di sampingnya itu terkejut dan sedikit panik.


"Aku tidak apa-apa will" ucap Laki-laki itu yang tak lain adalah Sean dan William.


William mengelus dada lega, namun ia juga heran mengapa sentuhan kakak dari wanita yang di cintai tuan mudanya ini tidak berefek juga pada bosnya itu.


Di dalam Lift juga sepi tidak ada yang memulai pembicaraan. Alexa merasa kikuk sendiri, pasalnya ia adalah orang yang tidak kuat terlalu lama diam, apalagi ada orang lain di dekatnya yang ia kenal. Namun ia tidak berani membuka suaranya kali ini.


Ting!


Pintu lift terbuka, di mana Alexa keluar.


"Saya duluan tuan muda demetri, Asisten William, dan terimakasih" ucap Alexa dengan sopan


Grep!!


Tangan Alexa tiba-tiba di cekal oleh Sean, hanya sedetik saja. Namun membuat Alexa berhenti dan menoleh.


"A-ada apa?" tanya Alexa takut dirinya melakukan kesalahan.

__ADS_1


Jujur saja selain takut ia juga terkejut, setahu dirinya, Sean adalah laki-laki yang memiliki penyakit OCD, terutama terhadap wanita. Jika reaksi sentuhan pria hanya berefek ringan, namun efek terhadap sentuhan wanita padanya bahkan bisa mempengaruhi kondisi keseluruhan fisiknya, bahkan ia bisa jatuh kritis.


"Bagaimana kabar Elie?" tanya Sean dengan datar namun tidak dingin juga tidak ada senyum di wajahnya.


"E-Elie? Dia baik-baik saja, cukup sibuk dengan kuliah dan pekerjaannya" ucap Alexa sedikit terkejut dan bingung, namun setelahnya ia ingat jika laki-laki di depannya menyukai adiknya.


"Syukurlah" ucap Sean kemudian


"Kalau begitu jika tidak ada hal lain, saya permisi" ucap Alexa lagi


"Silahkan" ucap Sean


Setelah kepergian Alexa, dan pintu lift tertutup. William memeriksa kondisi tubuh tuan mudanya. Namun ia tidak mendapati hal aneh dan reaksi di tubuh Sean, normal-normal saja.


"Astaga, ini sangat mengejutkan. Anda tidak mengalami reaksi dengan sentuhannya!" Ucap William terkejut.


Bukan hanya William ia juga terkejut, pasalnya selain ibunya, ada dua orang gadis yang tidak mengalami reaksi terhadap tubuhnya. Aurelie dan Alexa, dan lagi keduanya adalah kakak beradik.


"Atur pertemuan dengan dokter Aldi" ucap Sean


"Baik" jawab William


...


Tok! Tok! Tok!


"Selamat siang, Pak" sapa Diki asisten Adrian.


"Siang juga, ada apa Dik?" tanya Adrian menoleh ke arah asisten nya.


"Ada kabar baik Pak, perusahaan Q.A Technologi memberikan respons tentang kerja sama pengamanan data. Dan juga Q.A Group merespon pengajuan tentang mitra bisnis dan investasi di bidang perhotelan milik kita" ucap Diki


"Benarkah, ini benar-benar kabar bagus Dik" ucap Adrian dengan berbinar.


Kabar ini sedikit meredakan emosi dalam dirinya karena masalah intern keluarganya. Apalagi mendapat kabar jika Rico dan Cheryl kini sudah resmi menikah.


Sebenarnya hati orang tua mana yang tidak sakit, melihat keluarganya hancur. Kedua anaknya tercerai berai, hingga salah satunya meninggal setelah di khianati oleh saudaranya sendiri.


Adrian menyalahkan dirinya sendiri karena sebagai seorang ayah, ia merasa gagal dan tidak bisa mendidik dengan baik putrinya hingga berbuat hal demikian.


Kembali ke topik.


Kabar baik yang ia terima saat ini tentu saja membuatnya bersuka hati. Ini hal besar untuk perusahaannya.


"Pimpinan Q.A Group dan Q.A Technologi, ingin membahas hal ini besok lusa jam dua siang, di AILIE Resto. Dan saya dengar, Queen akan datang juga di pertemuan" ucap Diki

__ADS_1


"Woow, Benarkah itu?" ucap Adrian terkejut juga senang


"Benar Pak, dan hal ini sudah saya konfirmasi dengan perusahaan mereka langsung, dan mereka memberikan jawaban yang sama" ucap Diki.


"Itu kabar yang menggembirakan, kau persiapkan dengan baik untuk hal ini, jangan sampai ada kesalahan. Atur divisi lain untuk mempersiapkan presentasinya juga" ucap Adrian


"Baik, Pak! Saya akan lakukan semaksimal mungkin" ucap Diki penuh semangat


Ini merupakan prestasi besar jika ia bisa taken contract dengan perusahaan nomor satu di negaranya ini. Dan dia akan melakukannya dengan kemampuan terbaiknya.


...


AILIE Resto


Finn dan Elie menikmati makanan di sana, dengan sabar Finn memotong daging untuk kekasihnya.


"Kau selalu perhatian, terimakasih" ucap Elie tersenyum manis


"Jangan ucapkan terimakasih, aku tidak keberatan akan melakukan apapun untukmu, dan ini merupakan hal kecil saja" ucap Finn


"Ucapanmu selalu manis" ucap Elie


"Ada yang lebih manis" ucap Finn


"Apa?" tanya Elie


Cup!


Finn mencium dan ******* bibir Elie selama beberapa detik, lalu mengusapnya dengan ibu jari setelah melepasnya.


"Yang ini, Bibirmu lebih manis" ucap Finn mengerlingkan matanya.


Wajah Elie berubah menjadi sangat panas, membuat Finn terkekeh dan mencium pipi Elie. Yang pastinya membuat wajahnya makin memerah.


"iiihh Fiin..." ucap Elie karena merasa malu dan salah tingkah sendiri.


"Kau menggemaskan sayang" ucap Finn


"Sudah, Ayo makan" ucapnya lagi.


Setelah mereka menyelesaikan makan, Elie duduk sebentar untuk menurunkan makanan. Ia menyandarkan kepalanya di bahu Finn yang memeluknya dan sesekali mencium kepalanya.


"Ada apa?" tanya Finn


"Lusa aku akan bertemu dengan ayahku" ucap Elie yang memeluk Finn setelah mengucapkannya.

__ADS_1


"Aku mengerti, yang harus kau ingat. Aku akan selalu bersamamu, lakukan apapun yang ingin kau lakukan" ucap Finn yang kini sebelah tangannya menggenggam tangan Elie


....


__ADS_2