Rebirth Of Queen

Rebirth Of Queen
Operasi Cheryl


__ADS_3

Hampir setengah jam sejak Elie menelepon, Kaylee kini sudah berada di area parkir rumah sakit. Ia langsung bergegas menuju ruangan ICU rumah sakit di lantai satu.


Sesampainya di sana, ia mendapati Elie, Adrian dan Finn yang baru kembali selesai mengurus administrasi untuk operasi Cheryl. Tengah duduk cemas.


"El..." panggil Kaylee saat dirinya berjarak empat meter dari yang lain.


"Tante Kay, syukurlah Tante sudah datang" ucap Elie merasa leg setelah melihat tantenya itu.


"Iya, bagaimana keadaan Cheryl? sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Kaylee penasaran dan bertanya-tanya. Ia berdo'a semoga Cheryl dalam keadaan baik-baik saja di sepanjang perjalanan.


Elie kemudian menceritakan apa yang terjadi pada Cheryl, terlihat ekspresi terkejut di wajah Kaylee. Namun ia tidak tahu harus mengatakan apa, ia hanya bersedih dan juga turut prihatin.


Adrian menatap Kaylee kaku, ia seperti melihat mendiang istrinya terlahir kembali. Karena wajah Kaylee sangat mirip, bak pinang di belah dua. Hanya saja tubuh Kaylee sedikit lebih tinggi dengan rambut bergelombang. Sedangkan mendiang istrinya berambut lurus.


"Tan, ini ayah Adrian. Mungkin Tante masih ingat dengan ayah. Dan yang ini suamiku, Finn" ucap Elie.


Kaylee menatap Adrian. Meskipun ingatannya samar, namun ia masih ingat jika laki-laki di depannya adalah kakak iparnya. Jadi ia langsung menyapa Adrian dengan sopan, meskipun ia gugup karena sudah lama tidak bertemu.


"Hallo, kakak ipar. Sudah lama tidak berjumpa, aku harap Kak Adrian dalam kondisi yang baik dan sehat" ucap Kaylee.


"Ah iya, lama tidak berjumpa Kay" ucap Adrian saat tersadar dari lamunannya.


"Hallo salam kenal Finn, aku banyak mendengar tentang kamu dari Elie dan Tina" ucap Kaylee yang memang belum pernah berbicara dengan Finn.


"Hallo Tante Kay, senang berkenalan dengan tante" ucap Finn sopan.


"Terimakasih sudah bersedia datang dan mau mendonorkan darahmu, Kay" ucap Adrian tulus.


"Tidak perlu berterima kasih, Kak. Lagi pula Cheryl adalah keponakanku, jadi sudah kewajiban ku untuk menolong" ucap Kaylee


Tak lama dokter datang, Kaylee langsung masuk ke dalam ruangan untuk test darah dan melakukan pemeriksaan.


Ini merupakan Standar peraturan di rumah sakit. Dokter harus memeriksa terlebih dahulu, apakah benar darah milik Kaylee bisa di donorkan atau tidak dan juga memastikan bahwa Kaylee dalam keadaan sehat. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan di masa depan.


Setelah proses pemeriksaan dan semuanya sudah oke, Kaylee langsung di ambil darahnya. Setelah selesai, saat ini Kaylee tengah duduk di bangsal.


"Ini minum dulu tan" ucap Elie menyodorkan teh herbal untuk tantenya itu.

__ADS_1


"Terimakasih El" ucap Kaylee mengambil teh herbal dari Elie dan meminumnya.


...


Sudah hampir satu jam mereka berempat menunggu di depan ruangan operasi, semuanya berdoa untuk keselamatan dan kesembuhan Cheryl.


Sampai di dua jam berikutnya, lampu tanda operasi padam, yang mana hal itu pertanda operasi sudah selesai di lakukan.


Elie dan yang lain menunggu dengan khawatir, Mereka semua berharap jika operasi Cheryl berjalan dengan lancar dan berhasil.


Dokter kemudian keluar, Elie dan yang lain langsung berdiri dan menghampiri Dokter. Namun tidak ada satupun yang berani menanyakannya, sampai dokter sendiri yang mengatakannya.


"Syukurlah, operasi berjalan lancar dan berhasil. Pasien akan segera di pindah ke ruang rawat inap untuk melakukan perawatan" ucap Dokter membuat Elie dan yang lain menghela nafas lega saat mendengarnya.


"Syukurlah, terimakasih Tuhan, Engkau sudah mengabulkan do'a kami semua" ucap Adrian merasa bersyukur.


Semuanya kemudian mengikuti Cheryl yang kini di pindahkan di ruang rawat inap VIP. Seluruh bagian kepala Cheryl di perban, kecuali bagian mulut, lubang hidung dan mata.


Dokter mengatakan jika mereka harus siap saat pasien bangun, karena sangat besar kemungkinan jika pasien mengalami hilang ingatan secara permanen.


Adrian dan yang lain tidak masalah dengan hilang ingatan Cheryl, yang terpenting adalah Cheryl selamat. Dan mungkin ini cara Tuhan membuat Cheryl berubah menjadi yang lebih baik.


...


Di rumah sakit jiwa, empat orang polisi datang dengan surat penangkapan untuk Rico.


Meskipun Rico dalam keadaan ODGJ, namun dengan koneksi Finn. Rico tetap di tangkap dan di adili oleh hukum yang berlaku, seperti orang normal pada umumnya.


Dan kemungkinan akan di jatuhi hukuman 20 tahun atau penjara seumur hidup, atau bisa juga hukuman mati.


Setelah di tangkap, Rico merasa takut dan berontak saat melihat beberapa orang menyeretnya. Ia ingin melarikan diri dan polisi terpaksa memborgol kedua tangannya agar dia tidak memiliki kesempatan untuk kabur.


Tuan Sebastian yang di beri kabar, jika Rico di tangkap polisi. Karena melakukan penyerangan dan melakukan percobaan pembunuhan, hingga korban mengalami luka yang parah dan kritis, yang hampir kehilangan nyawanya.


Terlebih orang itu adalah putri dari keluarga Eleanor, orang terkaya nomer empat. Hal itu membuat Tuan Sebastian dan nyonya Sebastian terkejut. Bahkan Nyonya Sebastian di larikan ke rumah sakit karena serangan jantung setelah mendengar berita itu.


...•••...

__ADS_1


Sudah tiga hari lamanya, Cheryl masih belum sadar. Secara bergantian, baik Adrian, Kaylee maupun Elie menunggu Cheryl di rumah sakit.


Meskipun begitu, Elie hanya bisa menunggu selama 4 jam. Karena Baby Al masih membutuhkan ibunya, terlebih Baby Al mengkonsumsi ASI eksklusif.


Hari ini terlihat Ari dan Riana menjenguk Cheryl, keduanya mengetahui kabar itu setelah di beritahu oleh Elie.


Ari sedikit merasa tidak enak, karena ia berperan membuat Cheryl seperti ini. Andai dia tidak membalas dendam, kemungkin hal seperti ini tidak terjadi pada Cheryl.


Namun semuanya sudah terjadi, dan Ari lega saat keluarga Cheryl tidak menuntutnya lebih berat selain penjara selama setengah tahun.


Rani kecil tidak di bawa dan di titipkan ke pengasuh. Karena di rumah sakit tidak di perbolehkan membawa anak-anak saat berkunjung.


"Siang ayah, bagaimana kabarmu dan Cheryl?" tanya Ari pada Adrian.


"Siang ayah, ini Ana bawakan makan siang untuk ayah" ucap Riana.


Meskipun dulu mereka ada konflik, namun Adrian sudah melupakan semuanya. Bahan ia mengizinkan Ari dan Riana memanggilnya ayah.


"Siang Ari, Riana. Kabar ayah baik, kalau keadaan Cheryl masih belum sadar. Namun dokter mengatakan jika ia sudah melewati masa kritis dan menunggunya bangun saja. Terimakasih juga untuk makanannya" ucap Adrian.


Meskipun nafsu makannya turun, Adrian tetap memaksakan dirinya untuk makan. Karena ia tidak ingin merepotkan orang lain saat dirinya juga jatuh sakit.


"Ayah makan sekarang ya, ayah belum makan kan?" tanya Riana pengertian, ia sudah menganggap Adrian seperti ayahnya sendiri.


"Baiklah, maaf merepotkanmu Ana" ucap Adrian tidak menolak.


"Tidak sama sekali, yah" ucap Riana sembari mengeluarkan dan menata makanan untuk Adrian, Ari dan dirinya, karena ia memasak banyak makanan.


"Ayo kita makan bersama yah" ucap Riana setelah semuanya siap.


Mereka bertiga kemudian makan. Riana pandai memasak, makanan yang ia buat sangat pas di lidah. Sama seperti masakan Kaylee.


Ya, Kaylee juga sering membawa makanan tiap hari. Jika tidak makan siang atau sarapan itu pasti makan malam. Baik itu untuk Adrian maupun Elie.


Adrian dan Kaylee juga tidak secanggung pertama kali bertemu setelah Dua puluh lima tahun tidak bertemu.


...••••...

__ADS_1


__ADS_2